Makna da Pembagian Kalam

*Makna Dan Pembagian Kalam*

Sebagaimana dimaklumi bersama, bahwa dalam sehari-hari tanpa sadar kita menggunakan ‘kalam’ sebagai alat komunikasi dan berinteraksi sesama, lebih jauh lagi dalam mencerna sebuah ilmu pengetahuan. Dalam khazanah bahasa cakupan ‘kalam’ sangat luas, dengan demikian perlu batasan yakni menurut pandangan para ahli nahwu saja. Sebagai gambaran luasnya ‘kalam’ dalam khazanah bahasa, ada 4 katagori. (1) kalam bil lisan (2) kalam bil isyarah, (3) kalam bil af’al (4) kalam bil hal. Keempat-empat objek kajian ini tidak berkaitan dengan subjek yang dikaji sekarang ini.
ما هو الكلام؟
Apakah yang dimaksud dengan kalam ?
Pertanyaan ini memberitahu kita akan dua objek, yaitu objek bahasa dan objek ilmu bahasa. sebagaiman dimaklumi bersama bahwa maksud ahli bahasa disini adalah para ahli semiotika, semantik dan bahasa kamus leksikal atau sejenisnya. Dan soalan diatas tidak perlu dijawab, karena penulisnya sudah menyediakan jawabannya. yakni الكلام له معنيان (kalam mengandungi dua makna, masing-masing adalah makna bahasa dan makna ilmu bahasa. Misalnya bunyi-bunyian musik atau tari-tarian. Walaupun bunyi mengndungi makna, contohnya orang mengetuk pintu (tok…tok..) mempunyai maksud ‘ingin berjumpa’ tetapi oleh ahli ilmu bahasa tidak diakui adanya. Sebabnya apa ?. ini juga tidak perlu dijawab oleh kita-kitanya, karena penulisnya sudah memberikan kayu ukurnya (pelanggerahannya) yaitu :
ـ أن يكون ملفوظا بالفم البشري.
ـ أن يكون مركبا
ـ أن يكون مفيدا
أن يكون بالوضع العربي.

Komposisi Empat dalam Satu (four in one). Maksud empat dalam satu disini adalah terjemahan kasar untuk menggambarkan ungkapan
الْكَلاَمُ هُوَ اللَّفْظُ الْمُرَكَّبُ الْمُفِيْدُ بِالْوَضْعِ
(Kalam ialah (1) lafazh yang (2) tersusun rapi, (3) memberikan kefahaman, (4)sengaja disampaikan”.
Komposisi pertama
ـ أن يكون ملفوظا بالفم البشري.
diucapkan melalui lisan manusia hidup, yang memberi kefahaman kepada kita bahwa sumber lafadz tersebut bukan berasal dari sumber suara hewan, bunyi atau sejenisnya.
Komposisi kedua
ـ أن يكون مركبا
dengan bahasa yang tersusun rapi, (susunan katanya bersambung antara paragrap satu dengan paragrap berikutnya juga kait-mengkait antara alinea satu dengan alinea berikutnya).
komposisi ketiga
ـ أن يكون مفيدا
dapat dimengerti serta difahami oleh sesiapa saja yang mendengar dan
komposisi keempat
أن يكون بالوضع العربي
ucapan tersebut disampaikan dengan sadar (sengaja) bukan dalam keadaan tidur ataupun hilang akal. العربي selanjutnya penulisnya memberi penekanan bahasa yang digunakan merupakan bahasa arab saja.
penjelasan
tujuan dari pelajaran ini sebenarnya cukup baik. karena mengajak kita menggunakan bahasa yang tersusun rapi dan baik, mengajar kita memahami apa-apa yang kita sampaikan kepada orang lain serta sebagai pendengar (audence) juga faham mesej yang diterimanya yang juga tidak kalah pentingnya adalah berbudi bahasa.
معناه ملفوظا بالفم البشري
(maksud disampaikannya lafazh tersebut melalui lisan manusia, yaitu lafadhnya mengandungi abjab arab (huruf hijaiyyah) misalnya ;
عبدُالله، عبدُ الرحمان، أحمد، يُسرى، فاطمة، زينب
dan seterusnya). Sedangkan maksud perkataan
أن يكون مركبا
(hendaknya tersusun rapi) yaitu :
أي مؤلفا من كلمتين أو أكثر
(yang dimaksud susunan lafadznya terdiri dari dua perkataan atau lebih, penulisnya memberi contoh, misalnya perkataan
.سعيدٌ مسافر
atau
عائشة مجتهدة
(said itu musafir atau ‘aisyah perempuan yang rajin (mengenai sinonim dan antonim kata ‘musafir’ atau ‘mujtahidah’ silahkan merujuk kamus bahasa. t.kasih)
Selanjutnya, yang dikehendaki dengan makna ‘mufid’ dalam konteks ini
ومعناه مفيدا: أي لا بد أن يفهم السامعُ شيئا ما قاله المتكلم،
yaitu pendengar (audence) memahami serta mengerti apa-apa yang diinginkan, dikehendaki, dimahui oleh si pembicara. Penulisnya memberi contoh
لو قلتَ
(kalau katamu) maka selaku pendengar akan tertanya-tanya..’apa yang ia sampaikan (dikatakan)??’ dengan demikian menimbulkan ketidak fahaman bahkan akan salah faham miss understanding.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *