Baladena.id, TANGERANG – Salah satu pelaku  yang menyobek al-Qur’an dan mushalla Darussalam di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten berinisial S ditangkap Polresta Tangerang, Selasa (29/9).

Dengan memanfaatkan bukti-bukti yang ada di TKP, satuan Polresta Tangerang berhasi membaca salah satu pelaku vandalisme mushalla di Pasar Kemis. Pelaku diamankan di rumahnya dan dibawa ke Mapolresta Tangerang.

“Berdasarkan hasil olah TKP, pemeriksaan saksi dan alat bukti yang ada, alhamdulillah hanya beberapa jam setelah kita selidiki kita amankan 1 pelaku dengan inisial S di rumahnya,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam Indradi.

Penangkapan pelaku dilakukan pada pukul 19.30 WIB.  Kepada tim investigasi, pelaku mengakui perbuatan telah mencoret-coret mushalla sekitar pukul 16.00 WIB.

Kronologi Aksi Vandalisme

Sebelumnya,  warga sekitar lokasi kejadian dihebohkan dengan aksi vandalisme di Mushalla Darussalam, Selasa (29/9) sore.

Hal itu pertama kali diketahui oleh warga saat menjelang waktu shalat Ashar. Kondisi mushala tersebut terekam dalam sebuah video. Tak hanya pada dinding, coretan juga terdapat di papan tulis, lantai hingga sajadah. Di bagian lain terdapat dua Al Quran. Satu Al Quran tampak disobek dan satu lainnya dicoret dengan tanda silang.

“Ini dimulai jam berapa, waktu jam 12 belum ada seperti ini,” kata seseorang dalam video itu.

Video tersebut berdurasi kurang lebih satu menit. Ada seseorang yang bicara di video itu yang mengatakan bahwa mushalla ini semua dicoret-coret. Pihak yang mengetahui awal adalah seorang bernama Wawan.

Baca Juga  Plafon Bandara Halim Dua Kali Jebol Karena Diguyur Hujan Deras

“Ya ini mushalla kita nggak tahu dari jam berapa, semuanya dicoret-coret. Awal masuk itu Wawan. Wawan masuk ke sini sudah dengan kondisi sudah dicoret-coret,” bunyi video yang dikutip detikcom

Dari coretan, tampak ada tulisan ‘Tidak Ridho’ di bagian lantai dan tulisan ‘Saya Kafir’ di sebuah white board. Suara di video menyampaikan bahwa ia tidak tahu motif perbuatan seperti apa. Karena begitu masuk musala dan mau salat Asar, Wawan tidak ingin azan.

“Ini alasannya motifnya apa saya tidak tahu. Begitu saya mau (salat) asar dan Wawan pun nggak mau azan karena kondisi seperti ini,” lanjutnya dalam narasi video.

Video juga memperlihatkan lafaz Allah di lantai yang disilang, ada kata ‘Anti Khilafah’ dan ‘Anti Islam’ di bagian tembok.

“Ini Al Quran disobek-sobek, dipilok, disilang, semuanya disobek-sobek. Ini dimulai dari jam berapa. Waktu jam 12 belum ada seperti ini,” katanya.

Terus Mendalami Motif

Meski telah mengakui, polisi masih mendalami motif terduga pelaku.

“Saat ini pelaku sudah di bawa ke Polresta Tangerang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Ade.

Setelah melakukan olah TKP, mushalla yang dicoret-coret pelaku sudah langsung dibersihkan oleh petugas. Warga katanya juga sudah kembali melakukan shalat berjamaah di lokasi.

Din Syamsudin dan Nasib KAMI Kedepan

Previous article

PKI, HMI, dan Mahasiswa Kini

Next article

You may also like

Comments

Ruang Diskusi

More in Daerah