Sebagai bagian dari program kerja bidang komunikasi dan informasi (Kominfo), mahasiswa KKN Moderasi Beragama Posko 03 UIN Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan pembuatan QRIS UMKM bagi sejumlah toko kelontong di Desa Cepokomulyo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, pada Selasa (19/08/2025).
Kegiatan ini berupa pendampingan pembuatan QRIS kepada pelaku usaha mikro, khususnya pemilik toko kelontong. Dengan adanya QRIS, masyarakat dapat melakukan transaksi non-tunai secara lebih cepat, mudah, dan aman.
Kegiatan diinisiasi oleh mahasiswa KKN Posko 03 bersama para pemilik toko kelontong di Cepokomulyo. Warga setempat menyambut baik inisiatif ini karena dianggap membantu mereka beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
“Selama ini saya hanya mengandalkan pembayaran tunai. Setelah ada QRIS, saya merasa usaha saya tidak kalah dengan toko modern,” kata salah satu pemilik toko kelontong.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada Selasa, 19 Agustus 2025, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan dipusatkan di beberapa toko kelontong milik warga di Desa Cepokomulyo, Kecamatan Gemuh, Kendal.
Dalam proses pendampingan, mahasiswa KKN memperkenalkan aplikasi GoPay Merchant sebagai salah satu sarana utama untuk mendaftarkan dan mengaktifkan QRIS. Melalui aplikasi ini, pemilik toko dapat melakukan registrasi, mengunggah data usaha, hingga mendapatkan kode QR yang siap dipasang di toko mereka.
Selain itu, mahasiswa juga memberikan pelatihan singkat mengenai cara menggunakan aplikasi GoPay Merchant, seperti memantau transaksi harian, menarik saldo ke rekening bank, dan tips menjaga keamanan akun.
Menurut salah satu mahasiswa KKN Posko 03, kegiatan ini merupakan upaya nyata mendukung program pemerintah dalam meningkatkan literasi digital masyarakat serta memperluas akses pembayaran digital.
“QRIS melalui aplikasi GoPay Merchant memudahkan transaksi sekaligus membantu pelaku UMKM agar tidak tertinggal di era digital,” ujarnya.
Mahasiswa KKN mendampingi pemilik toko mulai dari proses registrasi, pembuatan akun, hingga pencetakan kode QR yang siap digunakan di toko. Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Cepokomulyo dapat semakin melek digital, khususnya dalam sektor ekonomi.
Dengan pemanfaatan QRIS berbasis aplikasi GoPay Merchant, pelaku usaha di desa tidak hanya lebih modern dalam bertransaksi, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing usaha di tengah perkembangan teknologi.
Kharina Ameilia Alfiyana (Tim KKN MB Posko 03 UIN Walisongo Semarang)







