Pandemi Covid-19 terus meningkat dengan keadaan yang makin banyak terpapar kasus positif Covid-19. Menurut data dari worldometers.info. total kasus Covid-19 kini mencapai angka 210.784.690 per Agustus 2021. Sebanyak 4.416.088 orang meninggal dunia dan 188.723.346 lainya sembuh dari virus yang berbahaya ini.

Berbagai cara pun dilakukan oleh masyarakat untuk melawan pandemi Covid-19. Mulai dari mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer hingga mewajibkan untuk memakai masker. Ada berbagai masker yang perlu diketahui agar tepat dana man bagi diri sendiri ataupun orang lain.

Adapun masker yang perlu diketahui dan dapat kita pilih pemakaiannya setidaknya ada 7 jenis masker. Betapa pentingnya memakai masker untuk menghindari virus yang saat ini sudah menjadi pandemi hingga memasuki tahun kedua.

  1. Masker Buff

Masker jenis ini sering kita jumpai di penjual yang ada di pinggir jalan. Masker Buff ini biasanya sering dipakai oleh para pengendara motor. Harganya pun reatif terjangkau, mulai dari Rp. 10.000 sampai Rp. 20.000. masker ini terbuat dari kain dan mudah dicuci serta dapat dgunakan berulang kali. Akan tetapi masker buff ini hanya bisa mencegah debu yang berukuran besar. Oleh karena itu masker jenis ini tidak efektif untuk menghalau partikel atau zat yang ukurannya sangat kecil. . Selain itu apabila cara mencucinya tidak benar, masker kain akan lebih berisiko menjadi sarang bakteri yang dapat membuat terserang penyakit.

  1. Masker Kain

Masker Jenis kain ini juga dapat menghindari polusi denagn berbagai model yang sederhana.  Masker kain ini bisasanya digunakan oleh para pengguna jalan baik pejalan kaki maupun pengguna transportasi umum.

Baca Juga  Logika Sesat Hari Kasih Sayang

Masker kain didesain lebih sederhana mirip dengan masker medis, atau ada juga bentuk masker lainnya. Masker yang berbentuk seperti masker bedah biasanya terdiri dari 2 sampai 3 lapis. Masker ini juga dapat dicuci dan dipakai kembali. Masker kain sangat mudah didapatkan dan banyak dijual bebas. Namun kemampuan masker jenis kain hanya mampu menyaring partikel besar 30% — 40%. Oleh sebab itu masker jenis kain lebih rendah menangkal penularan virus corona.

Akan tetapi masker jenis kain menurut penelitian Duke University menyebutkan masker kain sama efektifnya seperti masker bedah. WHO pun merekomondasikan masker kain untuk digunakan bagi masyarakan umum yang sehat karena dapat digunakan berulang-ulang. Walauoun dapat dipakai berkali-kali masker ini harus dicuci dengan baik dan benar.

Jika dirasa masker kain kurang aman dari perlindungan bisa menambahkan tambahan filter di dalamnya. Filter yang digunakan cukup beragam, dapat berupa tisu, kertas penyaring kopi, High Efficiency Particular Air (HEPA), Melt Blown, dan Karbon PM 2,5.

Filter tisu dan kertas penyaring kopi dapat menyaring partikel udara kotor dan mencegah bakteri serta kuman yang dapat menembus masker.  Filter HEPA biasanya terdapat di pembersih udara untuk partikel debu dan udara. Filter melt blown mampu menyaring partikel-partikel kecil, termasuk virus, kuman dan bakteri. Filter karbon PM 2,5 dapat menjegah kotoran hingga 95% virus, partikel udara, termasuk kuman, debu, bahan kimia, dan serbuk sari.

  1. Masker Medis

Masker medis biasanya digunakan oleh dokter atau perawat yang melakukan tugasnya baik di klinik maupun rumah sakit. Masker medis tidak cukup efektif untuk menghindari polusi karena penggunaannya yang berbeda. Masker ini lebih cocok untuk menghambat infeksi. Kemampuan masker ini pun tidak mampu menghalau bahan kimia gas dan uap.

Baca Juga  Corona dan Shalat berjamaah di Masjid

Namun belakang ini masker medis menjadi masker yang diandalkan untuk menangkal covid-19 dengan penggunaan yang tepat dan benar. Dengan cara harus cukup menutupi area hidung dan dagu agar tidak ada debu yang masuk ke hidung. Masker ini hanya bisa digukan sekali pakai dan tidak boleh memakai terlalu lama.

Dikarenakan fungsi masker medis lebih untuk mencegah infeksi, masker medis termasuk jenis masker yang paling tepat untuk mencegah penularan virus corona. Masker Covid 19 jenis ini pun efektif mencegah tetesan partikel berukuran besar serta percikan yang berasal dari mulut dan hidung pemakai, sehingga dapat mengurangi paparan air liur dan sekresi pernapasannya kepada orang lain.

  1. Masker N95, N99

Masker N95 akhir-akhir ini sering dicari oleh kebanyakan orang karena disebut efektif untuk mencegah infeksi virus corona. Dikutip dari jurnal National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine menyatakan bahwa masker medis dan masker N95 cukup layak digunakan untuk mencegah penularan virus.

Sesuai dengan namanya, masker Covid-19 jenis N95 didesain untuk mencegah 95 persen partikel baik besar, kecil maupun halus (hingga mencapai 0.3 mikron), termasuk virus yang bertebaran di udara, asalkan pemakaiannya tepat.

Jika penggunaan masker covid-19 jenis N95 dengan benar dan tepat maka hidung dan mulut akan tertutup dengan rapat sehingga tidak ada celah partikel kotoran yang masuk. Oleh sebab itu masker ini banyak dicari namun masker N95 dianggap tidak nyaman karena terlalu ketat sehingga membuat sulit bernafas.. Idealnya memakai masker ini selama 8 jam dan harus diganti, selain itu juga harus sekali pakai. Jika masker ini rusak, basah, ataupun kotor maka segaralah untuk diganti.

Baca Juga  Pesantren sebagai Tonggak Peradaban Bangsa

Selain masker N95, ada juga masker jenis lainnya yang lebih baik yaitu masker N99, N100. Kedua jenis masker tersebut memiliki efektifitas dalam menyaring polutan lebih baik dari masker N95. Sesuai kodenya, masker N99 mampu menyaring partikel kotor, polutan hingga 99%.

Sedangkan masker N100 lebih bagus lagi, masker ini dapat menahan partikel PM 2.5 hingga 99.97%. Namun, untuk mendapatkan masker N99 dan N100 lebih susah dibanding N95. Selain itu harganya pun relatif lebih mahal. Walaupun masker yang paling baik masker N95, 99, N100 juga memiliki kelemahan yaitu tidak tahan terhadap polutan yang mengandung minyak. Sesuai dengan kode N95 yang huruf N diartikan not oil resistant atau tidak tahan minyak.

 

Oleh: Mochamad Faqih Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam

KKN MIT DR Ke XII Kelompok 26 Lakukan Pendampingan Belajar Sebagai Upaya Membantu Orang Tua Siswa

Previous article

Membangun Pemilu Ramah Disabilitas

Next article

You may also like

Comments

Ruang Diskusi

More in Gagasan