Penulis : Moh Fawais, Kader HMI Cabang Yogjakarta
Agama memang menjadi bahan yang seksi ketika di jadikan perbincangan pembicaraan atau bahan diskusi. Karna ketika kita berbicara agama kita berbicara mengenai keyakinan bahkan mengenai identitas diri kita. Apalagi kita hidup di indonesia, negara yang mewajibkan kita harus beragama sesuai keyakinan kita masing-masing.
Indonesia banyak mempunyai agama tapi ada enam yang di akui seperti islam, kristen protestan, kristen katolik, hindu, buddha dan konghucu. Sebagai warga negara indonesia kita harus saling menghargai agama lain atau biasa kita sebut toleransi. Toleransi merupakan sikap saling menghargai dan menghormati sekelompok seseorang atau indivudu karna dengan toleransi kita bisa hidup berdampingan tanpa ada skat-skat sosial yang membuat kita konflik antar sesama warga atau masyarakat indonesia yang kaya akan budaya dan adat istiadat ini.
Indonesia memang negara yang mayoritas masyarakatnya beragama islam tetapi soekarno sendiri mengatakan bahwa indonesia bukan negara sekular bukan pula negara agamis atau negara teokratis karna indonesia negara yang berlandaskan pancasila. Meskipun pancasila pada sila pertama dulu sempat menjadi bahan topik yang hangat tapi alhamdulillah pada akhirnya sila pertama yang bebunyi ketuhanan yang maha esa itu finish atau di terima.
Nurcholish Madjid yang biasa di sebut Cak Nur di dalam buku ini beliau menjelaskan potret pemikiran islam indonesia dalam konteks islam universal meskipun Cak Nur sendiri mengatakan membahas hal tersebut memang menyulitkan di perlukan beberapa aspek utnuk melihat konteks islam secara universal. Seperti yang dikatakan di atas bahwa mayoritas masyarakat indonesia adalah muslim kalau di persenkan cak nur mengatakan sekitar 90% masyarakat indonesia beragama islam. Selain itu cak nur menjelaskan bahwa agama islam di indonesia agak identik kesufiannya bisa di lihat dari masuknya islam yang tokoh penyebarnya adalah sufi sekaligus pedagang.
Tanggapan terhadap buku ini
Cak nur sudah sejak tahun 1970-an terkenal dengan ide pembahruan islamnya beliau memang punya pemikiran yang begitu bagus dan gemilang apalagi mengenai keislaman dan keindonesiannya. Beliau terkenal dengan sebutan cendikiawan muslim yang karyanya banyak mendekontruksi islam.
Dalam buku ini islam agama kemanusiaan membangun tradisi dan visi baru islam indonesia sudah bisa di lihat dari judulnya bahwa cak nur menjelaskan sebuah kontruksi mengenai islam sebenarnya buku ini jelas bagus dan isinya sangat menarik sekali. Cuman yang menjadi pertanyaan bagaimana kemudian dengan non muslim keika membaca buku ini karna di dalamnya kebanyakan menjelaskan tentang islam sedikit sekali kontruksi agama secara umum di dalamnya di bahas.
Perbandingan dengan buku keadilan sosial dalam islam karya buya hamka
Dalam buku keadilan sosial dalam islam di jelaskan bahwa paham liberalisme, komunisme, kapitalisme dan lain sebagainya sudah menggerogoti kehidupan manusia lebih spesifiknya di bidang perekonomian jelas jika paham ini menguntungkan dan merugikan orang lain karna ini paham ciptaan manusia juga. Selain itu di dalam buku tersebut di terangkan mengenai keluar masukanya harta seperti harta kita mendapatkan darimana asal usulnya dan cara mengeluarkan sesuai ajaran islam seperti zakat, shadaqoh dan lain sebaginya.
Setiap buku pasti ada ciri khas yang membedakan meskipun keduanya sama-sama membahas mengenai keislaman tetapi keduanya beda apa yang di bahas jika karya prof hamka lebih menjelaskan tentang keluar masukanya harta dan bagaimana cara memakainya sesuai ajaran islam. Beda dengan buku cak nur ini bahwa di dalamnya lebih di jelaskan bagimana kemudian islam sebagai agama kemanusiaan yang bisa membangun tradisi dan visi baru islam untuk mencapai moderat yang sesungguhnya karna indonesia akan dengan perbedaan-perbedaan yang tidak bisa pungkiri kita harus bisa menerima saling menghargai dan menghormati (toleransi) terhadap perbedaan yang sudah ada tanpa ada konflik sosial yang membuat perpecahan.







