Sampah adalah suatu benda atau bahan yang sudah tidak digunakan lagi oleh manusia sehingga dibuang. Stigma masyarakat terkait sampah adalah semua sampah itu menjijikkan, kotor, dan lain-lain sehingga harus dibakar atau dibuang sebagaimana mestinya. Segala aktivitas masyarakat selalu menimbulkan sampah. Hal ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah akan tetapi juga dari seluruh masyarakat untuk mengolah sampah agar tidak berdampak negatif bagi lingkungan sekitar.

Permasalahan sampah merupakan masalah yang tidak akan habis, karena selama masih hidup akan tetap selalu meproduksi sampah. Produksi sampah selalu berbanding lurus dengan bertambahnya jumlah penduduk. Semakin bertambah banyak jumlah penduduk, semakin tinggi juga akan sampah yang diproduksi. Sampah seringkali dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu, jorok, bau, sulit untuk diurai menjadi tanah, mengganggu pandangan mata, mengganggu kesehatan dan bahkan penyebab banjir.

Ada berbagai macam sampah yang antara lain berupa limbah padat maupun limbah cair. Untuk itu, langkah awal adalah mengenali berbagai jenis sampah di lingkungan, kemudian mengklasifikasinya, mana yang masih bisa dipakai mana yang sudah habis pakai dan mana yang masih bisa diolah/didaur karena di dalam sampah sebenarnya tersimpan banyak kegunaan. Jika mau mengelola sampah dengan serius dan dengan cara yang baik dan benar dan bahkan professional maka sampah bukanlah masalah. Sampah bahkan dapat menghasilkan sesuatu yang dapat kita manfaatkan dan mendatangkan penghasilan (uang).

Secara sederhana sampah dalam rumah dapat bagi menjadi 3 kategori, yakni sampah beracun,seperti batere bekas, bola lampu bekas dan barang-barang yang mengandung zat kimia.Kemudian sampah padat yang tidak dapat diurai, seperti plastik, botol, kaleng, dsb.Dan terakhir barang-barang yang masih dapat diurai oleh tanah seperti sisa sayuran, daun-daun, dan sebagainya. Gaya hidup ramah lingkungan dikenal pula dengan semboyan 3R: Reduce, Reuse & Recycle. Artinya mengurangi tingkat kebutuhan akan sampah, menggunakan kembali sampah-sampah yang telah ada dan mendaur ulang sampah sampah yang telah terpakai.

Baca Juga  Bagaimana Negara Menghadapi Covid 19

Salah satu sampah yang dapat didaur ulang adalah plastik. Selama ini plastik yang telah tidak dipakai lagi dibuang begitu saja, yang akhirnya akan mencemarkan lingkungan. Meski limbah kertas termasuk limbah yang dapat diurai, akan tetapi membutuhkan waktu yang lama untuk menjadi tanah. Padahal limbah plastik dapat diolah menjadi beraneka barang kerajinan yang menarik dan bermanfaat serta bernilai jual tinggi karena memiliki tekstur dan warna yang beragam dan indah.Dari plastik daur ulang kita dapat membuat beraneka ragam kerajinan tangan. Cara pengolahan dan pembuatannya juga relatif mudah dan siapa saja bisa melakukannya.

Dalam hal ini kita akan membuat kerajinan botol bekas menjadi pot yang bisa dimanfaatkan bukan hanya untuk sebagai pot juga bisa untuk memperindah halaman rumah. Langkah yang pertama unuk memulai itu kami mengajak pemuda Desa Pantirejo khususnya pemuda rt 02 untuk menjadikan sampah plastik dalam bentuk botol bekas yang selama ini hanya menjadi sampah kita manfaatkan botol bekas untuk media pot. Selain menambah nilai kegunaan sampah botol plastik ini juga untuk membuat lingkungan bersih dan sehat tanpa sampah.

Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan praktek langsung. Dalam pelatihan ini diberikan beberapa kegiatan yang meliputi penyajian materi, dan praktik pembuatan karya seni sampah plastik oleh para instruktur yang berpengalaman dalam bidangnya (Aminudin, 2019). Adapun langkah yang ditempuh dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat ini mencakup beberapa tahap berikut ini:

  1. Persiapan Dalam tahap persiapan mengumpukan bahan-bahan untuk membuat pot dari bahan botol bekas, daiantaranya tali, cat/pewarna, botol bekas, benih kagkung
  2. Pelaksanaan Pelatihan Tahap ini merupakan tahap pelatihan yang diberikan kepada para peserta yakni pemuda rt 02 Desa Pantirejo Kecamatan Gabus Kabupaten Pati.Pelaksanaan pelatihan ini mencakup beberapa hal berikut.
  3. Penyajian Materi Materi yang disajikan terkait dengan pemanfaatan limbah sampah plastik menjadi produk yang berguna, dalam hal ini adalah sampah botol plastik.
  4. Penugasan Praktik Setelah mendapatkan teori, peserta akan diberi tugas praktik. Dalam tahap ini para peserta secara bersama-sama membuat kerjianan berupa pot dari bahan botol plastik bekas.
  5. Refleksi dan Penutupan Program Pengabdian Di akhir kegiatan peserta dan Tim melakukan refleksi hasil pelatihan dan para peserta juga memberikan evaluasi akan pelatihan ini. Setelah semua kegiatan yang telah direncanakan terlaksana kepada segenap peserta pelatihan untuk menerapkan apa yang telah didapatkan untuk memperkaya pembelajaran seni kerajinan tangan dari limbah sampah plastik dan agar menularkan kepada masyarakat memasyarakatkan seni kerajinan tangan dari limbah plastik kepada masyarakat luas.
Baca Juga  Alur Proses Menghafalkan al-Qur'an di Planet Nufo-Monash Institute Semarang

Kegiatan ini dilakukan dengan berkerjasama dengan pemuda Desa Pantirejo Kecamatan Gabus Kabupaten Pati,  tim pengabdian membuat kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 2 November 2020, dalam kegiatan pemanfaatan botol plastik bekas menjadi botol plastik ada beberapa tahapan:

  1. Mengajak pemuda Desa Pantirejo Kecamatan Gabus Kabupaten Pati untuk melaksanakan kegiatan pemanfaatan botol plastik bekas menjadi botol plastik pada tanggal 2 November 2020.
  2. Setelah pemuda desa berkenan selanjutnya pengumpulan bahas-bahan diantaranya: Botol bekas berukuran 1 liter, tali tampar berukuran 1 mili, cat/pewarna, solder, lem tembak, media tanam kompos dengan tanah perbandingan 1 banding 2, benih kangkung yang telah diperam dan siap tanam
  3. Langkah-langkah untuk membuat pot tanaman dari botol plastik itu sendiri cukup sederhana. Pertama, botol plastik bekas dibersihkan terlebih dahulu. Kedua, bagian atas botol plastic dilubangi membentu persegi empat menggunakan solder dan gunting. Ketiga, buat lubang pada kanan dan kiri botol untuk mengikatkan tali. Keempat, cat botol plastik sesuai keinginan kemudian keringkan. Kelima, susun botol plastik tersebut dengan tali yang diikatkan pada lubang di yang telah dibuat di kanan dan kiri botol. Keenam, masukan tanah pada botol plastik, lalu susun tanaman di atasnya. Ketujuh, gantungkan pot tanaman dari botol plastik bekas tersebut di tempat yang diinginkan.

Gambar 1. Pembuatan lubang sampai pengecetan (Sumber dokumetasi pribadi)

Gambar 2. Pengisian media tanam dan benih serta kangkung yang sudah besar (Sumber dokumentasi pribadi)

 

Gambar 3. Penggantungan hasil pemanfaatan botol bekas menjadi pot (Sumber dokumentasi pribadi)

Baca Juga  BPL HMI Cabang Semarang Mengadakan Senior Course Tingkat Nasional, Ini Proposalnya

Pelatihan ini bukan sebagai akhir akan tetapi menjadi awal memotivasi pemuda  untuk memanfaatkan sampah bekas menjadi barang-barang yang bernilai, setelah kegiatan ini berharap pemuda desa dapat mengolah sampah botol plastik yang ada disekitar menjadi bahan yang mempunyai daya guna.

 

Daftar Pustaka

Aminudin, Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Kerajinan Tangan Guna Meningkatkan Kreatifitas Warga Sekitar Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Jakarta, Vol. 2 No. 1 Februari 2019

Redaksi Baladena
Jalan Baru Membangun Bangsa Indonesia

Tradisi Ngupati Sapi

Previous article

Mengentaskan Buta Aksara Al-Qur’an

Next article

You may also like

Comments

Ruang Diskusi

More in Daerah