Oleh: Andi Fathur Rahman Amin, Peserta LK2 HMI Korkom Walisongo Semarang asal Cabang Makassar
Kisah ini bermula, pada bulan Januari ketika saya melihat ada proposal intermadiate training atau latihan kader 2 terbuka di pulau Jawa. Spontan saya mengecek isi proposal tersebut. Pada saat itu saya tidak begitu tertarik untuk mengikuti yang namanya latihan kader 2. Mengingat kemampuan intelektual saya masih dibawah rata rata dan belum bisa bersaing dengan kader kader lainnya khususnya di luar provinsi. Namun, keraguan itu sirna ketika salah seorang senior saya atau bisa dikatakan sebagai mentor saya, membuat tekad saya untuk ikut itu muncul kembali. Kata beliau latihan kader 2 bukanlah ajang kompetisi untuk menentukan siapa yang pintar atau siapa yang bodoh. Lk 2 di buat untuk bagaimana memotivasi kader untuk selalu senantiasa menuntut ilmu dimanapun dan kapanpun.
Setelah saya sudah membulatkan tekad, saya dengan persiapan seadanya di tuntut untuk belajar sendiri dan tidak berharap bekal dari senior senior yang mengaku sebagai kakak ketika melihat juniornya sudah berhasil. Segala bentuk materi yang belum pernah saya dapatkan di komisariat mengharus saya harus berusaha dengan keras memahami dan menghafal sebuah ilmu tersebut. Tidak mudah memang, tapi bukan berarti tidak bisa.
Tepatnya awal bulan februari, pengumuman kelulusan makalah pun tiba. Dengan rasa yang tidak karuan saya memberanikan diri melihat hasil dari pegumuman tersebut. Dan pada akhirnya sesuatu yang saya harapkan pun terpenuhi. Bagaimana tidak, diantara banyaknya kader dari segala pelosok Nusantara. Nama saya tercantum dalam SK kelulusan makalah. Dengan rasa bangga saya menyampaikan kepada kedua orang tua saya yang mendukung penuh segala sesuatu yang saya ingin kerjakan dan juga saya tidak lupa menyampaikan kepada salah satu senior saya yang membuat saya bisa membulatkan tekad untuk mengikuti intermediate training. Terlebih lagi tempat lk2 tersebut berada di pulau Jawa yang di kenal dengan keislamannya. Yang membuat saya bertambah semangat untuk ikut serta pada dinamika organisasi tua ini.
Selang beberapa waktu, sebelum saya berangkat ke kota Semarang. Saya pun tidak lupa untuk memohon doa serta arahan dari teman teman sekitar dan juga senior senior di komisariat. Harapan saya semoga dengan doa doa mereka membuat segala jalan yang saya lewati itu di permudah oleh tuhan serta sebagai motivasi saya untuk terus bersemangat dalam mengembara luasnya gurun pengetahuan.







