Empat Alasan Planet Nufo Tidak Pernah Ajukan Proposal Bantuan

Pesantren-Sekolah Alam Nurul Furqon atau sering disebut Planet NUFO sudah berusia tiga tahun. Tahun 2022 akan meluluskan santri-murid angkatan pertama. Namun, dalam usia satu generasi siswa sekolah menengah ini, Planet NUFO belum pernah menulis satu pun proposal untuk pengembangannya. Padahal, para pendiri, pimpinan, pengurus, dan guru Planet NUFO memiliki jaringan yang cukup di lingkaran kekuasaan maupun pengusaha.

Apa yang menyebabkan Planet NUFO tidak melakukan yang biasanya dilakukan oleh sebagian lembaga pendidikan untuk mengembangkan dirinya? Menurut pendiri dan pengasuh Planet NUFO, Dr. Mohammad Nasih, ini empat alasan utamanya:

Pertama, menjaga harga diri dan independensi. Islam mengajarkan agar tidak mengumbar ketidakmampuan kepada orang lain. Sebaliknya, Islam memuji sikap menyembunyikan keadaan sedang butuh, sampai-sampai orang yang tidak tahu menyangka kaya. Sikap demikian oleh al-Qur’an disebut dengan “ta’affuf” atau “iffah”. Perjuangan di jalan Allah tidak lantas dijadikan sebagai alasan atau legitimasi untuk meminta bantuan kepada orang lain.
لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ لَا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui. (al-Baqarah: 273)

Dengan menjaga diri dari meminta kepada pihak lain ini, Planet NUFO bisa menjaga independensi, sehingga bisa tetap menjaga visi dan missi. Sebab, tujuan pendirian Planet NUFO bukanlah untuk mencari keuntungan material, melainkan murni untuk melakukan perubahan dalam dunia pendidikan. Karena itu, Planet NUFO membangun visi dan missi yang berbeda dan diharapkan bisa mewujudkan perbaikan yang diinginkan. Permohonan bantuan kepada pihak lain dikhawatirkan bisa menjadi celah bagi pihak lain untuk mengganggu independensi ini.
Kedua, pembuktian janji Allah. Bukan karena tidak percaya kepada janji Allah, tetapi justru karena percaya. Dan sikap ini dijadikan sebagai penguatan sikap percaya bahwa Allah akan menolong siapa pun yang berjuang di jalanNya atau menolong agamaNya.

Planet NUFO didirikan untuk menjadi center of excellent bagi upaya memahami Islam yang kontekstual, sehingga Islam bisa terus relevan dalam dinamika seluruh ruang dan zaman. Niat tulus itu sudah cukup menjadi alasan untuk menyandarkan diri hanya kepada Allah Swt. setelah melakukan usaha optimal yang disertai dengan do’a-do’a dengan sepenuh kekhusyu’an. Apalagi Allah pun telah berjanji bahwa yang harus dilakukan adalah berusaha. Usaha itu akan dilihat oleh Allah, RasulNya, dan juga orang-orang beriman.

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (al-Taubah: 105).

Ayat ini, dipahami oleh sebagian ahli tafsir berlaku di akhirat kelak. Namun, ada juga yang memahami bahwa ini juga terjadi di dunia. Segala amal perbuatan yang baik, akan dilihat dan diapresiasi, di antaranya oleh orang-orang beriman dalam bentuk terlibat dan berkontribusi di dalamnya dengan keikhlasan. Dan Planet NUFO telah membuktikan ini dengan keterlibatan orang-orang yang berkontribusi bukan sekedar pemikiran, tetapi sangat konkret berupa material. “Dimulai dari Ibu saya, istri saya, mertua saya, teman/kolega saya, dan beberapa wali santri-murid yang merasa sangat senang karena terjadi perubahan pada anak-anak. Jika diibaratkan dengan perjalanan dengan mobil, jika dengan uang sendiri, saya bisa beli Pertamax, dan dengan kontrubisi mereka saya bisa beli Pertamax Turbo. Larinya jadi jauh lebih kencang. Tapi ini tidak boleh menyebabkan ketergantungan. Dengan kontribusi mereka, kita bisa melakukan akselerasi. Jika tidak pun, kita masih tetap bisa berlari. Alhamdulillah”, kata Pengasuh dan sekaligus Ketua Yayasan Pesantren Nurul Furqon, Dr. Mohammad Nasih.
Ketiga, membangun mental dan karakter santri-murid.

Planet NUFO didirikan karena ingin melahirkan santri-murid dengan minimal dua kemandirian, yaitu kemandirian intelektual dan finansial. Untuk bisa mewujudkan itu, para santri harus dilatih memiliki daya tahan tinggi. Mereka harus membiasakan diri belajar dan bekerja keras. “Kalau mereka sering melihat lembaga pendidikan mereka meminta-minta bantuan, mental apa yang akan ditanamkan kepada mereka? Mereka akan menjadi manusia-manusia dengan karakter yang lemah.” tambah Abah Nasih.
Keempat, memastikan kekuatan dari dalam. Bantuan seringkali membuat lembaga menjadi termanjakan. Bahkan, malah terbebani dengan program yang sesungguhnya lembaga tersebut tidak memiliki persiapan dan kesiapan. Ini berpotensi menyebabkan kegagalan.

Berbeda jika lembaga pendidikan mempersiapkan program dan usaha secara mandiri. Latihan yang keras, akan membuat kaki-kaki menjadi kuat dan terbiasa menahan beban yang berat. Karena itulah, Planet NUFO mengajak kepada semua guru untuk membuat usaha-usaha yang walaupun kecil, tetapi riil, dan bisa dicontoh secara langsung oleh para santri-murid. Ini akan membuat santri, walau berasal dari keluarga prasejahtera yang mendapatkan beasiswa sekalipun, menjadi asset, bukan beban lembaga. (AH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *