Site icon Baladena.ID

Oligarki Vs Demokrasi

“Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.” Seperti itulah keadaan rakyat di negeri ini. Bagaimana tidak? Jika budaya oligarki masih saja membuming, kemungkinan kecil negeri ini akan terlepas dari slogan tadi. Merujuk pada teori plato tentang konsep oligarki, ia menyebutkan bahwa: “oligarki merupakan bentuk pemerosotan dari pemerintah aristokrasi, pemerintahan yang dipimpin dengan cerdik dan pandai menjadi dipimpin sekelompok kecil yang memerintah demi kepentingan golongan itu sendiri.”  Para oligarki  terus berusaha mencengkram kekuasaan demi memelihara kepentigannya sendiri. Ingat, negara bukan milik golongan atau perorangan, negara milik kita bersama.  Seluruh harta kekayaan negara untuk kemakmuran rakyatnya, tidak hanya untuk suatu golongan semata. Jika kita sadar akan hal ini, tidaklah ada kehidupan yang tidak merata. Semua akan makmur dan sejahtera bersama.

Katanya Indonesia adalah negara demokrasi, yang prinsipnya adalah semua keputusan berada di tangan rakyat. Namun, akibat dari budaya oligarki prinsip Indonesia negara demokrasi seakan-akan sudah tak berfungsi. Tak sedikit kebijakan-kebijakan yang dibuat hanya untuk kepentingan pribadi. Apalagi saat pergantian kekuasaan, pasti kekuasaan untuk memerintah diletakkan di tangan-tangan kelompoknya dan keuntungan tersebut dimanfaatkan oleh mereka saja. Hal ini lah yang menjadi salah satu penyebab banyak orang yang masih dalam keadaan kemiskinanan sementara ada orang yang hidupnya berlebihan. Mereka hanya memikirkan dirinya saja, memperkaya diri membabi buta. Berbicara Oligarki dan demokrasi, dua hal ini akan selalu bertentangan. Pertentangan ini terjadi utamanya disebabkan oleh 2 pertanyaan tentang “siapa yang berkuasa?” dan “siapa yang mendapat manfaat dari kekuasaan tersebut?”

Demi terwujudnya cita-cita bangsa, budaya oligarki harus kita hapuskan. Tak adil jika negara kita diatur seperti itu. Lagi-lagi, slogan “ yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin” akan tetap mendarah daging jika oligarki masih saja ada di negara kita. Mari ciptakan kehidupan yang adil. Bebaskan negara ini dari penguasa yang dzolim. Asalkan kalian tahu, dalam sebuah hadist yang diriwayatka oleh imam tirmdzi dijelaskan bahwa:

“sungguh, manusia yang paling dicintai oleh Allah  pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah pemimpin yang adil. Orang yang paling dibenci Allah dan paling jauh kedudukannya adalah pemimpin yang dzalim.” (HR Tirmidzi).

Maka dari itu, ketika kita menjadi seorang pemimpin, jauhilah budaya oligarki. Terapkanlah gaya kepemimpinan yang adil demi kepentingan bersama mewujudkan Indonesia yang luar biasa.

Oleh: Muinnatu Lutfiah (Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim Semarang)

 

 

 

 

Exit mobile version