Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Sosialisasi dan Nobar di Desa Gebanganom Wetan

cegah bullying sejak dini

KENDAL — Fenomena perundungan (bullying) masih menjadi salah satu masalah serius di kalangan anak-anak dan remaja. Untuk mencegah dampak buruk yang ditimbulkan sejak dini, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Moderasi Beragama (MB) Posko 59 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar sosialisasi anti-bullying sekaligus nonton bareng (nobar) di Balai Desa Gebanganom Wetan, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Senin (18/8/2025).

Acara ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Puluhan anak-anak usia SD hingga SMP tampak memenuhi balai desa dengan penuh semangat. Mereka tidak hanya mendengarkan materi yang disampaikan, tetapi juga aktif bertanya serta berbagi pengalaman terkait sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.

Koordinator Divisi Pendidikan dan Keagamaan KKN MB Posko 59, Najmi Hayati, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran anak-anak akan bahaya perundungan.

“Kami ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa bullying bukanlah hal sepele. Dampaknya bisa sangat besar terhadap mental dan perkembangan anak, bahkan hingga mereka dewasa,” ungkapnya.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN memaparkan berbagai bentuk bullying, mulai dari verbal, fisik, hingga cyberbullying yang kini marak terjadi di media sosial.

Peserta juga diajak mengenali tanda-tanda seseorang menjadi korban bullying, serta langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah dan menghadapinya, baik secara pribadi maupun dengan dukungan lingkungan sekitar.

Agar lebih mudah dipahami, materi disampaikan menggunakan metode interaktif dengan permainan sederhana, kuis, dan diskusi kelompok.

Pendekatan ini terbukti efektif membuat anak-anak lebih antusias dan cepat menyerap pesan yang ingin disampaikan.

Usai sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan nonton bareng (Nobar) film animasi “Raya and The Last Dragon”.

Film ini dipilih karena terdapat pesan moral tentang pentingnya kepercayaan, persatuan, serta menghargai perbedaan.

Anak-anak terlihat menikmati jalannya film sambil menyimak nilai-nilai yang relevan dengan tema sosialisasi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap muncul kesadaran kolektif di kalangan anak-anak Desa Gebanganom Wetan untuk menolak segala bentuk perundungan.

Lebih jauh, mereka diharapkan tumbuh sebagai generasi yang peduli, berani bersuara, serta mampu menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

 

Penulis Berita: Khoirunnisa, Divisi Pendidikan dan Keagamaan, KKN MB Posko 59 UIN Walisongo Semarang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *