Pertualangan Farhan; Adventurer Guild

telah sampai di Kerajaan Valtos, Farhan langsung mencari tempat untuk ditinggali. Farhan cukup kesulitan mencari tempat tinggal yang bisa di tinggali dirinya dan Felix. Karna Felix adalah hewan yang terkenal ganas disana, jadi banyak pemilik tempat tinggal yang tidak mau menyewakan tempat tinggal untuk Farhan. Akhirnya Farhan menemukan tempat yang memperbolehkan Farhan dan Felix tinggal, tapi Felix harus ditempatkan di kandang hewan yang berada di samping tempat penginapan tersebut. “Hei Felix, apa tidak apa-apa jika kamu tinggal berpisah denganku?” Felix mengangguk yang artinya dia tidak keberatan. Farhan pun memesan tempat tinggal untuk 1 bulan.

Farhan yang sudah kelelahan pun langsung berjalan menuju kamar, sedangkan Felix dibawa menuju ke kandang. Farhan langsung berbaring di Kasur dan langsung tertidur dengan lelap. Farhan terbangun, dia membuka jendela kamarnya. Matahari pagi menyinari kamarnya, kicauan burung dan udara segar pagi hari adalah hal yang paling membuat hati tenang. Dia langsung bersiap-siap untuk turun, setelah turun dia sarapan tidak lupa juga mengunjungi Felix dan memberinya makan.

Farhan yang sedang sarapan tidak sengaja mendengar obrloan para petualang. Mereka berbicara tentang event yang sedang di adakan oleh “Adventurer Guild”, atau biasa dipanggil “Guild”.  “Apakah kalian tahu?, jika kita membunuh “Gatlur” Si Ular Raksasa mematikan itu kita akan langsung dipromosikan!” Kata salah seorang dari mereka.”Benar!, aku juga mendengar hal itu. Jika kita berhasil mengalahkannya kita bisa langsung menjadi petualang kelas Master!”. Farhan yang mendengar hal itu langsung beranjak dari tempat duduk, mengeluarkan Felix dari kandang dan langsung menuju Guild.

Sesampainya di sana dia langsung menuju meja resepsionis.”Permisi, aku ingin mengikuti event yang di adakan oleh guild” tanya Farhan. “Maaf sebelumnya, apakah anda sudah mendaftar di guild ini? Anda terlihat asing. Jika ingin mengikuti event tersebut anda harus mendaftar di guild ini terlebih dahulu”balas resepsionis. “Baiklah aku akan mendaftar. Apa yang harus aku lakukan?”. Sang resepsionis pun memberi tahu informasi yang harus diketahui oleh Farhan terlebih dahulu.”Disini kamu bisa mengambil misi di papan pengumuman sesuai rank. Rank dibagi menjadi 4 yaitu Warrior (paling rendah), elite, Master, dan GrandMaster(paling tinggi). Kamu bisa meningkatkan rankmu dengan menyelesaikan misi atau ikut event yang diadakan oleh guild. Untuk testnya kamu harus menyelesaikan salah satu quest yang ada di papan pengumuman.”.

Farhan langsung menuju papan pengumuman dan melihat misi level warrior. Dia menemukan quest yang menarik perhatiannya, yaitu mencari tanaman obat di dalam sebuah goa. Dia langsung mengambil kertas tersebut dan memberikannya kepada resepsionis. “Aku memilih misi ini”. “Baiklah, jika sudah selesai laporkan dan berikan barangnya kepada saya dan kamu akan lulus”. Farhan keluar dari Guild, menunggangi Felix dan langsung berangkat menuju Goa tersebut.

Di sisi lain, di kerajaan  Valtos sang putri kerajaan Valtos “Dalvina El Valtos”. Dia adalah seorang anak tunggal dari “Adar Cal Valtos” raja kerajaan Valtos ke XI yang sudah tua. Vina sedang bersiap untuk melakukan perjalanan menuju kerajaan tetangga “Firllah” untuk  melakukan perjodohan dengan pangeran kerajaan Firllah. Vina harus melakukan perjodohan karena dalam adat keluarga kerajaan Valtos yang memimpin harus seorang raja. Meskipun Vina adalah keluarga kerajaan sekalipun dia tidak bisa menduduki takhta raja karna berlakunya adat kerajaan Valtos. “Semua sudah siap tuan putri.” Kata seorang pelayan. “Baiklah, mari kita berangkat,” kata Sang Putri. Vina dan rombongannya melakukan perjalanan, namun di dalam hati Vina masih keresahan yang mengganjal. Sebenarnya dia tidak ingin perjodohan dengan siapapun. Dia ingin merasakan bagaimana rasanya memiliki orang yang dicintai oleh dirinya sendiri tanpa paksaan.

Saat di tengah-tengah perjalanan tiba-tiba kereta kuda yang dinaiki olehnya terasa terguncang dan ada yang berteriak “KITA DISERANG!!”. Terjadi keributan di luar, di dalam kereta kuda Vina merasa ketakutan bersama pelayan pribadinya Fillah. Fillah melindungi Vina di dalam kereta kuda dan kemudian dia melihat keadaan di luar melalui jendela. Ternyata mereka sedang diserang sekawanan serigala liar yang sangat ganas. Awalnya para penjaga baik-baik saja, sampai ketua dari gerombolan serigala tersebut datang dan mengaum dengan sangat keras yang membuat para serigala menjadi semakin ganas membuat para penjaga kewalahan.

Di perjalanan Farhan mendengar suara auman serigala yang sangat keras. Suara itu membuat Felix terlihat marah, tubuhnya bergetar seperti saat menemukan ancaman. “Hei, Felix! Mari menuju asal suara tersebut.” Kata Farhan. Felix mengangguk dan langsung berlari ke tempat asal suara tersebut. Sesampainya disana mereka melihat sebuah kereta kuda yang sangat mewah yang sedang diserang oleh kawanan serigala. “Kawanan seirgala yang mengamuk di jalur ini tidak wajar.” Felix sang serigala langsung mengaum sangat keras yang membuat perhatian kawanan serigala tersebut berpindah ke mereka. Kawanan serigala itu langsung berlari menuju Felix dengan hawa membunuh yang mengerikan. Farhan langsung mengeluarkan pedang dan turun dari Felix. “Felix, it’s show time!”.  Mereka dengan semangat  langsung menyerang kawanan serigala tersebut. Satu persatu serigala dikalahkan dengan mudah.”Hei para penjaga gadungan!, kalian fokus saja menjaga kereta kuda mahal itu.”. “Biar aku yang mengurus serigala-serigala lemah ini”

Para penjaga terlihat terkejut melihat kedatangan mereka. “SEMUANYA LINDUNGI KERETA KUDA TUAN PUTRI!!” penjaga yang lainnya bergegas melindungi kereta kuda tersebut. “Ha?, tuan putri?.”, Farhan yang kebingungan dengan ucapan prajurit tersebut sambil menghunuskan pedangnya untuk membunuh para serigala. Fillah yang sedang menjaga Vina melihat keluar lagi melalui jendela. Fillah sempat panik mengira mereka sudah terpojok karena para penjaga mengelilingi kereta kuda mereka sambil membunuh serigala yang berhasil melewati Farhan dan Felix. Namun hal tersebut berubah saat Fillah melihat ada seseorang dengan serigala putih besar sedang membunuh para serigala yang banyak itu. “Fillah!, apa yang terjadi?”. Vani kebingungan akan raut wajah Fillah yang kebingungan. “Ada seseorang membunuh para serigala itu bersama dengan serigala bulan sabit!”. “Apa?!, serigala bulan sabit?!”. Vina yang mendengar hal itu terkejut dan langsung keluar dari kereta kuda tersebut.

Para penjaga yang melihat Vani keluar dari dalam kereta kuda terkejut. “Tuan putri apa yang anda lakukan?!”. “Tuan putri disini sangat berbahaya, mohon anda masuk kembali ke dalam”. Kata penjaga yang tadi membuat Farhan bingung. “Tidak!, aku ingin melihat orang tersebut dari dekat.” “Serigala yang bersama orang itu.”. “ADALAH SERIGALA BULAN SABIT.”. Para penjaga yang mendengarnya sangat terkejut, sehingga membuat seekor serigala dapat lolos dari penjagaan mereka dan sudah siap menyantap Vina hidup-hidup. Para penjaga seketika tambah terkejut dan panik meskipun bukan mereka yang akan disantap. Tiba-tiba sebuah anak panah melesat dan menembus kepala serigala tersebut.”Hei para penjaga gadungan!, jangan lengah jika dia mati karir kalian akan tamat loh!”. Para penjaga kembali bersiaga. “Fillah, siapa orang itu?”. “Aku tidak tau tuan putri. Mari kita kembali masuk kedalam, disini tidak aman.”. Mereka pun kembali masuk ke dalam kereta kuda.

