Semarang – Kelompok 50 Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN-RDR) angkatan ke-75 UIN Walisongo Semarang adakan diskusi tentang Covid-19 pada Selasa (14/10) di Pesantren al-Hikmah, Tugurejo, Semarang.

Untuk kedua kalinya, kegiatan ini menghadirkan dr. Nabil Hajar sebagai narasumber dan mengangkat tema “Aksi Peduli: Mengungkap Fakta di Balik Covid-19”. Aksi peduli Covid-19 ini merupakan rangkaian acara dari Road to Pesantren yang akan mengunjungi beberapa pesantren di Kota Semarang. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi terkait pencegahan penyebaran Covid-19. Sebelumnya, kegiatan serupa juga pernah dilakukan di Ponpes Daar al-Qalam, Semarang.

Pihak Pondok Pesantren al-Hikmah menyambut baik kegiatan ini. Vinsya Naila Zulfa, Sie. Kesehatan Ponpes al-Hikmah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kelompok 50 KKN RDR UIN Walisongo Semarang angkatan ke-75 karena telah mengadakan kegiatan ini.

“Kami ucapkan terima kasih telah mengadakan kegiatan ini. Silakan teman-teman yang ada di sini untuk bertanya sebanyak-banyaknya tentang Covid-19 kepada narasumber. Waktu lalu ketika kami menyampaikan akan diadakan kegiatan ini kepada teman-teman santri, banyak yang tertarik dan antusias, namun karena adanya jam kuliah yang tidak bisa ditinggalkan, hanya sebagian santri saja yang dapat hadir,” ucap Vinsya saat mengisi sambutan.

Menurut Koordinator Kelompok Kurnia Intan Nabila, tujuan kegiatan ini adalah untuk mengedukasi warga pondok pesantren tentang Covid-19. Sebab, kasus Covid-19 klaster pesantren terus meningkat, sehingga sosialisasi seperti ini harus digalakkan.

“Tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran klaster baru Covid-19 di lingkungan pesantren, terkhusus di Pondok Pesantren sekitar Kota Semarang. Edukasi dengan cara mengunjungi Pondok Pesantren secara langsung adalah cara terbaik untuk memberi pemahaman lebih untuk berhati-hati dan terus menerapkan pola hidup yang sehat,” jelas Intan.

Baca Juga  Menguji Nasib Integritas Ketua PKC PMII DKI Jakarta

Intan juga berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada diskusi saja, tetapi berlanjut pada pendampingan oleh pengurus Pondok Pesantren.

“Harapannya, edukasi ini tidak hanya berhenti di diskusi saja, tetapi lebih dari itu. Pendampingan dari pengurus-pengurus Ponpes al-Hikmah untuk teman-teman santri agar saling mengingatkan dalam penerapan standar protokol kesehatan di lingkungan pesantren,” lanjut Intan.

Nabil Hajar menyampaikan bahwa di masa pandemi ini, berita hoax tentang Covid-19 semakin marak beredar, sehingga masyarakat harus pandai dalam memilah informasi-informasi yang ada.

“Sepanjang perjalanan adanya Covid-19 ini, muncul berita-berita hoax di tengah masyarakat. Kondisi banyaknya informasi yang beredar tentang virus ini membuat masyarakat sulit untuk membedakan mana informasi yang benar dan mana yang tidak. Oleh karena itu, kita harus pandai dalam menyaring informasi dan kita harus menjaga diri dari stress, karena kita tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Pilih sumber berita dan akun-akun yang terpercaya,” jelas dr. Nabil.

Perbanyak Bersyukur Kurangi Insecure

Previous article

Pilu, Bocah SD Tewas Dibacok 10 Kali Karena Membela Ibunya yang Akan Diperkosa

Next article

You may also like

Comments

Ruang Diskusi

More in Daerah