Orasi Ilmiah Ramaikan Dies Natalis FH USM Ke-33  

Semarang, Baladena.ID– Dalam rangka Dies Natalis ke 33, Fakultas Hukum Universitas Semarang (FH USM) menyelengggarakan kegiatan Orasi Ilmiah. Kegiatan ini diselengarakan pada Rabu 24 Juni 2020 yang bertempat di ruang sidang FH USM. Kegiatan yan melibatkan civitas akademika FH USM dan Alumni FH USM live streaming ini berjalan dengan kidmat.  Dalam kegiatan tersebut, Dekan FH USM B. Rini Heryanti, S.H., M.H. menyampaikan laporan perkembangan FH USM yang saat ini sedang banjir prestasi.

“Saat ini, FH USM telah terakreditasi A dan berbagai prestasi lainnya, baik di bidang akademik maupun non akademik telah diraih oleh dosen dan mahasiswa,”tuturnya.

Rektor USM Andy Kridasusila, S.E., MM berharap keunggulan yang selama ini telah ada di FH USM harus dipertahankan.

“Keunggulan ini harus terus dikembangkan, sehingga menjadi inspirasi bagi fakultas lainnya untuk melakukan tata kelola fakultas yang baik (Good Faculty Governance),” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Ketua Pengurus Yayasan Alumni UNDIP sekaligus pembina FH USM Prof. H. Abdullah Kelib mengajak kepada civitas akademika FH USM untuk terus meningkatkan kualitas sumberdaya manusia

“Melalui peningkatan jabatan akademik maupun jabatan fungsional, kita dapat meningkatkan kualitas SDM sekaligus mengharapkan agar FH USM mampu untuk membuka Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Semarang(PDIH USM),’ ajaknya.

Orasi ilmiah yang disampaikan Dr. Amri Panahatan Sihotang, S.S., S.H., M.Hum menitik beratkan kepada eksistensi masyarakat hukum adat untuk bersama-sama pemerintah memerangi Covid-19.

“Diharapkan sinergi pemerintah dengan masyarakat hukum adat diharapkan mampu untuk mengurangi penyebaran di Indonesia. Peran masyarakat dalam hal ini dengan melibatkan tokoh-tokoh adat, kepala desa adat dan tokoh agama yang dihormati masyarakat adat setempat saling bersinergi dengan pemerintah,” ujarnya.

Selain itu, Dr. Amri Panahatan Sihotang, S.S., S.H., M.Hum mengingatkan untuk menjaga alam dan melestarikannya

“Bencana ini muncul sebagai bagian kecil ulah manusia yang mulai meninggalkan alam sebagai bagian dari kehidupannya,” pungkasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *