Baladena.ID – Jalan Pantura sepanjang Batangan-Juwana kini jadi momok bagi para pengendara. Pasalnya, baik ke arah timur maupun barat, setiap hari terjadi kemacetan yang mengular. Tentu saja ini membuat perjalanan menjadi mengalami ketidakpastian waktu. Dan ini menyebabkan banyak sekali kerugian.
Seperti dikatakan oleh Suudut Tashdiq, S.H., L.L.M., yang juga pengasuh harian di Pesantren-Sekolah Alam Planet NUFO Rembang yang juga pengajar di FISIP UIN Walisongo Semarang.
“Kemarin saya terjebak macet berjam-jam, sepanjang Batangan sampai alun-alun Juwana. Mestinya petugas sigap dalam mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan. Dan tentu saja pihak terkait harus segera memberaskan jalan yang tidak layak. Ini sangat merugikan masyarakat,” terang dosen yang harus sering bolak-balik Semarang-Rembang ini.
Hal senada juga diungkapkan oleh Failasufah, mahasiswi semester pertama di Semarang. Pada Selasa 21 November 2022, dirinya harus mengalami kemacetan selama tak kurang dari dua jam di samping masjid Juwana.
“Saya macet lama di samping Masjid alun-alun Juwana. Jembatan Juwana yang lama sekali tak jadi-jadi itu nampaknya ikut menambah masalah kemacetan,” terangnya.
Keduanya berharap agar pemerintah membenahi masalah ini dengan segera. Sebab, jalan adalah kebutuhan utama untuk melakukan mobilisasi masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan mereka. Apalagi jika mereka membawa barang-barang yang bisa mengalami masalah jika terlalu lama dalam perjalanan.







