Kendal– Setelah enam bulan dikosongkan karena adanya Pandemi Covid-19, Taman Pendidikan Quran (TPQ) NURUL IMAN Kaliputih pada Minggu 10 Januari kembali ramai dengan dibukanya kembali kegiatan belajar tatap muka.
Dalam satu Minggu TPQ menjadwalkan santrinya untuk berangkat enam hari dari hari Sabtu hingga Kamis, dengan metode selang seling setiap dua harinya. Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, mereka tetap antusias mengikuti kegiatan belajar mengaji.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Intensif Terprogram Dari Rumah (KKN MIT DR) UIN Walisongo ikut mengajar guna menambah semangat anak-anak yang belajar mengaji.
Salah satu mahasiwa KKN Ade Yulian mengatakan, memberi materi pembelajaran yang baru agar anak-anak antusias mengikuti kegiatan belajar mengaji.
Materi yang dimaksud materi tambahan seperti bernyanyi, bercerita, menggambar, quiz, menyimpulkan film pendek.
“Materi itu kami pilih supaya mampu membakar kembali semangat mengaji anak-anak yang sudah sekian lama dirumah saja,” jelas Ade Yulian, Minggu (21/02).
Hal senada dikatakan oleh salah satu orang tua siswa, Rihana (28) mengatakan bahwa ia merasa anaknya lebih rajin dalam belajar mengaji sejak adanya materi tambahan yang diberikan oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo.
“Alhamdulillah, dengan adanya bimbingan belajar dari mahasiswa KKN, anak saya jadi lebih bersemangat mengerjakan tugas sekolah. Selain itu, saya juga merasa terbantu, karena banyaknya kesibukan dirumah, terkadang orang tua kurang maksimal dalam mendampingi anak belajar.” Kata Rihana.
Untuk mematuhi protokol kesehatan, selama proses belajar mengajar setiap anak yang belajar diwajibkan memakai masker, dan menggunakan hand sanitizer sebelum masuk aula TPQ.
Selain itu, anak-anak juga harus duduk berjarak satu meter. Sedangkan untuk menerapkan physical distancing, kegiatan belajar mengaji dibagi dua gelombang.
Rep: Idmamul Wafa







