Dewasa ini, mandi kembang sangat identik dengan sesuatu yang sakral dan mistis. Banyak yang mengira bahwa mandi kembang adalah suatu hal yang dikategorikan ke dalam musyrik jika dilaksanakan, padahal mandi kembang sudah ada sebelum sabun digunakan sebagai wewangian tubuh. Mandi kembang tidak hanya soal merendam diri di dalam air yang dicampur dengan kembang, tetapi juga perihal bagaimana seseorang dapat merasakan manfaat dari mandi kembang tersebut.
Tidak sedikit orang yang mengaitkan mandi kembang dengan suatu hal yang mistis. Dilansir dari CNN Indonesia, bunga mampu digunakan untuk menyembuhkan berbagai masalah mental seperti stress, patah hati, insomnia atau susah tidur, dan lain-lain. Mandi kembang kini telah digunakan sebagai salah satu metode penyembuhan kesehatan mental yang dikenal dengan istilah metode Bach Flowers Remedy.
Metode ini dapat dijadikan sebuah alasan, kenapa orang yang hidup pada zaman dahulu senang berendam di air bunga. Bunga yang digunakan untuk mandi biasanya terdiri dari beberapa macam, yang setiap jenisnya memiliki khasiat tersendiri untuk tubuh. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Alva Paramitha, seorang praktisi Astro Psychology mengungkapkan bahwa ketika manusia sedang stress, maka frekuensi yang ada sekitar 60-80 MHz. Sedangkan salah satu bunga yang biasa dipakai untuk mandi kembang seperti mawar memiliki frekuensi 368 MHz. Dengan frekuensi itulah, tingkat stress yang ada pada manusia akan menurun. Selain untuk meredakan stress, bunga juga mampu menurunkan berat badan. Hal ini karena salah satu kandungan yang terdapat dalam kelopak bunga mawar adalah senyawa yang dapat meningkatkan metabolisme, sehingga menjadi pendorong dalam penurunan berat badan.
Dalam prosesnya, beragamnya bunga tersebut dicampur dengan air yang tak kalah khasiatnya. Sejak zaman Nabi Muhammad SAW, air dipercaya sebagai sumber kesehatan bagi manusia. Kala itu, Nabi menjenguk sahabatnya yang sakit, kemudian beliau mengambil segelas air dan membacakan surat al-Fatihah. Setelah itu diberikanlah segelas air tersebut kepada sahabatnya, sehingga sahabatnya dapat segar kembali. Hal ini telah menunjukkan bahwa peradaban air yang mampu menyembuhkan sudah ada sejak zaman dahulu. Perilaku tersebut pernah dikatakan sebagai perilaku musyrik. Namun dengan hadirnya ilmu pengetahuan, kini telah terbukti bahwa air merupakan sumber kesehatan bagi makhluk hidup.
Menurut Masaru Emoto dalam penelitiannya yang berjudul Mukjizat Air, ia telah membedakan zat air dan diri. Ia menganggap bahwa air merupakan bagian dari diri. Tujuannya melihat fenomena ini yaitu, tubuh adalah salah satu konstitusi yang dibangun melalui air. Ia telah memperlihatkan secara fisikal, biologis, maupun psikologis kedekatan air dengan tubuh manusia.
Dalam temuannya, ia menemukan partikel yang terdapat dalam air bisa berubah-ubah, tergantung bagaimana perasaan manusia di sekitarnya, yang secara tidak langsung mempengaruhi kristalisasi air yang terbentuk oleh ikatan hydrogen. Penelitian lain yang terdapat dalam bukunya dengan judul The Hidden Message in Water, ia mengungkapkan bahwa partikel kristal air akan terlihat indah jika terdapat reaksi positif di sekelilingnya, begitupun sebaliknya. Air juga dapat menyembuhkan seseorang dari penyakit setelah dibacakan doa, lalu diminum. Hal ini karena air bersifat menyampaikan pesan dari ucapan seseorang yang mendoakan.
Wallahu A’lam bi al-Shawaab.
Oleh: Erina Febri







