Perempuan Sehat, Keluarga Kuat: Muslimat NU Pringsari Fokus pada Kesejahteraan Mental di Usia Emas

kesehatan mental perempuan lansia

Kab. Semarang, 27 Juli 2025 — Sebuah pertemuan penuh makna dan inspirasi digelar oleh Muslimat NU Ranting Pringsari di Masjid Baitul Muttaqin, Desa Pringsari, Kecamatan Pringapus Kab. Semarang, pada Bulan lalu.

Dengan tema “Kiat Mewujudkan Kesejahteraan Mental di Usia Emas,” acara ini bukan sekadar ajang silaturahmi.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah edukasi penting yang mengangkat isu kesehatan mental bagi perempuan lansia, sebuah topik yang kerap luput dari perhatian masyarakat umum.

Kehadiran puluhan anggota Muslimat NU dan warga sekitar menandai antusiasme yang tinggi. Mereka datang untuk menggali wawasan dan belajar strategi menjaga kesehatan mental agar di usia emas tetap berdaya, bahagia, dan produktif.

Narasi tentang kesehatan mental ini disampaikan oleh dua narasumber berkompeten, yaitu Ibu Puji Purwaningsih, S.Kep., Ns., M.Kep., serta Ibu Istiqomah, S.Tr.Keb., BdN.

Melalui sesi yang interaktif dan penuh empati, Puji dan Istiqomah menekankan betapa pentingnya menjaga kondisi mental perempuan di masa lansia, sebab kesejahteraan mental berdampak langsung pada kualitas hidup, hubungan keluarga, serta kontribusi sosial di lingkungan sekitar.

“Usia emas bukanlah akhir dari produktivitas dan kebahagiaan, Perempuan harus terus merasa berguna, tetap bahagia, dan mampu menjaga kesehatan mental agar menjadi pribadi yang kuat baik secara spiritual maupun emosional. Dengan demikian keluarga akan menjadi lebih tangguh dan harmonis” ujar Puji Purwaningsih di hadapan peserta.

Salah satu poin penting yang dibahas dalam kajian adalah bagaimana praktik-praktik sederhana seperti menjaga hubungan sosial, melakukan aktivitas fisik ringan, rutin beribadah, serta berkegiatan positif dapat sangat efektif dalam menjaga keseimbangan mental.

Ibu Istiqomah menambahkan bahwa dukungan keluarga dan komunitas sangat krusial untuk membantu perempuan lanjut usia mengatasi rasa kesepian atau stres yang mungkin muncul.

Acara yang dipandu dengan hangat oleh Novi, MC perempuan muda dari komunitas Muslimat, turut menghadirkan momen spiritual dan kekeluargaan. Dengan dimulainya kajian oleh pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Indah, suasana semakin khidmat dan penuh ketenangan.

Sejumlah sesi tanya jawab juga berlangsung, membuktikan antusiasme peserta untuk menggali pemahaman dan saling berbagi pengalaman.

Dalam sambutannya, Ketua Muslimat NU Ranting Pringsari Ibu Rahayu Widjiastuti Gustomo menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberdayakan perempuan, khususnya di usia lanjut, agar memiliki kualitas hidup yang lebih baik secara mental dan spiritual.

“Melalui kajian ini, kami berharap anggota dan warga sekitar semakin sadar akan pentingnya kesehatan mental sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Refleksi dari peserta pun menunjukkan dampak positif kajian ini. Ibu Sikhatun Seorang anggota Muslimat yang juga lanjut usia menyatakan, “Saya merasa lebih semangat setelah mengikuti kajian ini. Saya jadi mengerti bahwa merawat kesehatan mental itu sama pentingnya dengan merawat fisik. Ini membuat saya ingin lebih aktif dan bersosialisasi,” ujarnya.

Kajian seperti yang diadakan Muslimat NU Ranting Pringsari menjadi contoh konkret bagaimana komunitas lokal dapat mengambil peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan mental masyarakat, khususnya perempuan usia lanjut. Di

tengah tantangan kehidupan modern, upaya menjaga kesehatan mental perempuan lansia dapat memperkuat fondasi keluarga dan menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli.

 

Muhammad Miftahul Khoir

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *