TABLIGH AKBAR DI KENDAL, USTADZ NASIH: MENGHAFAL AL-QUR’AN TANPA ARTI BISA JADI BEBAN SEPANJANG KEHIDUPAN

Al-Qur’an adalah petunjuk bagi umat manusia. Tentu saja, petunjuknya hanya akan bisa ditangkap, kalau ayat-ayatnya dipahami, bukan hanya dibaca tanpa tahu maknanya. Paling awal dan minimal adalah makna literalnya.

“Dalam beberapa tahun terakhir ini, saya makin sering mengingatkan, orang tua boleh berambisi punya anak hafal al-Qur’an. Tapi jangan lupa, persiapkan anak untuk menguasai ilmu alatnya terlebih dulu, agar bisa mengerti artinya. Kalau hafalan al-Qur’an didahului arti, akan jadi inspirasi dan motivasi. Namun, jika tidak, salah-salah bisa jadi beban sepanjang kehidupan,” demikian kata Pengasuh Rumah Perkaderan dan Tahfidh al-Qur’an Monasmuda Institute Semarang, Dr. Mohammad Nasih, M.Si. dalam tabligh akbar dalam rangka peresmian Mushalla An-Nur di Desa Truko, Kangkung, Kendal.

Pengajar Ilmu Politik di Program Pascasarjana Ilmu Politik dan FISIP UMJ itu menjelaskan bahwa menghafalkan al-Qur’an bukan sekali jadi. Tapi setiap hari harus muraja’ah secara rutin, minimal sepekan sekali khatam. Kalau kalau tidak mengerti artinya, ini bisa jadi beban. Kalau mengerti artinya, bisa menjadi sangat menyenangkan. Sebab, isi al-Qur’an adalah ilmu, informasi, dan bentuknya bisa kisah-kisah yang sangat menarik. Ia mengajak para jama’ah untuk memberikan bekal kemampuan mengartikan arti sebelum anak dimasukkan program menghafalkan al-Qur’an. Bekal yang dimaksud adalah ilmu alat dasar berupa penguasaan bahasa Arab fushhah yang digunakan oleh al-Qur’an. Dan yang perlu diajarkan pertama kali adalah sharaf, karena bisa dihafalkan dengan bernyanyi sejak anak usia PAUD.

“Saya sudah membuktikan di PAUD Mellatena di Ngaliyan, Semarang sana. PAUD ini saya jadikan sebagai pembuktian atas keraguan teman-teman saya, karena merasa bahwa anak mereka tidak bisa. Saya bilang, anak siapa pun bisa. Tidak peduli anak ustadz atau anak bukan ustadz. Kita ini sama-sama anak Nabi Adam, ” demikian guraunya, yang disambut dengan gelak tawa hadirin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *