Pesantren dan Sekolah Alam Planet Nufo Mlagen Rembang kembali mensyiarkan Idul Adlha tahun ini dengan menyembelih cukup banyak hewan kurban dan membagikan dagingnya secara cepat kepada masyarakat sekitar. Sebelum pukul 10.00 sudah terlihat tim pembagi daging kurban sudah mendatangi rumah-rumah warga terdekat pesantren yang didirikan dan diasuh oleh Dr. Mohammad Nasih itu.
“Kunci kecepatan ini tidak lain hanyalah sinergi. Itu adalah salah satu kata mantra yang terus kami gaungkan untuk para santri, agar bisa menyelesaikan pekerjaan besar dan berat secara cepat. Penyelenggaraan kurban yang baik adalah salah satu pembuktiannya. Caranya adalah membagi para santri menjadi berbagai divisi dengan tugas sesuai kemampuan,” terang Sosen Ilmu Politik UI dan UMJ itu.
Para ustadz/ah dan santri-murid dibagi menjadi banyak divisi mulai dari penjagalan, pengulitan, pemindahan daging, penyincangan, penimbangan, pembungkusan, sampai pembagian kepada warga. Setelah sapi disembelih, langsung dikuliti oleh tim pengulitan. Setiap bagian yang sudah bisa dipotong, langsung dipotong, lalu diserahkan kepada tim cincang, dan langsung diberikan kepada tim timbang. Dengan cara itu, sebelum pengulitan selesai, sudah ada daging yang sudah siap dibagikan. Jadi, sebenarnya, saat daging pertama kali dibagikan kepada warga terdekat, proses pengulitan sebenarnya belum selesai. Dan setelah selesai pengulitan, tidak ada penumpukan daging di tim penimbangan dan pembungkusan.
Sampai hari raya Idul Adlha, sudah terlihat 5 ekor sapi dan belasan ekor kambing ditambatkan di depan gedung baru Planet Nufo. Nampak santri-santri kecil antusias menyaksikan hewan-hewan kurban dan sesekali memberikan rumput di depannya.
Siapa masih ingin berkurban? Masih ada kesempatan tiga hari tasyriq. (AH)







