Lomba Memandikan Doma: @planet.nufo
Lomba Memandikan Domba: @planet.nufo

Pesantren dan Sekolah Alam Planet NUFO (Nurul Furqon) Mlagen, Rembang, mengambil jalan yang benar-benar berbeda. Jika pada umumnya pesantren dan/atau sekolah hanya fokus pada urusan transfer ilmu dan/atau nilai yang seringkali absurd, Planet NUFO memilih cara dengan langsung mengalami.

Lebih dari itu, Lembaga pendidikan yang didirikan oleh Dr. Mohammad Nasih ini, juga menjadikan kewirausahaan sebagai basis dalam pendidikan. Bahkan kemudian dijadikan sebagai sumber pendanaan untuk membiyai kebutuhan operasional pendidikan yang kian besar. Kalau hanya mengandalkan biaya dari orang tua murid, tidak akan cukup. Apalagi semua pendidik di Planet NUFO masih menempuh pendidikan program pascasarjana yang tentu saja membutuhkan pendanaan tidak kecil.

Memang cukup banyak murid Planet NUFO yang berasal dari kalangan ekonomi kelas menengah atas, juga pejabat negara. Namun, tidak sedikit juga yang berasal dari kalangan keluarga prasejahtera yang membayar semampunya, bahkan 100 persen dibiayai oleh Planet NUFO. Tentu saja, Planet NUFO perlu melakukan usaha yang konkret, agar tidak mengalami ketergantungan kepada pihak lain.

Di antara yang dilakukan adalah mengembangkan peternakan sapi, domba dan kemudian juga kelinci. Ketiganya menjadi pilihan utama karena hitungan bisnisnya jelas menguntungkan dan bisa dikerjakan oleh guru-guru dan murid-murid Planet NUFO. Dalam skala kecil-kecilan, juga ada usaha ayam, lele, nila, dan lain-lain yang dikerjakan oleh pribadi-pribadi santri yang memiliki ketertarikan kepada usaha yang digeluti itu.

Memang peternakan sapi yang dijalani belum besar, tetapi dari tahun ke tahun jumlah sapi di dalam kandangnya terus bertambah. Awalnya hanya beberapa ekor saja, kemudian belasan, dan kini sudah sampai di atas dua puluhan ekor sapi. Pilihannya adalah penggemukan. Karena itu, hampir semuanya adalah sapi jantan. Hanya seekor saja yang betina dengan satu anak yang juga betina. Keuntungan per ekor sapi diperkirakan Rp. 500.000 sampai 1.000.000 setiap bulan dengan bibit sapi ras unggul berharga Rp. 17.500.000 sampai 20.000.000.

Baca Juga  Kesempatan Menghafalkan Al-Qur'an di Masa Covid-19

Menjelang Idul Adlha ini misalnya, sapi-sapi di Planet NUFO dijual dari harga Rp. 22.000.000 sampai 37.000.000. Paling banyak dijual dengan harga Rp. 24.500.000 dengan bobot hidup berkisar 500 kg. Biasanya yang membeli dengan harga ini adalah kelompok yang berqurban dengan iuran Rp. 3.500.000 sebanyak 7 orang. Dengan harga itu, dengan memelihara 20 ekor sapi, Planet NUFO mendapat keuntungan belasan juta per bulan.

Sedangkan domba, jantan yang akan digemukkan seharga Rp. 1.500.000 sampai 2.000.000. Rata-rata mengalami peningkatan harga Rp. 100.000 per bulan. Saat ini Planet NUFO memiliki lebih dari 100 ekor domba jantan dan 200-an domba betina yang dijadikan indukan. Menjelang Idul Aldha, domba-domba jantan di Planet NUFO dijual dengan harga Rp. 2.500.000 sampai 3.500.000. Ada juga beberapa yang nilainya sampai di atas Rp. 4.000.000. Karena bisnis inilah, maka para santri di Planet NUFO nampak selalu sibuk dengan aktivitas tambahan memberi makan dan minum, juga menggembala domba setiap sore hari.

Sembari menggembala domba di area dekat Planet NUFO, mereka bisa belajar dan menghafalkan al-Qur’an bersama dengan riang gembira. Menggembala tampak bukan sebagai beban, tetapi sebaliknya hiburan. Apalagi bisa melakukan aktivitas di alam bebas.

Baik sapi maupun domba, biasanya dijual menjelang Idul Adlha, sehingga perputaran uangnya terbilang tidak cepat. Karena itu, Planet NUFO juga mengembangkan peternakan kelinci. Dirintis oleh salah satu ustadz yang juga lulusan Fakultas Ushuluddin UIN Semarang, kini sudah ada hampir 100 indukan kelinci dan sudah mulai beranak pinak. Dengan beternak kelinci ini, ada tambahan in come lagi.

Baca Juga  KKN UNRAM dan UIN Walisongo Mengadakan Kegiatan Jum’at Bersih

Dan yang lebih menarik adalah kelinci bisa dipelihara oleh santri-santri kecil sekalipun. Hanya saja, perawatannya membutuhkan perhatian ekstra. Jika tidak, kelinci mudah terserang gudik dan masuk angin yang membuatnya sangat rentan mati. Karena itu, mereka dibimbing secara ketat oleh ustadz yang bertanggung jawab khusus untuk ini. Kelinci beranak pinak dengan sangat cepat. Usia kehamilan hanya 29-32 hari saja dengan jumlah anak 4-8 ekor. Anakan kelinci sudah bisa disapih dalam usia 1,5 bulan dan harganya bisa mencapai Rp. 35.000 per ekor. Bahkan untuk jenis-jenis tertentu yang dikenal sebagai kelinci hias, harganya bisa mencapai ratusan ribu.

Yang kini sedang dimulai adalah peternakan burung puyuh. Sebab, setiap hari, dapur Planet NUFO juga memerlukan telur untuk memenuhi kebutuhan protein para santri. Dengan memelihara sendiri burung puyuh, maka kebutuhan telur bisa dipenuhi, tanpa harus belanja ke luar, sebagaimana kebutuhan sayur-mayur yang sudah bisa dipenuhi oleh para santri dengan menanam sayur mayur di green house di kawasan Planet NUFO. Kemampuan untuk berwirausaha di bidang peternakan dan pertanian ini, diharapkan para santri akan menjadi pejuang-pejuang Tangguh di masa yang akan datang. *

Tim KKN MIT DR Ke-12 Kelompok 40 Adakan Webinar Pendidikan

Previous article

Tahun Ajaran Baru di Tengah Pandemi yang Kian Menjadi

Next article

You may also like

Comments

Ruang Diskusi

More in News