Siapa yang pernah mengantuk? Satu hal yang sering terjadi dan dialami semua mahkluk hidup. Khususnya manusia. karena saya belum pernah menjumpai kucing atau ayam berada pada posisi dimana kepalanya terhayung-hayung kebawah keatas sementara matanya terpejam.
Seseorang yang melakukan pekerjaan dengan tubuh tidak fit atau sisa lembur semalam, pasti akan merasakan kantuk atau lebih parahnya bisa jatuh sakit. Ketika anak sekolah yang belajar di pagi hari sementara malamnya ia bergadang main game atau menonton film, sudah pasti akan mengantuk di kelas.
Fenomena ngantuk sudah sering terjadi, dialami hampir semua orang dan kalangan. Dari anak-anak sampai kakek nenek. Hal ini sangat fimeliar dengan komunitas rilegius macam santri-santri pondok persantren di Indonesia khususnya. Selain mempelajari kitab kuning dan mengaji, istilah mengantuk juga sangat melekat pada komunis bersarung ini, 9 dari 10 dari santri yang mengalami istilah tersebut.
Apakah ngantuk itu penyakit?
Terkadang di sebagian pesantren menyamakan ngantuk adalah sebuah penyakit, mengapa begitu karena memang sudah sangat meresahkan, percaya atau tidak, para santri sudah di cap “ngantukkan”atau “tukang tidur”. Bukan hanya di sekolah dan dikampus, yang namanya santri pasti sering terlihat menelungkupkan kedua tangan dan kepalanya diatas meja, dan yang terganggu pertama kali pastinya guru atau dosen. Parahnya lagi, ada beberapa santri yang disuruh keluar kelas, hanya untuk cuci muka agar tidak ngantuk dan tetap fokus pada pelajaran anehnya hal itu dianggap wajar.
Apa saja penyebab santri ngantuk?
Dari analisis diatas bisa ditarik inti permasalahan mengenahi ngantuk. Mungkin ada factor atau penyebab santri mengantuk, salah satu atau kombinasi dari berbagai hal di bawah ini.
- Kurang tidur
Beberapa pondok atau asrama menjadikan kegiatan mujahadah sebagai salah satu program yang wajib diikuti oleh setiap santri, bisa jadi kegiatan mujahadah di lakukan di saat larut malam atau mengerjakan tugas yang belum sempat selesai dan menjadikan wajib untuk menyelesaikannya atau juga ponpes yang mengadakan sholat malam sebagai agenda harian untuk para santri. Umumnya kisaran jam 03.00 WIB kegiatan ini, menjadikan santri terus melek dan dilanjut pagi hingga sholat subuh.
- Kurang gerak
Pada waktu pembelajaran di kelas, para santri mayoritas kegiatanya hanyalah duduk dikursi atau lesehan di dalam kelas masing-masing, dengan kegiatan yang monoton yaitu hanya duduk-duduk malas dapat menjadikan ngantuk. Mengapa hal demikian dapat ngantuk? Karena kondisi mengantuk merupakan sinyal atau pertanda kepada dari alam bawah sadar manusia, bahwa fisik mengalami keadaan kurang gerak.
- Kekuranan suplai oksigen (02) ke otak
Secara fisik salah satu penyebab rasa kantuk menyerang adalah otak mengalami kekurangan oksigen. Diinfokan pada siang hari, 02 keotak sudah berkurang , dengan kurangnya oksigen diotak berkurang, hal lain yang membuat otak kekurangan oksigen adalah porsi makan yang berlebihan. Karena oksigen banyak digunakan untuk mengurangi asupan yang masuk ke dalam tubuh sehingga peredaran oksigen kurang merata.
- Kurang zat besi
Salah satu fungsi nutrisi adalah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Pendapat dari Rebecca Scritchfield. Makanan seperti daging merah, ayam, kacang dan telur akan mempengaruhi langsug kebutuhan energi harian. Menurut pengalaman dia, kaum hawa cenderung kurang zat besi, hal itu dapat diatasi dengan banyak mengkonsumsi telur, daging ayam, daging merahserta kacang.