Farhan yang terlalu bersemangat membunuh serigala-serigala tersebut hingga lupa perkataan prajurit tadi. Saat melihat sebuah bendera Farhan tiba-tiba teringat perkataan prajurit tadi. “Tuan putri? Mungkin dia adalah putri seorang bangsawan terkemuka.”. “Tapi bangsawan kerajaan mana?”. “Sebentar, tadi aku melihat bendera kerajaan Valtos.”. “JANGAN-JANGAN?!”. Farhan yang merasa panik langsung mengalihkan pikirannya,”Sudahlah, lebih baik melawan para serigala lemah itu.”. Setelah membunuh beberapa serigala yang tersisa, akhirnya Farhan bertemu sang ketua kelompok serigala tersebut. Farhan yang melihat serigala tersebut jadi teringat berang-berang yang dia temui saat di desa Bartos. Bertubuh besar, bulu abu-abu, batu merah di dahinya , dan mata yang berwarna merah darah. Sedangkan Felix menjadi semakin bergetar sambil menekan gigi dan taringnya dengan sangat kuat.

Tanpa berlama-lama Farhan langsung menunggangi Felix dan menyerang dengan sangat cepat. Serangan mereka dapat ditahan oleh si serigala. Farhan merasa kesusahan, dia mencari kelemahan si serigala itu. “INCAR PERMATA MERAH YANG ADA DI DAHINYA!!” teriak salah satu prajurit. “Ok!, Felix ayo!”. Mereka langsung melancarkan serangan mengincar batu merah yang ada di dahi serigala itu. Merasa kesusahan menyerang dari dekat, Farhan memutuskan untuk mundur dan menyerang menggunakan panah. Felix tetap menyerang dari depan untuk mengalihkan perhatian si serigala. Felix memancing si serigala ke arah titik butanya, Farhan yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut langsung melesatkan anak panah kearah batu merah si serigala. Anak panah yang ditembakkan oleh Farhan meleset, tidak mengenai batu merah tersebut. Farhan merasa agak geram, tapi dia tidak kehabisan akal. Dia menembakkan 3 anak panah dalam 3 kali tembakan secara beruntun dan salah satunya mengenai kaki kanan si serigala. Serigala tersebut tergelincir dan terjatuh seperti tidak berdaya. Farhan langsung mengeluarkan pedangnya dan berlari kearah serigala dan menusukkan pedangnya pada batu merah yang di dahinya. Serigala itu langsung mati seketika. “Nice try Felix!”. “Pertarungan yang sangat mengasyikkan.”. Farhan menarik pedangnya yang masih tertusuk di serigala itu. “Hei para penjaga gadungan!, apakah permata ini bisa dijual?.” Tanya Farhan. “Itu bisa kamu jual, tapi lebih baik dijadikan peralatan sihir!”. “Oh, baiklah! Terima kasih sarannya!”.

Vina yang melihat pertarungan telah usai memutuskan untuk keluar dari kereta kudanya. “Fillah temani aku!”. “Baiklah tuan putri.”. “HEI KAU YANG DI SANA!.” Teriaknya. Farhan yang merasa dipanggil menoleh dan melihat ada seorang wanita yang melambai-lambai. “Mungkin dia menyuruhku ke sana?, mungkin.”. Akhirnya Farhan berjalan kearah Vina bersama Felix. Sesampainya disana para penajaga mengelilingi Farhan dan wanita yang tadi dia lihat mendatanginya. “Namaku Dalvina EL Valtos, putri tunggal raja kerajaan Valtos. Siapa namamu?”. Farhan yang mendengar hal itu tidak terlalu kaget, karna dia sudah menebak saat melihat bendera Valtos saat melawan kelompok serigala tadi. “Sudah kuduga.”. “Apa mau mu?”. “Aku hanya ingin berterima kasih kepadamu karna telah menyelamatkan kami.”. “Aku hanya seorang petualang warrior yang kebetulan lewat.”. “Tidak mungkin seorang petualang warrior yang numpang lewat bisa mengalahkan segerombolan serigala sebanyak ini.”. “Terlebih lagi lewatnya bersama seekor serigala bulan sabit.”. Farhan yang merasa terpojok berniat untuk melarikan diri. “S-saya harus pegi dulu, lagi banyak urusan hehe”. Farhan langsung menunggangi Felix dan pergi dengan cepat sembari melanjutkan perjalanan ke goa. “Orang yang lucu, Fillah! Bersiap kita akan melanjutkan perjalanan!”. “Baik tuan putri.”. “Aku akan mencarimu, pemilik serigala bulan sabit.” ucap Vina dalam hati.

Farhan yang sudah sampai di goa tempat tujuannya langsung masuk sambil membawa obor untuk pencahayaan. Mereka masuk, menelusuri goa tersebut mencari tanaman obat yang dibutuhkan agar bisa lolos seleksi. Belum terlalu lama menyusuri goa mereka sudah bisa menemukana tanaman obat tersebut. “Sangat mudah sekali.” Farhan yang masih ingin menelusuri goa tersebut lebih dalam, tiba-tiba tepelesat dan terjatuh ke dalam suatu lubang hingga pingsan.

Felix yang melihat Farhan pingsan langsung menolongnya. Tidak lama setelah itu Farhan terbangun dan melihat sebuah tanaman besar yang terlihat layu. “Terima kasih, Felix.” “Apa itu? Tanaman besar yang layu? Aneh.”. Farhan yang penasaran langsung mendekati tanaman tersebut. Saat sudah cukuk dekat tanaman tersebut tiba-tiba terbangun seperti hidup kembali. “WOW, sebuah tanaman yang aneh.”. Tanaman tersebut mengeluarkan sebuah peti besar yang sudah terbuka dan berisi banyak koin emas dan diatasnya ada sebuah tas memiliki angka 8 tertidur. “Rezeki memang tidak bisa ditolak.” “Tas apa itu? Angka 8 tertidur?”. “Sebentar, coba kuingat-ingat lagi.” “OH!, ini tas yang bisa dimasukkan apa saja. Beruntung sekali diriku ini. haha.” Farhan mengambil tas tersebut dan memasukkan isi peti yang ia temukan itu kedalam tas barunya.

Setelah selesai membungkus semuanya, mereka langsung kembali keluar dari goa. “Fuuuhh, segarnya udara luar, di dalam sana sangat panas dan gelap. Ya kan Felix?”. Felix mengaum yang artinya iya. Mereka kembali melakukan perjalan untuk kembali ke kerajaan Valtos untuk menyerahkan barang bukti kepada resepsionis di Adventurer Guild. Setelah sampai di kerajaan Valtos, Farhan menuju ke Guild. Sesampainya di Guild Farhan langsung memberikan tanaman obat tersebut. Resepsionis itu mengambil tanaman tanaman obatnya. “Mohon tunggu sebentar.”. “Baiklah!.”. Resepsionis tersebut pergi sambil membawa tanaman obatnya, lalu dia kembali lagi sambil membawa lencana yang terbuat dari perunggu.”Selamat kamu lulus. Ambil benda ini dan kamu sudah sah menjadi petualang level warrior.”.”Kalau begitu aku sudah bisa ikut even melawan Gantur kan?.”. “Tentu saja, hanya perlu pergi ke tempat event tersebut dan memperlihat kan lencana mu itu.”.”Terima kasih banyak!.”. “Sudah tugasku untuk melayani para petualang.”.

Setelah keluar dari Guild, mereka kembali pulang ke penginapannya. Saat sudah sampai dikamarnya Farhan langsung berbaring di tempat tidurnya dan tertidur pulas karena kelelahan. Keesokan harinya mereka bersiap untuk mengikuti event, dan berangkat menuju tempat pertemuan. Sesampainya di tempat pertemuan, Farhan melihat petualang level Elite ke atas. Dia merasa sedikit gugup karna ini kali pertamanya melakukan event yang diikuti oleh banyak orang. Tapi satu hal yang membuat Farhan bingung, kenapa banyak orang yang memperhatikannya dari tadi. Tapi Farhan tidak menghiraukan hal tersebut, dia tetap fokus untuk bersiap melawan si ular raksasa Gatlur.

Saat sedang fokus, tiba-tiba Farhan dihampiri oleh petualang kelas warrior yang mengajaknya bekerjasama, “Hei!, kau terlihat sanagat serius.”. “Bagaimana kalau kita bekerja sama?”. “Hmm, sepertinya menarik!, baiklah.”. Farhan tanpa memperpanjang waktu langsung mengiyakan. “Namaku Raklez, siapa namamu?”. “Namaku Farhan.”. “Baiklah Farhan salam kenal!.”. Mereka berdua dapat akrab dengan cepat. “PARA PETUALANG YANG MENGIKUTI EVENT DARI GUILD IKUTI SAYA!!”. Teriak seseorang entah dari mana. Mereka melihat para petualang yang lain mengikuti orang tersebut. Farhan, Raklez, dan Felix juga ikut mengikut para petualang yang lain untuk mengalahkan Gatlur.

Perjalanan yang cukup jauh, tidak sedikit petualang yang berhenti di jalan karna kelelahan. Mereka sudah sampai dia tempat Gatlur bersemayam. Sebuah ladang rumput luas dan ada sebuah yang sangat besar yang menjadi tempat tinggal si Gatlur. “Disinilah tempat si ular itu! Semua! Bersiap!”. Semua orang disana bersiap menyerang si Gatlur. “SERANG!!”. Hanya dengan sepatah kata dengan nada tegas semua orang maju tanpa keraguan sama sekali. Mereka seperti tidak peduli meskipun nyawa taruhannya.Grup Farhan yang beranggotakan Farhan, Raklez, dan Felix ikut maju menuju pohon besar itu. Sudah terlihat Gatlur si ular raksasa yang keluar dari kandangnya. Banyak petualang yang berguguran, semuanya bahu-membahu untuk mengalahkan si Gatlur tersebut. Grup Farhan juga melakukan serangan langsung di kepala Gatlur. Tidak disangka ternyata Raklez adalah seorang pengguna tombak yang sangat handal. “Boleh juga skill tombakmu!”. “Tidak mungkin orang sepertimu adalah seorang warrior.” Sindir Farhan. “Kau juga!”.”Tidak mungkin seseorang yang mempunya serigala bulan sabit hanyalah seorang warrior!” bantah Raklez. Mereka berdua dengan cepat bisa melakukan serangan kombinasi dengan sangat mulus.

Gatlur yang mereka lawan adalah makhluk yang sangat tangguh. Bahkan petualang kelas kakap pun masih kewalahan untuk mengalahkannya walaupun jumlah mereka banyak. Farhan dengan otak encernya berfikir cara cepat dan efisien untuk melemahkan si Gatlur. “Raklez!.”. “Apa?!”. “Kau alihkan perhatian Gatlur, akan kuincar matanya.”. “Jika kau memiliki kesempatasn melukai matanya jangan sungkan untuk menyerangnya!,I’m counting on you Reaklez!”. “Cihh, ide yang cemerlang tapi meresahkan.”. “Baiklah!, Habisi dia dengan cepat Farhan!.”. Mereka berdua langsung melakukan tugasnya masing-masing. Selagi ada kesempatan di situ pasti ada Farhan. “Tidak cukup waktu untuk menggunakan panah!”. Farhan yang merasa kesal mengeluarkan belatinya dan melemparkannya kearah mata Gatlur. Mata kanan Gatlur tertusuk gerkannya terhenti sesaat, Raklez langsung menghunuskan tombaknya ke mata kiri Gatlur. Kini Gatlur sudah tidak bisa melihat apa-apa dan tak berdaya. Lima petulang yang tersisa langsung menyerang dan menghabisi si Gatrul.

Petualang yang tersisa mengambil jarahan dari si Gatlur. Farhan merasa tidak ada sesuatu yang menarik perhatiannya dari si Gatrul. Dia hanya ingin bisa langsung dipromosikan ke rank Master. Raklez yang sedang menjarah tubuh Gatler memberika satu taring dan sebuh permata hijau kepada Farhan. “Ini untukmu, lumayan oleh-oleh.”. Farhan tersenyum kecil dan menerimanya dan memasukannya kedalam tasnya. “Farhan, kita adalah tim. Rekan satu tim harus saling mengsupport!.”. “Ya, tentu saja!.”. setelah usai mengalahkan Gatlur, para petualang yang tersisa akhirnya pulang ke kerajaan Valtos. Farhan kembali ke penginapannya dan terlelap oleh indahnya mimpi.  Besoknya Farhan dihampiri oleh Raklez. “Hei Farhan!, ayo pergi ke Guild. Kita akan dipromosikan!”. Mendengar hal itu tanpa pikir panjang Farhan langsung bersiap dan keluar membawa Felix. “Raklez naiklah!”. “Dengan senang hati kawan!”. Mereka pergi ke Guild dengan hati gembira. Sesampainya disana mereka disambut oleh petualang lain . Mereka berlima termasuk Farhan dan Raklez dipromosikan menjadi level master oleh Guild secara resmi karena telah berhasil mengalahkan Gatlur.

Setelah mendapat lenca level master Mereka selalu melakukan misi bersama-sama. Hingga tidak sadar bahwa putri kerajaan Valtos “Dalvina El Valtos” selalu memperhatikannya.

Oleh: Agha Abitha Ismanto, Siswa Kelas VII (SMP Kelas 1) Sekolah Alam Planet Nufo Rembang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *