Pengetahuan telah membawa banyak perubahan bagi kehidupan manusia. Perubahan yang menjadi lebih baik dan perubahan yang yang menimbulkan hal buruk. Manusia semakin mengetahui suatu hal secara spesifik. Mengetahui lebih banyak dari yang sedikit. Dari sebelumnya mengetahui sedikit dari yang banyak. Ditandai pula dengan semakin berkembangnya teknologi.
Dengan pengetahuan, manusia juga akan bisa memprediksi masa depan. Salah satu hal yang bisa menjadi bahasan adalah bahwa manusia dengan serakahnya akan menjadi perusak lingkungan yang paling besar. Ilmuan bernama Rachel Carson telah menulis buku berjudul Silent Spring. Dalam buku ini, Carson telah menuliskan hasil investigasinya dari ulah manusia terhadap lingkungan. Dan buku ini pernah memicu perdebatan panas di kalangan ilmuwan, pebisnis, hingga politikus Amerika.
Saat itu dunia sedang menikmati masa kebebasan dan kemajuan ekonomi setelah Perang Dunia II dan memasuki perang dingin. Rachel Carson mencatat kenaikan penggunaan pestisida dari tahun 1947 sampai 1960, yaitu sebanyak 5 kali lipat. Semua aspek digenjot demi menjadi negara adidaya. Mulai pertanian, peternakan, perikanan, dan industri. Carson mengkhawatirkan keadaan dunia dengan adanya kenaikan tersebut. Namun, kecemasan yang ia tuangkan tidak digubris dimana-mana.
Carson dalam penelitiannya menemukan dampak polutan di lapangan (tempat penelitian). Temuannya adalah bahwa penggunaan obat kimia dalam mendongkrak produksi pertanian menyebabkan efek buruk bagi lingkungan. DDT yang digunakan dalam obat kimia ini menyebabkan kerusakan pada hewan air, satwa di tanah, bahkan burung-burung.
Carson menyampaikan bahwa polutan yang ada di sungai dan air tepi laut mengandung bahan kimia. Dengan hilangnya mikroorganisme di dasar-dasar sungai dan menyebabkan ekosistem menjadi tidak seimbang. Sehingga, penggunaan istilah pada bahan kimia yang digunakan untuk penyubur tanah atau anti serangga biasanya adalah insektisida ini ia tolak.
Carson menyampaikan istilah yang lebih tepat, “biosida”, yang bermakna racun pembunuh semua bentuk kehidupan. Sebab, bahan atau obat kimia ini menjadikan tanah kering dan berdampak pada tingginya suhu udara. Racun dan suhu udara yang naik dapat membunuh ganggang yang ada di perairan, menghilangkan pakan untuk tiram. Lalu burung yang memangsanya menjadi sakit. Semakin luas dan besar dampak yang timbul dari ini sampai pada manusia.
Dalam al-Qur’an disebutkan dengan mengambil ibrah dengan umumnya lafad (al-ibratu bi ‘umuumi al-lafdhi), “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai apa yang telah mereka kerjakan.” Ayat-ayat Allah tidak hanya yang tertulis dalam kitab. Namun, juga ayat-ayat kauniyah yang terjadi di alam. Tanda-tanda itu juga sangat perlu untuk direnungkan.
Maka, jika siksa itu telah datang, yang ditulis oleh Carson akan menjadi benar adanya. Musim semi akan sunyi. Planet bumi tak akan lagi indah setelah manusia mendesain kerusakan alam demi keserakahan tanpa sadar. Burung-burung tak akan terdengar bernyanyi lagi ketika pagi. Suara-suara hewan liar akan hilang karena habitatnya direnggut. Musim semi akan menjadi sunyi. Kelak, kesunyian itu tak hanya karena bumi kehilangan kicau burung, tapi mungkin juga suara manusia. Semoga hal ini segera disadari dan ada aksi untuk mencegahnya. Manusia yang menjadi khalifah di bumi yang bertugas menjaganya. Wallahu a’lam bi al-shawaab.







