Mahasiswa menyandang gelar “maha” posisinya lebih tinggi di atas siswa. Mengingat peran mahasiswa sebagai agent of change, pastinya akan menentukan apa jadinya nasib bangsa ini kedepannya. Pun sekaligus sebagai generasi muda, penerus bangsa yang membawa dampak perubahan besar bagi bangsa ini. Bukan hanya itu, mahasiswa juga memikul beban tanggung jawab yang cukup berat. Peran mahasiswa sangat menentukan nasib ratusan juta orang rakyat Indonesia.
Mahasiswa dipandang sebagai calon intelektualis bangsa dan memiliki kekuatan untuk aksi. Inilah yang menjadikan rakyat menaruh harapan kepada mahasiswa atas kemajuan bangsa. Peran mahasiswa dalam melakukan aksi sangat diperlukan. Aksi demonstrasi mempresentasikan mentalitas mahasiswa yang sesungguhnya. Mahasiswa yang mau memperjuangkan keadilan dan mengkritisi elit bangsa yang ugal-ugalan dalam menjalankan amanah kekuasaan.
Demonstrasi bukan penentu segalanya, berdemonstrasi saja tidak cukup. Sebagai mahasiswa, selain berdemonstrasi juga harus berfikir dan produktif. Alangkah baiknya, kalau mereka bisa menjadi mahasiswa yang benar-benar memperhatikan dan memperdulikan nasib bangsa. Mahasiswa yang memikirkan apa yang dapat dilakukan olehnya untuk kemajuan bangsa ini. Mereka biasanya menyuarakan keadilan, berdemonstrasi dengan tenang, damai dan mengikuti aturan. Mahasiswa juga sangat perlu sering mengikuti perdebatan-perdebatan maupun diskusi untuk memajukan bangsa ini. Namun, berbagai aksi demonstrasi untuk saat-saat ini begitu viral di kalangan masyarakat Indonesia.
Menurut kacamata penulis, menghadapai pergejolakan dalam negeri akibat sistem pemerintahan yang semakin meresahkan rakyat seperti sekarang ini, Indonesia sangat membutuhkan peranan mahasiswa sebagai aktivis yang selalu bergerak dan memberikan perubahan. Mahasiswa harus berani mengkritisi pemerintahan, seperti dalam kasus pengesahan RUU KUHP yang disahkan secara sepihak yang tentunya tidak sesuai dengan sistem demokrasi yang ada di negara ini.
Mahasiswa harus melek pemerintahan. Jika pemerintahan bermasalah, mahasiswa harus kritis dan berani maju di garda paling depan untuk mengkritik pemerintahan, nalar dan naluri masyarakat ada pada diri mereka. Kalau bukan begitu, siapa lagi? Berbagai kritikan oleh kritikus politik terhadap pemerintahan pun masih kurang dan kadang tak ada responsasi sama sekali.
Semangat mereka tak pernah pudar meski terkadang merasakan berbagai ancaman saat ingin menampilkan mentalitas sebagai mahasiswa. Lihat saja ketika ada acara turun kejalan sebagai bentuk aksi demonstrasi terhadap kebijakan pemerintahan, pasti tidak pernah lepas dari kebrutalan dan arogansi aparat dalam mengamankan aksi. Padahal, yang dilakukan mereka hanyalah berusaha menyampaikan aspirasi dan menyuarakan keadilandi depan public sebagai perwujudan dari demokrasi.
Apa salahnya demonstrasi? Bukankah negara ini negara demokrasi? Namun, kenapa ketika hendak menyuarakan aspirasi selalu ada bentrok dan kekerasan dalam pengamanan, bahkan terkadang ada nyawa yang melayang. Jika hal ini, terus-menerus menimpa para mahasiswa, pasti Indonesia akan kehilangan generas iintelektual yang natinya akan menjadi penerus bangsa.
Jika mahasiswa pasif akan kebijakan pemerintahan, mau jadi apa negara ini? Tanpa adanya mahasiswa yang aktif, Indonesia tak punya harapan akan kemajuan bangsa. Seiring berjalannya waktu, kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintahan semakin membuat rakyat tertindas akibat kesewenang-wenagan pemerintah. Oleh sebab itu, mahasiswa harus melakukan aksi, diskusi, dan publikasi. Perkembangan bangsa ini tergantung pada perkembangan pergerakan mahasiswanya selaku generasi muda yang berintelektual.
Dengan hadirnya gerakan-gerakan baru oleh para mahasisiwa dapat memeberikan semangat baru untuk bangsa ini. Api semangat perjuangan mulai berkobar kembali dari kalangan generasi muda. Hal ini, menunjukkan masih adanya harapan segar bangsa dengan keberadaan kelompok masyarakat dari kaum terpelajar yang memiliki kekuatan intelektual untuk memperjuangkan hak-hak konstitusionalnya. Pergerakan untuk melakukan perubahan demi kemajuan bangsa ini diharapkan dapat konsisten di tengah-tengah keadaan public distrust terhadap negara seperti sekarang ini. Untuk mahasiswa, Bergeraklah! Bekerjalah! Dan terus lakukan perubahan! Wallahu a’lam bi al-shawwab.






