Brebes – Antusiasme warga Randusanga menyelimuti Majelis Sibbyanul Qur`an dalam rangka pengajian kliwonan (4/10/2021) yang dihadiri oleh Ustadz Athoillah dari Jati Barang dan KH. Hasan Amrozi dari Tegal dalam keadaan situasi perkumpulan yang ketat dengan protokol kesehatan.
Kegiatan ini sebagai rutinan dari pengajian Majelis Sibbyanul Qur`an yang kebetulan kliwonan ini jatuh pada bulan Rabi`ul Awal. Yakni bulan kelahiran Nabi sehingga diadakan pertemuan yang didalamnya ada serangkaian acara berorientasi pada mendekatkan diri kepada Allah. Juga untuk menumbuhkan rasa kecintaan kepada Nabi Muhammad dengan pembacaan kisah perjalanannya.
Pengajian kliwonan ini bisa dikatakan sebagai sebuah aset tradisi dalam kajian perilaku beragama masyarakat jawa. Ustadz Turmudzi mengatakan “Dalam kebudayaan seringkali dikaitkan dengan berbagai hal mengenai kesenian. Padahal, kebudayaan mempunyai suatu pengertian yang kompleks di dalam kehidupan masyarakat. Dari kebudayaan, lahir berbagai macam hal yang mencakup kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan untuk hidup bermasyarakat , berbangsa dan bernegara, berspriritual.”
Rangkaian acara pengajian kliwonan ini meliputi pembacaan ratib, istigosah, disambung maulid, santunan anak yatim dan maidoh hasanah oleh Ustadz Athoillah dari jati barang dan KH. Hasan Amrozi dari tegal .Acara ini berjalan dengan khidmat dan khusyu` dengan dihadiri oleh santri Majelis Sibbyanul Qur`an, remaja sekitar dan warga sekitar dukuh Sigempol.
Bertempat di mushola baiturrahim desa randusnaga dukuh Sigempol kecamatan Brebes. Pengajian ini dihadiri jema`ah kurang lebih 100 orang yang mana memenuhi harapan yaitu banyak dihadiri oleh kalangan kaum muda yang mana acara ini bertujuan untuk menarik anak muda mencintai majelis ilmu.
Ustadz Turmudzi selaku pembina Majelis Sibbyanul Qur`an berharap bahwa acara pengajian kliwonan ini terus merekatkan tali silaturahmi baik hubungan antar warga maupun kecintaan kaum muda untuk berkumpul bershalawat dan menuntut ilmu di majlis-majlis ilmu.
Salah satu kebanggaan yang dimiliki oleh masyarakat Jawa yaitu ritual atau adat istiadat yang dilakukan orang-orang Jawa untuk melaksanakan upacara dari beragam ritual. Ragam ritual Jawa telah menjadi warisan budaya yang dilakukan secara turun temurun yang seharusnya patut kita jaga dan leatarikan.







