HANTU : DEFINISI DAN CARA MEREKA BERKOMUNIKASI DENGAN MANUSIA
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Warga Indonesia, siapa yang tidak familiar dengan kata hantu? Ya, satu kata yang identik sekali dengan makhluk gaib lagi mistis yang hidup di dalam dimensi yang berbeda dengan kita, namun konon, esensinya selalu berdampingan dengan manusia, dan acap kali digambarkan dengan wujud menyeramkan. Apalagi dengan urban legend daerah masing-masing, seperti pocong, kuntilanak, kalongwewe, gunderuwo, dan lain-lain yang pastinya dapat membuat bulu kuduk kita merinding.
Eits, jangan berpikir yang tidak-tidak dulu! Kita baru saja memasuki prolog. Sesaat lagi, kita akan menelusuri lebih jauh, lebih dalam, dan lebih jelas pastinya. Tentang apa itu hantu, asal muasal hantu, keberadaan hantu, dan cara mereka melakukan kontak dengan kita. Simak ya.
Apa Itu Hantu?
Sebagaimana yang sudah dijelaskan oleh paragraf di atas, hantu adalah sesuatu yang bermakna makhluk tak kasat mata dan menyeramkan. Tidak kasat mata bukan berarti tidak ada, katanya. Malah mereka dipercaya hidup berdampingan dengan kita, namun hanya dibatasi dengan dimensi yang berbeda saja. Orang-orang tradisional meyakini bahwa hantu memiliki energi dan dapat berinteraksi dengan manusia dengan media-media tertentu.
Esensi dari makhluk tak kasat mata tersebut tak lain dan tak bukan adalah arwah manusia yang telah terpisah dari jasadnya. Mayoritas dari mereka meyakini bahwa arwah-arwah nenek moyang mereka yang telah dikelangitkan memiliki perantara khusus menuju Tuhan. Keyakinan ini merupakan faktor pokok yang selanjutnya akan menyebar luas menjadi beberapa paham-paham dan praktik sembah yang muncul di lingkungan masyarakat. Ada banyak sekali jenis, sifat, dan tata caranya, tergantung kepercayaan dan kaidah daerah masing-masing.
Di Indonesia sendiri, masih kerap kita temui orang-orang yang menganut paham-paham mistis mitologis. Seperti orang-orang yang memberi sesaji di beberapa spot tempat dan situs yang diyakini memiliki hubungan dengan dimensi lain, memperindah tempat dupa di perbatasan tapak tilas atau alas pati, dan lain sebagainya. Pun dengan mancanegara yang sering mempertontonkan tentang sekte dan berbagai pengorbanan darah yang ditujukan kepada makhluk mistis yang diyakini memiliki kekuatan ajaib.
Motif mereka memercayai hingga membuat sebuah aksi dengan skala raksasa, juga dengan praktik-praktik tidak manusiawi tersebut, adalah semata karena keyakinan mereka terhadap energi ajaib dan holistik yang mereka dapatkan dari makhluk mistis yang mereka yakini. Tentu saja, dengan cara berinteraksi antar dimensi.
Dari beberapa penjelasan di atas, setidaknya kita telah mengetahui sedikit terkait aktivitas-aktivitas gaib atau paranormal yang ada di dunia. Namun, dari beberapa penjelasan di atas, apakah ada yang menjelaskan keberadaan dan wujud hantu secara riil? Tidak. Mengapa?
Asal Muasal Kata Hantu dan Keberadaannya
Kembali pada kehidupan masyarakat tradisional yang masih menganut takhayul. Wajar saja, karena pada waktu itu akses kepada ilmu pengetahuan dan sesuatu yang ilmiah masih sangat terbatas. Apalagi saat Indonesia pra-proklamasi yang apa-apa saja susah. Pada saat itu, ibu-ibu rumah tangga memiliki sebuah kendala, yakni sulit sekali mengatur anak-anak mereka, terkhusus dalam jam main mereka. Sebagaimana yang kita tahu, seusia mereka sangat lumrah sekali bila sangat aktif bergerak. Begitu pula dengan jam main mereka, bahkan sampai larut pun mereka masih sibuk bermain di luar rumah.
Sebagai ibu yang khawatir akan kondisi anak mereka, tebersitlah sebuah ide lucu yang sekiranya dapat membuat anaknya berhenti main dan diam dengan tenang di dalam rumah. Mereka mengarang cerita-cerita menyeramkan dengan tokoh dan penokohan yang tak kalah mencekam, juga dikemas dengan alur dan gaya berkisah yang demikian menakutkannya (mengingat Nusantara tempo dulu identik dengan sastra mereka yang keren), sehingga secara tidak langsung mengubah pola pikir anak bahwa barangsiapa yang keluar dan bermain-main di luar rumah pada waktu malam, maka pasti akan ditangkap oleh makhluk jahat bernama “hantu”.
Baik, mari kita bedah diksi “hantu” ini secara etimologis to the context. Ternyata, kata hantu adalah kata yang dihasilkan dari manipulasi kata, yang di mana kata awalnya adalah “tuhan”. Dari sekian banyak kata yang menyeramkan, mengapa kata “tuhan” yang diserap sehingga muncul kata “hantu”? Ternyata, ada analogi yang menghubungkan antara tuhan dan hantu secara maknawi. Sebagaimana yang kita tahu, tuhan dan hantu memiliki sifat yang mana keduanya sama-sama sesuatu yang gaib dan ditakuti oleh manusia.
Padahal, sudah jelas tertera dalam Al-Quran, satu hal yang patut manusia takuti hanyalah Allah Swt, bukan dengan yang lain.
اِنَّمَاذٰلِكُمُ الشَّيْطٰنُ يُخَوِّفُ اَوْلِيَاۤءَهٗۖ فَلَا تَخَافُوْهُمْ وَخَافُوْنِ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Artinya :
Sesungguhnya mereka hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang beriman. (Q.S Ali-Imran : 175)
Membahas soal eksistensi hantu di dunia, maka kita perlu mengetahui makhluk apa saja yang telah Allah ciptakan. Mengutip dari sebuah artikel di laman wajibbaca.com tentang 7 makhluk ciptaan Allah, kita bisa membuat sebuah simpulan bahwa makhluk yang Allah ciptakan itu adalah;
- Malaikat sebagai makhluk pertama
Malaikat merupakan makhluk pertama yang Allah ciptakan penuh dengan nur-Nya, sehingga memiliki kemampuan super yang tak terbayangkan oleh manusia. Perihal ini pernah disinggung dalam firman-Nya dalam Q.S Al-Ma’arij ayat 70.
- Jin sebagai makhluk kedua
Jin merupakan makhluk yang Allah ciptakan dari api yang sangat panas. Secara faktual, dapat kita lihat di Q.S Al-Hijr ayat 27, juga jika kita ingin mengetahui lebih lanjut tentang cara hidup jin dan masyarakatnya dapat kita ketahui dalam Q.S Al-Jin ayat 72.
- Manusia sebagai makhluk keempat
Makhluk ini adalah kita. Makhluk Allah yang diciptakan dengan nafsu, akal, dan pikiran, sehingga dengan kemampuan tersebut lah manusia dapat menentukan pilihan hidup mereka sendiri. Untuk mengetahu fase-fase penciptaan manusia, maka kita dapat mengetahuinya dalam Q.S Al-Mu’minun.
- Binatang dan tumbuhan sebagai makhluk kelima dan keenam
Ciptaan selanjutnya adalah binatang dan tumbuhan yang dapat kita temui di alam sekitar, seperti kucing, kambing, semut, ulat, bunga mawar, pohon pisang, dan lain sebagainya. Binatang dan tumbuhan adalah contoh makhluk hidup yang tidak memiliki akal, sehingga kehidupan mereka hanya dapat bertasbih kepada-Nya. Seperti yang tersirat dalam Q.S An-Nur ayat 24.
- Benda mati sebagai makhluk ketujuh
Benda mati diciptakan oleh Allah berguna untuk melengkapi kebutuhan manusia di bumi. Sebagaimana sifat manusia secara lahiriah yang tercipta sebagai pengguna, maka Allah telah menyediakan berbagai bahan pokok yang tersimpan di berbagai lapisan bumi. Dengan keberadaan benda mati ini, manusia tidak perlu lagi menciptakan kebutuhan mereka sendiri. Sebagaimana yang tercantum dalam Q.S Hud ayat 11.
Dari penjelasan di atas dapat kita ketahui bahwa hantu tidak termasuk dari salah satu makhluk yang Allah ciptakan. Bahkan satu kata yang menjelaskan keberadaan dan wujud hantu pun tidak terdeteksi dalam Al-Quran dan As-Sunnah. Bagaimana dengan jin yang dikodratkan membersamai manusia namun dalam dimensi yang berbeda? Bukankah jin memiliki ciri-ciri yang sama dengan hantu?
Ternyata, hantu dan jin itu sangat berbeda lho! Jin tidak akan pernah berani memperlihatkan wujud aslinya kepada manusia. Jin memang memiliki kemampuan khusus untuk menjelma berbagai binatang seperti unta, keledai, bahkan manusia, namun tak pernah mereka menunjukkan wujud riil mereka. Berbeda sekali dengan hantu yang wujudnya digambarkan sedemikian seramnya, ngerinya, dan memiliki latar belakang yang sangat fiktif.
Hal ini sudah dipastikan dalam Q.S Al-Araf ayat 27, yang artinya
“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.”
Bagaimana cara mereka berinteraksi dengan kita?
Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, banyak sekali kisah-kisah yang kita temukan di dunia maya, terutama tentang orang-orang yang kerap membagikan pengalaman paranormal mereka yang mengaku melihat dan berinteraksi dengan hantu, seolah-olah pernyataan mereka benar-benar meyakinkan para penonton atau pembaca. Tidak hanya sampai di sana, mereka juga membagikan bukti-bukti berupa foto dan peninggalan yang hantu perbuat di lokasi kejadian. Menurut kalian, mengapa hal ini dapat terjadi?
Jangan salah paham dulu, guys! Fenomena di atas ternyata sudah pernah ditindaki berlandaskan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berikut adalah teorinya!
- Infrasonik
Secara biologis, manusia hanya dapat mendengar frekuensi suara sebesar 20 Hz sampai 20.000 Hz. Manusia tidak bisa mendengar frekuensi yang lebih besar, maupun lebih kecil dari rentang frekuensi tersebut. Namun, uniknya manusia masih bisa merasakan getarannya. Umumnya, infrasonik ini terjadi di tempat-tempat yang sunyi dan lengang. Nah, hal ini yang kerap manusia anggap sebagai hawa negatif, keberadaan hantu, dan lain sebagainya.
- Efek Ideomotor
Fenomena ini disebabkan oleh kekuatan sugesti otak yang melebihi batas wajar, sehingga memicu pergerakan atau kontraksi otot pada manusia. Efeknya, kita melakukan suatu pekerjaan secara tak sadar. Nah, hal ini lah yang kerap muncul saat kita memainkan beberapa permainan yang dianggap horror seperti Ouija, Charlie-charlie where are you, dan Jailangkung.
- Automatisme
Kejadian ini seringkali kita anggap sebagai possesed atau kesurupan. Padahal, secara ilmiah, fenomena automatisme ini adalah sebuah fase yang dialami hampir oleh setiap otak manusia. Pengertian automatisme sendiri adalah ketika manusia memasuki fase turun ke alam bawah sadarnya. Secara langsung, otak bawah sadar langsung memunculkan berbagai macam ide yang akan dianggap si manusia sebagai bisikan arwah. Hal ini yang sering kali disebut dengan kesurupan.
- Histeria
Fenomena kali ini acap kali digadang-gadang karena pengaruh hantu dan penunggu suatu tempat teramat sangat kuat, sehingga dapat menyebabkan kesurupan masal. Fenomena tersebut bernama histeria. Histeria merupakan suatu kondisi di mana seseorang merasa stres, underpressured, sehingga muncul efek samping seperti kejang-kejang dan berteriak-teriak.
- Pareidolia
Terakhir, adalah pareidolia. Sebuah kemampuan otak manusia yang tergolong unik untuk dibahas. Pareidolia adalah sebuah fenomena psikologis yang melibatkan stimulus samar-samar dan acak yang dianggap penting. Contohnya seperti melihat gambar kucing di awan-awan, melihat siluet gadis di dalam bara api, dan lain sebagainya. Fenomena ini yang kemudian menjadi faktor terkuat mengapa manusia dikatakan “dapat melihat hantu”.
Bagaimana? Sudah cukup paham dengan beberapa pernyataan di atas? Oleh karena itu, kita perlu membenahi stimulus dan anggapan bahwa hantu-hantu itu benar adanya dan selalu membuntuti kita. Mulai dari sekarang, belajarlah berpikir rasional dan logis dalam menyikapi paham mistis mitologis di sekitar kita. Adapun jin yang hakikatnya diciptakan berdampingan dengan manusia dan memang beberapa ditugaskan untuk menggoda manusia, Allah telah menjelaskan bagaimana cara menghadapinya di dalam Al-Quran dan diperjelas dalam sunnah Rasulullah-Nya bukan? Mulai saat ini, janganlah takut kepada selain-Nya, termasuk pada pikiran ajaibmu sendiri. Bisakah?
Oleh : Aletheia Raushan Fikra Ukma, Wakil Ketua OSIS Terpilih SMAN 1 Sulang, Ketua Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) Ranting IPM Planet Nufo, Penulis 2 Buku : Mengkaji Hari, Arsip Insomnia





