Mahasiswa KKN Ikut Serta Budidaya Metode Hidroponik bersama Petani Muda Desa Jragung

Semarang – Bercocok tanam dengan sistem hidroponik semakin digemari banyak orang, tak perlu lahan luas, cukup mengandalkan styrofom dan pipa peralon untuk menghasilkan kualitas yang bagus dan segar. Hidroponik sendiri merupakan sistem bertanam dengan menggunakan media air dan tambahan nutrisi.

Hidroponik merupakan teknik menanam dengan memberdayakan air dan tanpa menggunakan tanah. Komunitas hidroponik dikota Demak terus eksis meski pandemi masih berlangsung, selain

itu juga merambah kelahan bisnis. Mereka kemudian membuat suatu wadah komunitas hidroponik Demak (KHD).

Kegiatan tersebut diikuti oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif  Terprogram Dari Rumah (KKN MIT DR) Angkatan Ke XI UIN Walisongo Semarang,(13/1/2021) Belajar Bersama Mengenai Tanaman Metode Hidroponik.

 

Mahasiswa KKN kelompook 08 ikut serta poelatihan hidroponik bersama mas manto didesa Jragung

Pelatihan tersebut didampingi oleh mas Manto (salah satu petani muda penggerak hidroponik). Beliau memulai dari hobi menanam hidroponik sejak tahun 2017.

“ saya mulai menanam dengan memanfaatkan pakai botol aqua bekas,lalu saya potong menjadi dua bagian. Kemudian ditahun 2018 dan 2019 saya berkecimpung dikonvesional.nah…pas 2020 saya mulai menggunakan pompa aquarium dan instalasi yang pake pipa peralon dan alhamdulillah panen dengan hasil yang bagus”. Ujar mas Manto

Adapun bahan yang diperlukan dalam melakukan hidroponik antara lain wadah bak air kecil dan net pot. Kemudian rockwool, kain flanel, penutup plastik impraboard, benih sayur, air dan nutrisi hanya sebagai contoh dari pemasangan hidroponik sederhana. Perkakas tersebut dapat digantikan dengan bahan-bahan lain seperti bekas bungkus air mineral gelas, kain bekas atau ember dan lainnya.

“Jenis benih-benih yang digunakan berkualitas, karena berpengaruh pada daya tumbuh hingga 95%, Selain mudah penerapannya, hasil panen menggunakan hidroponik juga aman untuk dikonsumsi”. Tambah mas manto

Menurut Mas Manto, acara pelatihan ini bertujuan untuk mempertahankan ketahanan pangan rumah tangga mandiri. Harapannya, dapat dilakukan dan dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari khususnya kebutuhan pangan.

Selain itu ada berbagai kendala yang dialami mas manto selaku pelaku hidroponik, terutama di harga pasaran. tiap hari mas manto merima pesanan sehari 1 kg baik dari konsumen Langsung maupun pengepul lainnya. Tak hanya itu, mas manto juga ingin menambah instalasi dekat rumahnya.

Setelah selesai pelatihan metode hidroponik, Nugroho Perwakilan Mahasiswa KKN MIT DR menyampaikan rasa  terima kasih kepada Mas Manto atas ilmunya. Pelatihan hidroponik sangat bermanfaat karena dapat mengisi waktu senggang teman-teman semua.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *