Planet NUFO Siap Menjadi Pesantren Kaderisasi

Baladena.ID – Pesantren dan Sekolah Alam Planet NUFO (Nurul Furqon) Mlagen, Pamotan, Rembang, Jateng makin eksis dengan akselerasi yang dilakukannya. Dengan motto “Berilmu, Berharta, dan Berkuasa”, seluruh NUFO Citizen bergerak dan bekerja keras untuk mewujudkan mimpi mereka menjadi sebuah komunitas yang “different and the best”. Lingkungan Planet NUFO didesain sedemikian rupa yang membuat para penghuninya, baik para santri dan para gurunya betah belajar dan bekerja dengan keras. Karena suasana yang demikian, belajar dan bekerja serasa sama saja dengan bermain. Memang banyak pelajaran yang dibuat dalam bentuk nyanyian dan permainan. Dengan demikian, para murid, terutama santri kecil (Sancil) merasa sedang hanya bermain, padahal sebenarnya mereka sedang belajar materi yang sangat penting. Di antaranya adalah pelajaran tashrif yang biasanya menjadi momok para santri karena dianggap sulit, dibuat sebagai nyanyian yang membuat mereka bergoyang dan bisa dikuasai dalam beberapa hari saja.

“Planet NUFO bertekad untuk menjadi lembaga pendidikan yang selalu mengembangkan metode pendidikan yang fun. Murid hanya akan mampu menguasai pelajaran apabila mereka menyukainya. Kami berusaha untuk membuat metode-metode baru yang membuat para murid mau mengerjakannya, tanpa diperintah. Bahkan mereka akan merasa tertantang atau penasaran untuk melakukannya. Kalau mereka sudah begitu, kami pun akan menjadi ringan dalam mengajar. Kalau dalam mengajar kita masih seperti mendorong mobil mogok, itu akan sangat berat sekali. Namun, kalau kita berhasil membuat mesin yang mati menjadi hidup dan bergerak sendiri, kita bahkan akan bisa menumpang,” terang Ustadz Rozaq, Kepala SMP Alam Planet NUFO.

Planet NUFO membuat sistem pendidikan yang holistik. Bukan hanya sains dan teknologi saja yang harus dikuasai oleh para muridnya, tetapi saintek itu harus berbasis kuat pada agama. Karena itu, di antara yang sangat ditekankan adalah menghafalkan al-Qur’an. Dan proses menghafalkan al-Qur’an harus didahului dengan mengetahui maknanya. Sebab, menurut Pengasuh Planet NUFO, Dr. Mohammad Nasih, yang juga pengajar di Pascasarjana Ilmu Politik UI dan FISIP UMJ, tingkat kesulitan menghafalkan al-Qur’an tanpa mengetahui maknanya, bisa sampai tujuh kali lipat.

“Jika mengetahui maknanya, kita akan mendapatkan pengetahuan baru, dan di antara pengetahuan baru dalam al-Qur’an itu akan membuat kita menjadi penasaran dan bahkan mendapatkan inspirasi yang bisa menjadi motivasi. Dengan isnpirasi dan motivasi itu, para murid akan menjadi orang-orang yang memiliki ‘tenaga dalam’. Inilah yang akan membuat mereka lupa makan dan tidur. Waktu mereka akan habis untuk membuntuti rasa penasaran dan mau belajar dan bekerja super keras. Karena itulah kami mendisain pembelajaran di sini tidak hanya seperti ‘mengisi bejana kosong’ saja, tetapi yang lebih penting juga ‘mengobarkan api’. Kalau api sudah berkobar, maka semuanya akan terbakar,” kata bapak lima anak yang juga pengasuh Rumah Perkaderan dan Tahfidh al-Qur’an Monasmuda Institute di Semarang ini.

Bacaan Lainnya

Untuk menopang semua aktivitas NUFO, ternyata perlu biaya yang tidak kecil. Hanya mengandalkan dari biaya bulanan para murid, tentu saja tidak cukup. Apalagi sebagian murid di Planet NUFO juga disubsidi. Karena itu, Planet NUFO mengembangkan usaha-usaha produktif dalam bidang peternakan dan pertanian yang diintegrasikan. Prinsip dalam usaha integrasi ini adalah akhir menjadi awal, sehingga terbentuk siklus yang tiada henti. Untuk urusan bisnis ini, Planet NUFO mempercayakannya kepada Ustadz Su’udut Tashdiq, yang juga lulusan S2 dari Shanghai China ini.

“Kami memelihara domba yang kotorannya menjadi pupuk organik untuk kebun sayuran. Dengan demikian, para murid bisa langsung belajar. Dan hasilnya bisa langsung mereka makan. Kami sudah membuat target, Planet NUFO sudah akan bisa menggratiskan biaya pendidikan di sini lima tahun yang akan datang. Kalau sekarang kan yang kaya masih bayar dan bisa dikatakan mahal kalau dibandingkan sekolah lain. Hanya anak-anak dari keluarga prasejahtera saja yang kami beri subsidi dan gratiskan. Namun, kami bertekad akan membangun Planet NUFO ini menjadi lembaga pendidikan gratis, agar kami lebih mudah membina para santri. Kalau masih bayar, yang merasa bayar ini kadang-kadang masih menunjukkan sikap yang mau seenak sendiri. Tapi kalau kami mampu menunjukkan bahwa kami melakukan semua ini benar-benar hanya untuk mendidik anak-anak mereka menjadi SDM unggul, maka tentu saja akan lebih mudah memberikan pengertian,” terang ustadz muda yang juga Wakil Rais Syuriyah PCI NU Tiongkok ini.

Dengan modal yang kuat ini, Planet NUFO bertekad menjadi pesantren atau lembaga pendidikan untuk melakukan kaderisasi kaum belia muslim. Mereka akan dididik dan dibina menjadi kader-kader yang mandiri secara intelektual dan finansial, sehingga bisa menjadi SDM yang independen. Mereka diharapkan menjadi manusia yang merdeka untuk melakukan apa saja yang mereka anggap sebagai kebenaran, sesuai pemahaman mereka kepada sumber ajaran Islam; al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad saw.. (AH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *