Kesehatan Mental dalam Perspektif Psikologi Humanistik

Dalam beberapa waktu terakhir, kena mental menjadi salah satu istilah yang sering muncul di media sosial. Dalam bahasa gaul, kena mental artinya kondisi seseorang yang sedang terpuruk karena suatu hal.

Istilah tersebut juga merujuk pada perasaan saat emosi terganggu karena hal-hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Misalnya, karena merasa takut, terkejut, sedih, dan lain-lain.

Psikolog klinis dewasa Jennyfer, mengartikan “kena mental” sama dengan mental breakdown yang menggambarkan seseorang yang tidak fokus atau terdistraksi atau menjadi ciut karena secara emosional seakan-akan seperti “terserang” sebuah kejadian.

Mulanya, istilah kena mental berasal dari percakapan yang dilontarkan antarsesama gamer. Mereka mengucapkan “kena mental” kepada lawan main saat penantangnya tersebut terlalu sering mati atau kalah duel dalam permainan.

Namun, kini istilah kena mental tidak hanya digunakan oleh para gamer, tetapi juga netizen secara umum. Berikut beberapa contoh penggunaan istilah kena mental dalam percakapan sehari-hari di media sosial.

Lalu apa yang harus dilakukan saat sedang kena mental atau mental breakdown?

Kesehatan Mental

Kesehetan mental atau yang sering disebut juga dengan Mental Hygiene. Kata mental sendiri berasal dari bahasa Yunani yang memiliki persamaan dengan kata psyche yang artinya kejiwaan, jadi mental hygiene ialah mental yang sehat. Menurut WHO sendiri pengertian kesehatan mental yaitu kondisi sejahtera, dimana individu tersebut sadar akan kemampuan yang dimiliki, dengan begitu individu tersebut kepada kelompok masyarakat dapat berkontribusi serta dapat bekerja secara produktif (WHO, 2013). Sedangkan menurut Zakiah Darajat , kesehatan mental merupakan terlaksananya keselarasan dari fungsi-fungsi kejiwaan dan terbentuknya penyesuaian diri antara diri sendiri dengan lingkungan di masyarakat, yang bertujuan untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat dengan berlandaskan keimanan dan ketaqwaan (Susilawati, 2017). Kemudian ia juga menekankan bahwa kesehatan mental adalah suatu kondisi seseorang yang terhindar dari gejala neurose (gangguan jiwa) dan gejala psychose (penyakit jiwa). Meskipun sekilas terlihat sama, namun perlu diketahui bahwa gangguan jiwa berbeda dengan penyakit jiwa pada manusia.

Dengan demikian dapat disimpulkan, kesehatan mental adalah suatu kondisi seseorangseseorang berpotensi dalam berkembang di semua aspek perkembangannya, mulai dari aspek fisik, psikis, maupun emosional yang optimal yang selaras dengan perkembangan orang lain, sehingga ia dapat berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya. Interaksi disini bisa berupa penyesuaian diri individu dimana ketika dihadapkan dengan lingkungan baru atau dengan orang-orang yang baru maka individu yang memiliki mental yang sehat ia dapat dengan cepat menerima serta berperan aktif dalam keadaan disekitarnya terutama ketika individu tersebut dihadapkan dengan masalah, maka dalam penyelesaiian menggunakan cara yang wajar serta tidak merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Contohnya pelajar atau mahasiswa yang memiliki mental yang sehat ketika ia tidak lulus ujian, maka cara yang tepat adalah dengan mengintropeksi dirinya dan mencari hal-hal apa saja yang membuat ia tidak lulus, yang kemudian hari akan dilakukan suatu perubahan dan belajar dari hal yang kurang untuk menjadi lebih baik lagi.

Menurut Mahdud, dkk (2015) Individu yang memiliki mental tidak sehat tidak terlepas
dari adanya beberapa faktor yang menyebabkan kesehatan mentalnya terganggu berikut
beberapa faktor penyebabnya:
1. Faktor eksternal, seperti, faktor status ekonomi yang rendah, adanya tekanan dari
lingkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat.
2. Faktor internalnya, seperti kurangnya kematangan dalam menghadapi problem hidup,
kondisi psikologis yang tidak seimbang dalam berfikir, kepribadian, serta keyakinan
dalam beragama.

Teori Humanistik 

Berbicara mengenai teori Humanistik Abraham Maslow, berbeda dengan teori psikoanalisa Sigmund freud yang memandang manusia hanya dari pikiran-pikiran dan lebih fokus kepada alam bawah sadar, freud mengumpamakan manusia seperti fenomena gunung es yang tampak pada dirinya hanya 10% selebihnya berada di alam bawah sadar. Dalam hal ini sudah sangat jelas bahwa teori psikoanalisa menyebutkan kesehatan mental individu sangat dipengaruhi oleh alam bawah sadar, manusia terdiri dari Id, Ego, dan superego yang ketiganya harus seimbang dalam proses pelaksanaannya, ketika tidak seimbang maka individu tersebut bisa mengalami berbagai macam masalah (Yurisca, 2018). Untuk mengetahui alam bawah sadar bisa menggunakan teknik analisis mimpi dengan teknik tersebut akan nampak apa saja keinginan atau hasrat yang tidak diperlihatkan sebelumnya.

Dalam diri individu terdapat dua hal yang menjadi dasar asumsi oleh Maslow, yaitu : 1) suatu usaha yang positif untuk berkembang, serta 2) kekuatan guna melawan serta menolak perkembangan itu (Khusnul, 2017). Teori yang paling terkenal dalam dirinya adalah teori hirarki kebutuhan., menurut dirinya manusia terdorong agar memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan-kebutuhan ini memiliki tingkatan mulai dari yang paling bawah atau dasar hingga ke yang paling tinggi. Dalam teori ini juga dijelaskan bahwa semakin tinggi atau semakin besar kebutuhan manusia maka diperlukannya kesungguhan dalam meraihnya (Endang). Menurut Maslow, hirarki kebutuhan dimulai dari yang terendah yaitu : 1) Filosofis, 2) Rasa Aman, 3)Cinta dan Rasa memiliki, 4) Harga diri, 5) Aktualisasi diri (Santrock, 2009).

1. Kebutuhan Filosofis (Physiological Need)

2. Kebutuhan Rasa Aman (Safety Need)

3. Kebutuhan untuk Diterima (Social Need)

4. Kebutuhan Untuk dihargai (Self Esteem Need)

5. Kebutuhan Aktualisasi Diri (Self Actualization)

Implementasi Teori Humanistik Dalam Meningkatkan Kesehatan Mental

Dalam kehidupan berbangsa dan negara Humanistik dapat dikaitkan dengan Pancasila, yaitu sila k -2 yang berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, dalam hal ini terdapat kata manusia dan kemanusiaan yang mengandung makna Humanistik (Muhammadin, 2017). Dalam penerapan humanisme sila ke dua sangatlah berperan dimana setiap waga negara Indonesia harus saling menghormati tanpa membeda bedangan baik dari kekurangan dan kelebihannya, berpegang pada norma-norma, serta mendapatkan kehidupan yang layak, hal tersebut dapat meningkatkan kesehatan mental baik individu maupun banyak orang. Selain itu, humanistik memandang manusia seutuhnya. menurutnya manusia merupakan makhluk yang berpotensi untuk mengekspresikan kemauannya serta manusia dapat bertanggung jawab dengan pilihannya. Menurut Maslow (dalam Budi dan Nurul, 2019) Manusia terdiri dari 5 kebutuhan dasar yang harus dipenuhi atau disebut juga dengan hierarki kebutuhan. Dalam pemenuhan kebutuhan manusia tidak bisa langsung naik ke tingkat atas melainkan ia harus berusaha tahap demi tahap dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Semakin tinggi kebutuhan dasarnya maka akan semakin besar tantangan dan tanggung jawabnya.

Menurut Maslow (dalam Diana, 2019) semua manusia itu unik, mempunyai bakat, kreatif, dan mempunyai pilihan sendiri. hal ini berhubungan dengan mau berusaha atau tidak manusia tersebut untuk mencapai tahap aktualisasi diri. Berbicara mengenai individu yang sehat mentalnya maka teori humanistik memandang dari keyakinan bisa memahami potensi diri sendiri yang akan membantu untuk menghadapi kenyataan yang ada pada hidupnya karena individu tersebut bisa berkembang dalam rangka mengaktualisasikan dirinya. Namun jika individu tersebut belum bisa berkembang dan mengaktualisasi diri untuk menghadapi tantangan maka dia masuk kedalam individu yang mengalami gangguan mental.

Dalam Islam sendiri pandangan tentang gangguan kesehatan mental juga tidak jauh berbeda dengan pandangan menurut ahli psikologis lainnya (Risdawati, 2020). Pada dasarnya manusia terdiri dari dua unsur yaitu unsur jasmani maupun unsur rohani yang keduanya harus dipenuhi untuk menciptakan kesehatan secara utuh. Unsur jasmani manusia bisa didapat dengan cara makan, minum, olahraga yang nantinya akan berpengaruh terhadap kesehatan fisiknya, namun untuk unsur rohani nya bisa di dapat dalam pemenuhan kebutuhan batin seperti, shalat, zikir, membaca Al-quran, puasa. Dengan demikian manusia tidak bisa terlepas dari ajaran agama. Agama menjadi salah satu terapi dalam Islam untuk menangani kesehatan mental seperti yang sudah dijelaskan di dalam ayat-ayat Al-quran: (QS An-Nahl 16:97) dan (QS Ar- Ra’ad 13:28 )pada kedua ayat tersebut ditujukan kepada laki-laki maupun perempuan yang mana ketika diantaranya memiliki keimanan dalam hati dan mengingat Allah maka mereka akan mendapat ketentraman jiwa. Oleh karena itu peranan agama dapat membantu manusia dalam menumbuhkan kesehatan mentalnya dan mencegahnya dari penyakit gangguan jiwa serta mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun diakhirat (Purmasyah, 2013).

Dalam Islam dituntun juga untuk menjunjung tinggi hubungannya dengan Tuhannya, sesamanya, dan juga alam semesta. Selain itu juga peranan agama Islam juga sangat membantu manusia dalam mengobati dan mencegah gangguan jiwa serta menjaga dan membina kesehatan mental manusia hingga dapat mengerjakan perinta Tuhannya dengan baik.

Teori Humanistik sangat relevan dala kehidupan kita. Perkembangannya sangat memengaruhi dalam kehidupan manusia untuk terus menggali potensi-potensi dalam diri seseorang, hingga perlu kita sampaikan perlunya tindakan penelitian lanjutan yang mampu memberikan energi positif pada manusia.

Dalam hasil penelitian juga Agama Islam, Teori Humanistik, dan Kesehatan mental sangatlah berkaitan, dimana Islam adalah agama yang benar dan mengajarkan segala sesuatu dengan adab kepada manusia, kemudian teori humanistik adalah teori yang ditunjukkan kepada manusia, manusia memiliki dua kesehatan yaitu kesehatan secara lahi dan bathin. Dimana kesehatan bathin itu terkait kesehatan jiwa yaitu mental.

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *