Keberlangsungan hidup mengalir melalui celah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seiring waktu berjalan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang meroket mengerucut pada langkah hidup praktis. Bahkan, hampir seluruh pekerjaan yang dapat dikerjakan dengan tangan kini beralih ke mesin. Lantas, hal tersebut menyebabkan adanya gerak tubuh yang minim sehingga tampak seperti pengangguran.
Gaya hidup praktis menimbulkan kesan pengangguran. Padahal, kebanyakan masyarakat Indonesia kini beralih pekerjaan dari lahan ke industri yang otomatis memiliki tingkat kesibukan lebih. Selain itu, juga menjadi buruh di berbagai sektor kehidupan. Namun, kesibukan tersebut justru menimbulkan kesan pengangguran yang nyata akibat adanya produk industri yang lebih praktis.
Di sisi yang sama, prosentase limbah yang dihasilkan cukup melimpah. Bukan hanya limbah yang berupa sisa-sisa atau potongan yang dibuang, melainkan juga yang tak kasat mata, seperti limbah cairan, asap, dan gas-gas berbahaya lainnya yang mengacaukan alam. Hasil limbah tersebut diperoleh dari sisa-sisa pengolahan produk industri yang menyerang alam secara langsung.
Melihat kondisi alam yang mulai tidak seimbang, kini diperlukan tindakan penanggulangan kerusakan alam berlebih. Berbagai sektor industri yang dulu memproses produk melalui bahan kimia berbahaya, kini mulai bermunculan industri yang lebih ramah lingkungan. Khususnya di bidang industri kecantikan dan pangan.
Kondisi ketidakseimbangan alam saat ini berupa polusi tak kasat mata serta global warming pengacau iklim. Alam yang mulai renta kini semakin meringkuk. Hasil alam yang melimpah dikeruk dengan rakus dan tidak ditanggulangi dengan benar. Tindakan tersebut yang menyebabkan kerusakan alam dan ketidakseimbangan ekosistem.
Langkah untuk mengantisipasi adanya kerusakan alam berlebih dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknik back to nature gaya hidup go green. Back to nature merupakan tindakan atau upaya untuk kembali ke alam dengan memanfaatkan hasil alam yang bernuansa herbal. Di sisi yang sama, teknik ini lebih ramah lingkungan dan tidak banyak meninggalkan limbah yang membahayakan.
Seperti halnya teknik back to nature, gaya hidup go green memiliki nilai yang sama. Nilai yang diangkat berupa keamanan serta penyelamatan alam dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih ramah lingkungan. Misalkan seperti memanfaatkan barang layak pakai dan meminimalisir penggunaan bahan susah didaur ulang. Selain itu, perlu juga langkah penghijauan atau penanaman pohon di lingkungan sekitar, seperti di rumah, sekolah, kantor, dan tempat umum lainnya.
Langkah hidup back to nature dan go green sangat mudah dipraktekkan. Namun, melihat kebiasaan hidup praktis sehingga tampak semrawut. Misalkan seperti penggunaan plastik di supermarket atau memanfaatkan kendaraan umum saat bepergian untuk mengurangi polusi asap kendaraan yang berbahaya. Seolah langkah sepele sehingga tidak diperhatikan dengan baik dan menilik pada kepentingan pribadi yang menafikan manfaat untuk khalayak umum.
Kondisi pandemi Covid-19 memaksa masyarakat untuk menjalankan kehidupan yang lebih praktis. Dimulai dari belanja kebutuhan pangan serta papan melalui jalur online sampai pemesanan makanan. Kondisi tersebut disebabkan adanya larangan berkerumun sebab bahaya yang kapan saja menyerang. Namun, tidak dipungkiri bahwa mobilitas sosial semakin tinggi dan menyebabkan polusi berlebih akibat kendaraan bermotor dan sampah makanan yang sulit didaur ulang.
Sesuai dengan Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 pasal 47 ayat 1 yang mengatur tentang kesehatan, masyarakat dianjurkan untuk mempertahankan pola hidup sehat dari diri sendiri dan keluarga. Langkah hidup sehat tersebut dilaksanakan dengan memola dan mengatur kehidupan sehari-hari seperti mengatur fisik dan non fisik.
Berdasarkan peraturan pemerintah nomor 103 tahun 2014 pasal 70, bahwa masyarakat dihimbau untuk melaksanakan pola hidup sehat secara mandiri yang dilaksanakan melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Tindakan mandiri sesuai gaya hidup sehat dapat dimanipulasi oleh racikan obat herbal hasil kebun atau bumi.
Tindakan pentingnya menjaga bumi yang renta menyebabkan langkah memanfaatkan bahan alam yang ramah lingkungan. Langkah ini memiliki nilai plus yakni lebih aman dan mudah didapatkan. Selain itu, memanfaatkan lahan kosong serta memberdayakan tanaman yang mengandung senyawa obat atau herbal yang menyehatkan tanah untuk meregenerasi penanaman tanaman yang lain.
“Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan tetapi mereka tidak menyadarinya.” Berdasarkan potongan ayat tersebut dapat dimaknai dengan penyadaran akan pentingnya menjaga bumi. Kerusakan bumi terjadi sebab adanya ketimpangan tindakan yang kurang sesuai. Dengan kata lain, tindakan perorangan yang hanya memikirkan kebaikan diri dengan menafikan madhorot secara umum.
Berbagai langkah tersebut direkayasa untuk menjaga alam raya yang mulai rapuh dan penuh dengan limbah. Demi mengurangi serta mengobati luka bumi, hendaknya dilakukan langkah penawaran supaya tidak mempercepat proses rusaknya lingkungan. Metode penawaran kerusakan tanah dapat ditanggulangi dengan menanam tanaman rimpang dan kacang-kacangan. Selain itu, juga dengan mengurangi mobilitas sosial berupa peminimalisiran penggunaan kendaraan bermotor serta pengelolaan limbah dengan tepat.
Oleh : Isnaini Mubarokah







