Ramadhan dan Berbagi

Bulan Ramadhan menjadi bulan yang spesial karena banyak yang menggunakan sebagai kesempatan untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Orang yang berpuasa saling berlomba-lomba untuk berbuat baik yang salah satunya dengan cara berbagi. Berbagai di bulan Ramadhan akan mendapatkan keberkahan dan kebaikannya akan dilipatgandakan.

Banyak cara untuk melakukan kebaikan bagi orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. Salah satu yang cukup popular adalah saling berbagi takjil, atau memberikan menu berbuka puasa. Semangat berbagi ini sejalan dengan Sabda Rasulullah Saw.: “Barangsiapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga” (H.R. Tirmidzi).

Banyak ditemui pemandangan di bulan Ramadhan orang-orang yang membagikan takjil di pinggir jalan menjelang magrib. Masjid yang ramai menjelang magrib diisi dengan berbuka puasa bersama. Bahkan sampai panti asuhan juga ramai diisi oleh orang-orang dermawan yang ingin buka puasa dan berbagi keceriaan bersama anak yatim.

Berbagi kebaikan di Bulan Ramadhan memiliki manfaat yang banyak. Secara faktual masih banyak orang-orang yang hidup dalam keadaan ekonomi lemah sehingga untuk memenuhi kebutuhan makanan saja sulit. Terkadang untuk berbuka dan sahur saja masih bingung, apakah bisa makan atau tidak.

Berbagi di Bulan Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk saling memberi agar setiap Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyu’. Mereka yang berlebih bisa membantu yang kekurangan. Sebaliknya yang kekurangan merasa terbantu, minimal tidak kebingungan lagi untuk sekadar berbuka.

Berbagi tidak selalu harus dengan jumlah yang besar. Berbagi dapat dimulai dengan nominal sesuai dengan kemampuan. Artinya, berbagi tidak harus menunggu kaya, karena kemauan dan kerelaan untuk berbagi itu yang lebih penting.

Alangkah idealnya apabila kemauan untuk berbagai tidak hanya berhenti di bulan Ramadhan saja. Kedermawanan di bulan Ramadhan, perlu diteruskan di bulan lain. Sebab para fakir miskin memerlukan uluran tangan dermawan tidak hanya di bulan Ramadhan.

Sedekah akan selalu dilipatgandakan pahalanya, meskipun di luar Ramadhan. Rasulullah Saw. telah memberikan jaminan bahwa “Harta tidak akan berkurang jika disedekahkan”. (H.R. Muslim). Bersedakah tidak akan membuat miskin, itulah garansi dari Rasulullah Saw.

Kemauan berbagi bagi orang yang berpuasa dapat melatih dan menumbuhkan solidaritas sosial antar sesama. Dengan berpuasa, menjadi tahu bagaimana pengalaman hidup orang-orang yang senantiasa hidup dalam ketiadaan dan keterbatasan makanan. Dengan berbagi, menjadi pelajaran dalam rangka mewujudkan social justice dan memperkecil angka kemiskinan dan kesenjangan ekonomi.

*Dikutip dari berbagai sumber.

Oleh: Dr. Al Hamzani, Dosen Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *