Mengundang Mahasiswa dan Sarjana Sains dan Teknologi Mendalami al-Qur’an

Monash Institute Semarang memiliki semangat yang sangat besar untuk merealisasi gagasan reintegrasi sains dan teknologi ke dalam Islam. Sebab, Islam sejatinya adalah agama yang mencakup semua. Termasuk di dalamnya ada ajaran dan inspirasi untuk pengembangan sains dan teknologi.

Namun, akibat paradigma yang tidak benar, sains dan teknologi seolah tidak memiliki kaitan sama sekali dengan Islam.

Paradigma keliru itulah yang menyebabkan umat Islam menjadi “ilmuan pincang”. Maksudnya, mereka yang menguasai bahasa kitab suci, tidak menguasai sains dan teknologi.

Sebaliknya, mereka yang menguasai sains dan teknologi, walaupun memeluk Islam, tetapi pemahaman kepada Islam tidak mendalam. Keislaman mereka paling jauh hanya sebagatas menjalankan ibadah wajib. Namun, pengembangan peradaban berbasis sains dan teknologi seolah-olah tanpa panduan Islam.

Bacaan Lainnya

Karena itulah, Monash Institute mengundang mahasiswa dan sarjana dengan disiplin sains dan teknologi untuk memperdalam Islam. Di Monash Institute akan dilakukan barter ilmu.

Para mahasantri dan ustadz/ah di Monash Institute Semarang yang pada umumnya telah menguasai dengan baik al-Qur’an dan hadits akan menyiapkan diri untuk bersinergi dalam belajar bersama-sama. Masing-masing akan berbagai ilmu sesuai dengan disiplin masing-masing. Program ini akan dimulai pada 15 Agustus 2020.

Peminat bisa menghubungi pengasuh rumah perkaderan dan tahfidh al-Qur’an Dr. Mohammad Nasih di 081380746417.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *