Penulis: Muhammad Fajar Muharram, peserta pelatihan kewirausahaan Monasmuda Institute 2022
Saya adalah seorang mahasiswa asal Ciamis, berasal dari salah satu perguruan tinggi swasta di Ciamis, Institut Agama Islam Darussalam (IAID Ciamis). Nama saya Muhammad Fajar Muharram, saya mengikuti program pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Monasmuda Institute di Planet Nufo, Rembang.
Planet Nufo adalah salah satu lembaga dengan model pembalajaran yang inovatif bagi saya. Suasana lingkungannya tidak sama seperti pondok pesantren sebagaimana umumnya.
Bangunan asrama yang tidak membosankan membuat kita betah berlama-lama di sana. Bentuk kamarnya beragam, ada rumah kepang, bahan dasarnya dominan dari bambu yang dianyam dan membentuk rumah bilik dengan ruangan yang luas.
Kemudian selain rumah kepang ada juga rumah hobit. Rumah ini berbentuk bulat, persis seperti gorong-gorong ditmabah dengan pintu dan hiasn tertentu menambah kesan estetik rumah tersebut. Selanjutnya rumah sasak, rumah yang mirip dengan rumah-rumah yang kebanyakan berada di Indonesia Timur. Rumahnya para ustadz di sana. Ada juga rumah-rumah di sekitaran Planet Nufo Farm yang berbentuk setengah lingkaran dan bangunan unik lainnya.
Lingkungannya yang asri yang ditanami beragam pepohonan juga mendukung suasana pembelajaran. Setiap harinya santri-santri di sana menghafal Al-Qur’an dan melakukan pembelajaran dengan ustadz-ustadzah di sana.
Perlu diketahui juga, Planet Nufo selektif dalam memilih pengajar (fasilitator). Syaratnya adalah calon tenaga pengajar mesti telah dinyatakan lulus dalam senior course Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Senior course sendiri merupakan pelatihan bagi instruktur perkaderan HMI. Mungkin sederhananya adalah guru atau orang yang berkecimpung dalam dunia perkaderan HMI.
Selain itu, calon guru juga harus orang yang sudah lulus pendidikan strata dua (S2) perguruan tinggi atau sedang menempuh pendidikan S2.
Kegiatan pembelajaran di Planet Nufo didasari dengan konsep integrasi Al-Qur’an dan sains. Hal ini diutarakan Abah Nasih (Mohammad Nasih) beliau adalah pendiri Planet Nufo, katanya “Al-Qur’an mesti dikaji secara sintifik, supaya menjadi panduan kehidupan, bukan malah menjadi beban kehidupan”.
Jelas sekali Abah Nasih memiliki semangat untuk mengajak kaum Muslimin untuk mengajar ketertinggalan dalam kaum Muslim dengan cara mengkaji kembali Al-Qur’an sebagai pedoman hidup supaya diterjemahkan kedalam berbagai disiplin ilmu, begitupun sebaliknya tafsiran Al-Qur’an mesti kontekstual dengan perkembangan sains. Inilah konsep yang melandasi Planet Nufo dalam rangka ikhtiyar menjawab tantangan zaman.
Saya sempat mengobrol sejenak dengan dua santri di sana, mereka asyik diajak diskusi, mereka cakap berargumentasi. Hal itu terlihat pada saat mereka berargumentasi perihal penentuan tanggal Idul Adha, mereka mampu menguraikan metode hisab dan metode ru’yatul hilal dalam menentukan tanggal hari raya Idul Adha.
Usut punya usut, di Planet Nufo mereka terbiasa beradu argumentasi. Dengan banyaknya kader HMI dan alumni HMI di sana, kultur pembelajaran di Planet Nufo setidaknya terpengaruhi oleh kultur pembelajaran HMI. Mereka biasa berdebat dalam ruang-ruang semacam kongres ditambah metode pembelajaran dari asatidz yang notabene orang-orang Badan Pengelola Latihan di HMI menambah kualitas pembelajaran yang baik.
Selain itu, beberapa dari santri dan asatidz telah menulis buku dan telah diterbitkan. Seperti Mas Raka, seorang santri asal Bandung, diari yang ditulisnya telah diterbitkan menjadi buku yang berjudul Mengkaji Hari, juga Bang Alwi pengajar asal Garut telah melahirkan buku HMI: Harapan Masyarakat Indonesia. Menulis buku juga menjadi salah satu syarat kelulusan di sana. Tidak heran, di Planet Nufo terbiasa berargumetasi.
Di Planet Nufo, secara umum mengajarkan santri untuk menghafal dan memahami Al-Qur’an, mempunyai kemampuan literasi dan numerasi, serta mampu menjadi pengusaha yang memiliki banyak harta dan bermanfaat bagi banyak orang.
Selogannya adalah berilmu, berharta dan berkuasa. Planet Nufo menyipkan para pemimpin masa depan dengan semangat jihad yang tak terganggu oleh gangguan finansial dan gangguan lainnya serta cakap dalam segala hal dan memiliki wawasan yang luas serta mampu memperhitungkan segala hal dengan matang.
Untuk menjawab tantangan zaman, santri-santri di sana dibekali ilmu wirausaha dan kemampuan digital. Di sana para santri diajari ilmu beternak dan bertani, membaca sifat-sifat alam untuk kemudian dimanfaatkan hasilnya dalam kegiatan bisnis. Saya yang mengikuti program pelatihanpun dibimbing para santri dan asatidz di sana.
Dalam pelatihan wirausaha, saya tidak hanya diajari mengelola peternakan, saya juga diajari mengelola bisnis, menentukan target pasar, mengelola pasar, serta mengelola teknologi digital dalam hal teknik pemasaran digital.
Rembang, khususnya Kecamatan Pamotan, Desa Mlagen dan Planet Nufo memberi saya banyak inspirasi dalam hal hubungan manusia dengan alam, alam dengan alam serta manusia dengan manusia.
Manusia memiliki kebutuhan dan kepentingan, Planet Nufo mengajarkan saya untuk menjadi orang yang mampu meraup manfaat dari alam tanpa mengganggu sistem dan hukum alam yang berlaku begitupun dalam hal hubungan dengan manusia lain.
Planet Nufo memberi gambaran bagaimana pendidikan memiliki manfaat bagi diri sendiri dan orang lain melalui kegiatan berbagi ilmu, menyiapkan diri menjadi orang yang berguna dan memiliki kuasa atas diri dengan landasan ilmu dan kekuatan finansial dan memliki kuasa atas berjalannya sistem yang seharusnya dijalankan supaya tetap berjalan dan bermanfaat bagi orang lain.
Terus terang, di Planet Nufo, selain mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang baru, isi kepala saya dihujani dengan beragam ide sehingga membawa saya kealam perenungan. Apakah bisa hal seperti ini diterapkan dan dikontekstualisasikan di Ciamis, bagaimana caranya?
Selalu banyak tamu yang berkunjung kesana, entah itu dari kalangan pejabat, aktivis atau kalangan mahasiswa yang mengamalkan ilmunya di sana. Ilmu-ilmu di sana, salah satunya disebabkan oleh hal-hal tersebut, sehingga keilmuannya berkembang.
Saya mengikuti kegiatan ini secara gratis, tanpa dipungut biaya sepeserpun, program ini diadakan khusus untuk kader-kader HMI yang hendak belajar mengenai kewirausahaan.
Terima Kasih kepada teman-teman di Plante Nufo yang telah bersedia berbagi Ilmu dengan kami para peserta, terkhusus kepada Abah Nasih, Ustadz Suud dan yang lainnya. Semoga keberkahan dan ridho Allah menyertai Planet Nufo dan apa yang dicita-citakan Planet Nufo dan kita semua dapat terwujud.







