SEMARANG – Pemilik CV Samudera Rianto Mukjanto telah dijatuhi Pidana selama 3 Tahun dan perintah untuk ditahan oleh Pengadilan Tinggi Semarang sebagaimana dimaksud dalam Register Perkara No.174/Pid/2020/PT Smg tanggal 15 April 2020 mangkir dari panggilan Jaksa.

Pemilik perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan piring di Kudus ini telah menipu PT SAE Semarang kurang lebih 15 Millyar. Beerdasarkan informasi yang diterima, Rianto mangkir dari panggilan jaksa untuk hadir melaksanakan putusan pengadilan tinggi Semarang.

“Ini sontak membuat kaget korban dan semakin menambah keyakinan korban bahwa terdakwa tidak beritikad baik dan bukan warga negara yang baik,” ujar informan.

Kejadian berawal dari Rianto Mukjanto selaku direktur CV Samudera yang berlokasi di Kudus meminta kepada PT SAE untuk mensuply batu bara untuk keperluan produksinya. Ketika total tagihan menyampai 15 M, Rianto memberikan Billyet Giro sebanyak 11 lembar dengan nilai sebesar kurang lebih 5 M kepada PT SAE. Namun ternyata, Billyet Giro tersebut tidak bisa dicairka.

“Ini semakin memperkuat itikad tidak baik dari Rianto Mukjanto. Bahkan dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Semarang, terkuak bahwa Rianto Mukjanto mengetahui bahwa Bilyet Giro tersebut tidak ada dananya,” jelas informan.

CV Samudera memiliki hasil penjualan yang cukup fantastis hal ini terungkap di persidangan rata-rata penjualan piring periode Desember 2017 sampai dengan Bulan Juni 2018 adalah:Bulan desember 2017 sebesar Rp 13.300.381.800,-;Bulan Januari 2018 sebesar Rp 13.894.159.618,- ;Bulan Pebruari 2018 sebesar Rp 9.346.017.318,-;Bulan Maret 2018 sebesar Rp 14.188.857.600,-;Bulan April 2018 sebesar Rp14.188.857.600,-;Bulan Mei 2018 sebesar Rp 14.998.394.091,-;Bulan Juni 2018 sebesar Rp 12.741.331.650,-

Baca Juga  Keliling Semarang, Sedekas Bagikan Makanan Gratis Kepada Tunawisma

Dengan omset yang cukup fantastis tersebut seharusnya digunakan oleh Rianto Mukjanto membayar kepada korban. Ironisnya, justru saat ini perusahaannya CV Samudera dipailitkan sesuatu yang sungguh membuat PT SAE selaku korban menaruh tanda tanya besar.

“Kenapa dengan omset sebesar itu, kok perusahaan sampai pailit, apalagi harta aset cv samudera sangat tidak mencukupi untuk penyelesaian pailit. Wajar, apabila ada kecurigaan Rianto bahwa ia sengaja menyembunyikan hasil kejahatannya. Penyidik sudah mulai melakukan penyelidikan terkait dengan tindak pidana pencucian uang,” tutur informan.

Terungkap fakta di lapangan juga bahwa PT SAE bukan satu-satunya korban yang tidak dibayar oleh Rianto. Berdasar keterangan HM yang mengaku juga perusahaan tempatnya bekerja, yaitu PT UJK juga masih memiliki tagihan yang hingga saat ini belum dibayar  Rianto sebesar Rp 3.539.795.400,-

PT SAE selaku korban melalui Kuasa Hukumnya Soesanto Gunawan berharap agar terdakwa bersikap kooperatif untuk menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Semarang dan melaksanakan putusan Pengadilan Tinggi Semarang dan berharap kepada Kejaksaan Negeri Semarang untuk segera mungkin menangkap Rianto agar dapat segera dijalankan putusan Pengadilan Tinggi .

Mengenal Syawal dan Teman Kenal(an)

Previous article

Wahai Pemimpinku! Kau Temanku? Atau Musuhku?

Next article

You may also like

Comments

Ruang Diskusi

More in Daerah