Demak – Fakultas Hukum Universitas Semarang (FH USM) melaksanakan salah satu Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di MA al-Adzkar, Selasa (10/11). Sekolah ini bertempat di Jl. Pucang Tama IX, Pucanggading, Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Kegiatan PKM tersebut dilakukan oleh 3 (tiga) tim. Tim Pertama terdiri dari Aga Natalis, S.H., M.H. (Ketua), Dr. Amri Panahatan Sihotang, S.S., S.H., M.H. (Anggota), dan Dewi Tuti Muryati, S.H., M.H. (Anggota). Tim Kedua terdiri dari Helen Intania Surayda, S.H., M.H. (Ketua) dan Subaidah Ratna Juita, S.H., M.H. Tim ketiga terdiri dari Agus Saiful Abib, S.H., M.H. (Ketua) dan B. Rini Heryanti, S.H., M.H. (Anggota).

Pengabdian yang dilakukan di MA AL Adzkar diikuti oleh siswi perwakilan yang berstatus sebagai pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA). Setelah kegiatan PKM ini dilaksanakan, diharapkan para siswi ini dapat menularkan ilmu yang sudah disampaikan kepada siswa-siswi lainnya, baik di MA AL Adzkar sendiri maupun masyarakat pada umumnya.

Dari ketiga tim tersebut disampaikan berbagai materi yang berbeda. Aga Natalis, S.H., M.H. sebagai pemateri dari Tim Pertama dengan judul “Urgensi Hukum Dalam Membangun Relasi Antara Manusia dan Lingkungan Masa Pandemi Covid-19”. Aga mengungkapkan judul ini sengaja diusulkan, karena sesuai dengan kondisi saat ini, yaitu pandemi Covid-19.

“Hukum yang mengatur mengenai lingkungan berkaitan erat dengan pandemi Covid-19. Hukum lingkungan adalah hukum yang mengatur bagaimana cara manusia berperilaku etis terhadap segala sesuatu di luar diri manusia, dalam hal ini lingkungan itu sendiri. Sebagai penyakit satwa yang berpindah ke manusia, Covid-19 menunjukkan kepada kita tentang adanya ketidakharmonisan hubungan manusia dan lingkungan, misalnya tradisi makan hewan liar yang selama ini diabaikan oleh hukum lingkungan itu sendiri,” tegas Aga.

Baca Juga  Semarak Maulid Nabi, KKN UIN Posko 50 Ramaikan Kawal Bersama LAZIS Semarang

Menurut Aga, siswi sebagai salah satu aktor sosial wajib untuk berperan aktif terutama dalam pembangunan hukum lingkungan saat ini. Peran aktif tersebut dapat dilakukan dengan keterlibatan siswi itu sendiri dalam ruang publik, misalnya melalui media sosial dan lain sebagainya.

Selanjutnya, Tim Kedua menyampaikan materi mengenai “Perlindungan Hukum Bagi Remaja Perempuan”. Materi tersebut disampaikan oleh Helen Intania Surayda, S.H., M.H. sebagai perwakilan dari Kelompok Kedua. Menurut Helen, siswi itu merepresentasikan 2 (dua) kelompok, yaitu perempuan dan anak, yang sama-sama merupakan kelompok rentan terhadap kekerasan, misalnya kekerasan seksual, oleh karenanya penting untuk diberikan pemahaman mengenai perlindungan hukum terutama bagi hak-haknya.

“Sebagai warga negara, perempuan memiliki hak konstitusional yang sama. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat terdapat 40 hak konstitusional perempuan yang terdiri dari 14 rumpun, di antaranya Hak Bebas dari Ancaman, Diskriminasi dan Kekerasan (Pasal 28G), Hak atas Rasa Aman dan Perlindungan dari Ancaman Ketakutan untuk Berbuat Atau Tidak Berbuat Sesuatu Yang Merupakan Hak Asasi (Pasal 28G (2)), Hak untuk Bebas Dari Penyiksaan Atau Perlakuan Yang Merendahkan Derajat Martabat Manusia (Pasal 28I (2)), dan Hak Untuk Bebas Dari Perlakuan Diskriminatif Atas Dasar Apa pun (Pasal 28H (2)),” tegas Helen.

Perempuan yang aktif diberbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), terutama yang membidangi permasalahan disabilitas dan perempuan ini mengatakan “My Body Is Mine” jadi siapapun tidak boleh memanfaatkan tubuh kita tanpa persetujuan kita sendiri. Helen menghimbau, apabila terjadi berbagai tindakan yang merugikan kita, misalnya kekerasan seksual, jangan pernah takut untuk melaporkan. Kekerasan seksual sebagai sebuah kejahatan di ranah privat seringkali sukar untuk diberantas, karena terkadang orang berfikir itu adalah “aib” jika diungkapkan, oleh karena itu penting untuk membongkar cara berfikir yang demikian yang merupakan akar dari permasalahan yang ada.

Baca Juga  KKN UIN Walisongo Sulap Waduk Long Strorage Pancur Rembang

Tim Ketiga menyampaikan materi dengan judul “Investasi Bagi Pembangunan Nasional”. Materi tersebut disampaikan oleh B. Rini Heryanti, S.H., M.H., sebagai perwakilan dari Tim ketiga. Menurut Rini, investasi merupakan sebuah kegiatan menanam modal dalam jangka waktu cukup lama dengan harapan dapat memperoleh keuntungan di masa depan. Selain itu, investasi merupakan sebuah langkah awal untuk membangun perekonomian. Maka dari itu, dengan berinvestasi kita dapat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Para siswi mulai dari sekarang harus memiliki pengetahuan mengenai investasi. Dengan berinvestasi kita bisa menciptakan sumber keuangan baru, karena berinvestasi memberikan kita kesempatan untuk menambah nilai. Berbeda dengan ketika kita menabung, yang notabene uang kita miliki akan diam dan tidak menambah nilai, belum lagi jika terjadi inflasi, dengan berinvestasi nilai uang kita akan bertambah,” tutur Dekan FH USM ini.

LK2 di Tengah Pandemi, HMI Korkom Walisongo Terapkan Protokol Kesehatan

Previous article

Nekad Mengadakan LK2, HMI Korkom Walisongo Banjir Pujian

Next article

You may also like

Comments

Ruang Diskusi

More in News