Dari kesimpulan diatas dengan tersendatnya peran nutrisi membawa oksigen ke sel-sel tubuh mestinya membuat otak juga berkurang dalam suplai oksigen dan berakibatkan ngantuk.
- Kelas yang homogen (satu kelas laki-laki semua atau perempuan semua)
Mungkin ini juga sebagai salah satu penyebab ngantukan dikelas, karena timbulnya rasa bosan menghampiri diri anak-anak. Umumnya, pontren memisahkan kelas antara anak pria dengan perempuan. Maksudnya, Satu kelas berisi laki-laki atau sebaliknya. Kondisi seperti ini, dapat menjadikan hal biasa yang telah menjadi aib masing-masing, jadi tidak ada pikiran untuk mengecewakan lawan jenis, dan juga rasa malu maupun gengsi. Misalnya lebih leluasa untuk tidur sembarangan pada jam pelajaran karena taka da orang yang dia suka atau pioritas.
kondisi santri kelas yang homogen, dapat membuat santri tidak memiliki fikiran untuk tetap menjaga image ataupun mencari perhatian kepada lawan jenis. Menjadikan focus kepada pelajaran saja. Akibatnya, kebosanan menghinggapi pikiran. Ketika bosan berpengaruh kepada kondisi kurang gerak. Kurang gerak fisik membuat otak mengirimkan sinyal negative ke tubuh dan menyebabkan kantuk.
Demikianlah seorang santri yang selalu identik dengan kata ngantuk atau ngantukkan. Namun, hal tersebut dianggap biasa dan wajar. Bangganya seorang santri malah dianggap sebagai seorang yang ngantukkan. Seharusnya seseorang yang melihat santri ngantuk, ia menegurnya dan membangunkanya, tapi malah berkata ringan
“ohh,, santri toh, yah pantes ngantukkan”
komentar beberapa orang yang sering saya temui ketika mereka mengetahui bahwa yang terlelap adalah santri.
Ngantukkan dikelas sangat merugikan. Bagaimana tidak? Kita akan tertinggal pelajaran, uang orang tua yang dikeluarkan akan sia- sia dan melayang begitu saja. karena kehilangan waktu belajar yang seharusnya diikuti dengan seproduktif mungkin.
Untuk mengatasinya, berikut tips-tips mengenahi cara menghindari ngantuk yang memakan banyak waktu belajar :
- Berfikirlah ! karena dengan berfikir kita tidak akan mengantuk dan malas.
- Luangkan waktu untuk beristirahat.
- Jangan tidur terlalu malam. Agar pagi bisa bangun dengan keadaan segar.
- Perhatikan pola makan, jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan ringanyang tidak baik bagi tubuh.
- Ini yang sering disinggung yaitu ubah mindsed, jika terlanjur mengantuk, cari sudut pandang yang bagus, seperti melihat ekspresi teman-temanmu yang sedang berfikir menahan ngantuk tersebut.
- Mencari motivasi-motivasi agar mampu mamacu semangat belajar.
Ngantuk itu wajar yang tidak wajar adalah keseringan mengantuk, seperti analiis diatas ngantuk sangat merugikan bagi kita, terutama dalam hal belajar. Boleh mengantuk asal di waktu yang tepat dan masa yang telah diperbolehkan.
Sebagai santri yang berjiwa satria kita harus berjuang keras untuk menggapai cita-cita kita dengan cara menghindari hal sepele yang mengganggu kita, ingatlah tujuan dari rumah, dan berusahalah memperbaiki diri di pondok menjadi santri yang berbakti pada orang tua, bangsa dan negara.
Dapat disimpulkan untuk menjadi seorang santri berbakti, abdi, dan baik, kita harus menghilangkan rasa malas dan kantuk, toh, tidak ada ruginya untuk selalu belajar dan fokus dengan semua pelajaran diwaktu mengaji atau berdiskusi. kalo bukan santri, siapa lagi yang akan memimpin di masa depan nanti?.







