Tanggal 17 Agustus selalu punya makna istimewa bagi bangsa Indonesia. Di setiap sudut negeri, bendera Merah Putih berkibar gagah, mengingatkan pada perjuangan para pahlawan yang merebut kemerdekaan. Tak terkecuali di Desa Genting, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.
Pada Minggu, 17 Agustus 2025, suasana lapangan desa tampak meriah dengan semangat kebangsaan, ketika seluruh lapisan masyarakat, perangkat desa, hingga mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT 20 Posko 35, bersama-sama melaksanakan upacara pengibaran bendera.
Upacara ini diikuti oleh berbagai unsur: kepala desa beserta jajaran perangkatnya, tokoh masyarakat, warga desa, hingga mahasiswa KKN yang tengah mengabdi di Desa Genting.
Mahasiswa Posko 35 hadir lengkap, dengan semangat muda mereka yang menambah khidmat jalannya peringatan. Kegiatan inti berupa upacara pengibaran bendera merah putih, yang berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat.
Prosesi diawali dengan laporan pemimpin upacara, penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, hingga detik-detik proklamasi yang dibacakan dengan lantang.
Suasana hening menyelimuti lapangan saat lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dikumandangkan dan bendera pusaka dikibarkan. Semua rangkaian acara dipusatkan di Lapangan Desa Genting.
Tempat ini menjadi ruang kebersamaan masyarakat desa setiap kali momentum penting hadir.
Lapangan desa yang biasanya digunakan untuk olahraga dan kegiatan warga, seolah menjelma menjadi saksi kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam merayakan kemerdekaan.
Upacara dilaksanakan tepat pada Minggu pagi, 17 Agustus 2025.
Momen ini sekaligus menjadi bagian dari agenda nasional peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, di mana gema perayaan terasa hingga ke pelosok desa.
Partisipasi mahasiswa KKN MIT 20 Posko 35 dalam kegiatan ini bukan sekadar formalitas.
Kehadiran mereka menjadi wujud nyata keterhubungan antara dunia akademik dengan masyarakat.
Dengan ikut serta, mahasiswa tidak hanya belajar tentang pengabdian sosial, tetapi juga turut menghayati nilai kebangsaan dan kebersamaan.
Acara berlangsung penuh semangat dan kekompakan. Persiapan dilakukan bersama oleh perangkat desa dan panitia lokal, dengan mahasiswa KKN turut serta membantu jalannya rangkaian kegiatan.
Setelah upacara, suasana semakin meriah dengan ramah tamah sederhana yang mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat desa.







