SEMARANG—Kelompok 135 KKN Reguler Dari Rumah Angkatan ke-77 mengadakan agenda Webinar Hari Santri setelah mengadakan agenda LombaHari Santri, dalam rangka memperingati Hari Santri Tahun 2021. Webinar ini terlaksana pada tanggal 29 Oktober 2021 menggunakan media Zoom Meeting.

Berada dalam kondisi yang masih dalam pandemi seperti ini, pembahasan-pembahasan mengenai Santri dirasa perlu diperbincangkan, sebagai refleksi Hari Santri. Di zaman yang akhir seperti ini, ternyata masih banyak para pemuda yang ugal-ugalan akitab kurangnya pengetahuan tentang agama dalam diri mereka. Maka Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 135 KKN RDR 77 UIN Walisongo, Pak Aunur pernah berkata pula kepada para mahasiswanya, “Harusnya memang Pendidikan Agama harus ditanamkan sejak dini dalam jiwa generasi Muslim Indonesia. Maka jika ada pemuda yang masih belum mengetahui tentang adzab, itu perlu kita bereskan, sebelum terlalu terlambat.”

Dalam memeriahkan acara ini, kelompok 135 telah mengundang Narasumber yang luar biasa, beliau adalah Ustadz Su’udut Tasdiq yang tak lain adalah pengasuh Pesantren Mahasiswa Pemuda Islam (PMPI) Semarang. Selain statusnya sebagai pengasuh, di sisi kesibukannya, beliau juga berprofesi sebagai Dosen Stebank Jakarta dan Guru Mulia SMP Alam Planet Nufo Rembang. Semua itu beliau lakukan karena, “Membaca dan mengajar adalah hobi saya,” tutur beliau.

Terdapat dua aspek besar yang ditekankan beliau untuk para santri yaitu kemandirian secara intelektual dan finansial. Santri harus bisa mandiri secara intelektual karena sejatinya ia diharapkan untuk bisa mentransfen ilmunya, baik yang berasal dari gurunya ataupun sumber lainnya yang pastinya harus diperhatikan pula kebenarannya.

Baca Juga  Bersama PKK Gajahmungkur, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Sulap Limbah Plastik Jadi Kerajinan Tangan

“Kemandirian intelektual yaitu ketika mendapati suatu masalah ia bisa menyelesaikannya dengan landasan ajaran yg diberikan oleh guru yang berasal dari pemahaman quran dan hadis, dan kemandirian finansial yg bercermin dr Rasulullah yg sangat kaya raya tetapi kekayaannya bukan utk kepentingan pribadi melainkan untuk berjuang dijalan Allah.” Kurang lebih seperti itu, kesimpulan yang diberikan oleh moderator, Ade Ahmad Baihaqi.

Harapan diadakannya webinar ini adalah supaya masayarakat tidak lagi memiliki pandangan yang keliru tentang santri karena berbagai mitos yang ada. Selain itu adalah sebagai bentuk refleksi peringatan hari santri, supaya semangat anak-anak muda, terkhusus santri, dapat memosisikan dirinya layaknya santri yang dapat diharapkan oleh agama, bangsa, dan negara.

Dia yang di Sana

Previous article

Peringati Hari Santri, Kelompok 135 KKN RDR 77 UIN Walisongo Semarakkan Gebyar Hari Santri di Kampung Pedurungan Kidul

Next article

You may also like

Comments

Ruang Diskusi

More in News