Baladena.id, TANGERANG – Pelaku perobekan Alquran dan coret Musala Darussalam di Tangerang melakukan tes psikologi. Dari hasil tes tersebut, ditemukan bahwa pelaku vandalisme berinisial S ini menderita depresi.

“Hasil pemeriksaan dari tersangka Satrio (18) menunjukan kalau yang bersangkutan menderita depresi,” tutur Kapolres Tangerang Kabupaten Kombes Pol Ade Ari.

Meskipun begitu, Ade Ari menegaskan bahwa pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam lagi. Mereka akan memintai keterangan dari bebepa ahli lain guna menguatkan hasil pemeriksaan.

“Kami tetap akan lakukan penyelidikan yang lebih mendalam. Kam juga akan memintai keterangan beberapa ahli lainnya. Selain itu, kami juga tetap fokus kepada pembuktian pidanya,” katanya.

Peristawa sebelumnya, diberitakan bahwa Musala Darussalam di Perumahan Villa Tangerang Elok, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, menajadi sasaran aksi vandalisme. Dinding musala dicoret dengan tulisan, “Saya Kafir”, “Anti Islam”, “Anti Khilafah.” Tidak hanya itu, pelaku juga merobek-robek Alquran.

Aksi vandalisme ini terungkap, saat warga hendak Salat Ashar, Selasa (29/09). Diduga, pelaku melakukan aksinya siang hari, saat suasana musala sedang sepi.

Akibat aksi tersebut, Musala sempat tidak bisa digunakan untuk Salat Ashar. Namun, setelah dilakukan olah TKP oleh polisi, coretan pilox hitam di dinding dan lantai musala langsung dibersihkan dengan tiner. Musala pun kembali digunakan melaksanakan Salat Magrib berjamaah oleh warga sekitar.

Baca Juga  Pemanfaatan Botol Bekas sebagai Media Penanaman untuk Memberikan Edukasi kepada Pemuda Desa Pantirejo

Amien Rais Resmi Umumkan Partai Baru, Ini Nama dan Latar Belakang Berdirinya

Previous article

Shalat Kok Pake Masker

Next article

You may also like

Comments

Ruang Diskusi

More in Daerah