Pertemuan terakhir ruh dengan Tuhan sebelum diturunkan ke bumi. Terjadi sebuah percakapan diantara para ruh.

“Aku jadi gak sabar, siapa ya nanti orang tua ku?”

“Kata Tuhan kita akan diturunkan di negara yang berbeda beda.”

“Kalau itu tidak jadi masalah, semua negara kan baik.”

“Negara itu apa sih?”

“Negara itu rumah. Aku berharap mendapatkan PS5 saat lahir nanti.”

Roh Kudus datang menghampiri para ruh.

“Sudah waktunya, ayo bergegas,” ajaknya.

Mereka pun diturunkan ke bumi. Roh Kudus membagi mereka ke berbagai negara.

Satu ruh turun dan lahir sebagai bayi.

“Selamat, Bu. Anak Ibu laki laki. Ini kunci rumah. Anda berhak mendapatkannya,” kata Dokter yang nampak bahagia.

“Mama kita dimana?” Tanya bayi.

“Kamu di Qatar, Nak”.

Bayi kedua lahir di negara berbeda.

“Alhamdulillah, marhaban. Anda dan anak anda berhak mendapat tunjangan kesehatan selama seumur hidup,” kata Dokter.

“Mah kita dimana?”

“Ini Saudi Arabia, Nak.”

Bayi ketiga lahir di negara berbeda.

“Duh haus,” kata bayi.

“Nih kamu dapat susu gratis sampai kamu cukup umur,”

“Terus anak saya dapat apa lagi, dok?” Tanya Ibu.

“Coba saya lihat dulu. Hmmm anak anda mendapatkan biaya sekolah gratis sampai sarjana. Selamat,” kata Dokter

“Wah beruntung sekali kamu nak lahir di negara Brunei Darussalam.”

Bayi terakhir lahir di negara berbeda.

“Huhuhu..hiks hiks,” sang Ibu menangis.

“Ibu, apakah kau sangat bahagia akan kehadiranku hingga kau menangis terharu?” Kata sang bayi memeluk Ibu nya.

Baca Juga  Refly Harun: Bima Arya Dicatat Sejarah Penjarakan Habib Rizieq

“Tidak, bodoh! Kau lahir berarti kau menanggung hutang negara sebanyak 20 juta. Belum lagi biaya bersalin yang mahal, hiks hiks,” kata Ibu sambil menangis sesenggukan.

“Sabar, Bu,” kata Dokter. “Ini jumlah uang pajak lahiran yang harus dilunasi hari ini, Bu,” lanjutnya.

“Omaygat, kita dimana ini?”

“Wakanda, Nak.”

Dirgahayu Indonesiaku🇲🇨🇲🇨🇲🇨

Alweebee
"Aku telah jatuh cinta dengan deretan kota yang sering ku datangi dan pada orang yang sering ku temui"

    Menakar Kembali Gotong Royong dalam Kemerdekaan ke 76

    Previous article

    Refleksi Kemerdekaan Indonesia: Solidaritas Anak Vespa

    Next article

    You may also like

    Comments

    Ruang Diskusi

    More in News