Perspektif
- Hafal al-Qur’an adalah hafal 30 juz, bukan hanya sebagiannya.
- Menghafalkan al-Qur’an bisa dilakukan oleh siapa saja yang sungguh-sungguh; sabar dan istiqamah, dan didukung oleh kecerdasan memorial dan linguistik verbal yang memadai.
- Allah telah memudahkan al-Qur’an untuk dihafalkan.
- Setiap individu memiliki kemampuan menghafal yang unik, juga memiliki kecerdasan memorial yang berbeda-beda.
- Hafal al-Qur’an adalah jalan mutlak yang harus ditempuh untuk memahami secara utuh ide-ide Allah, termasuk yang berkaitan dengan sains dan teknologi. Menghafalkannya bahkan merupakan bagian penting untuk melakukan reintegrasi Islam dengan saintek.
Perspektik Keliru Tentang Hafal dan Penghafal al-Qur’an
- Hafal al-Qur’an bisa diraih hanya dengan mengulang-ulang bacaan, bahkan mendengarkan rekaman, tanpa mengetahui arti literalnya. Faktanya, dalam kasus orang-orang yang memiliki keinginan kuat menghafalkan al-Qur’an dengan tanpa keterbatasan panca indera, hanya 0,3% saja yang berhasil menghafal total 30 juz dan layak disimak. Yang selainnya, hanya menambah hafalan, tetapi sebagian besar ayat yang telah dihafal kemudian terlupakan. Dan hafalan tanpa arti ini lebih menjadi beban dalam sepanjang kehidupan, karena harus merapal kalimat-kalimat tanpa tahu apa yang ucapkan. Ayat-ayat al-Qur’an yang kaya substansi, tidak melahirkan inspirasi.
- Orang yang bisa menghafalkan al-Qur’an berarti cerdas segalanya. Faktanya, mayoritas penghafal al-Qur’an kurang memahami disiplin ilmu yang sesungguhnya didorong sendiri oleh al-Qur’an.
Metode Planet Nufo
- Memulai dengan memaknai perkata seluruh ayat al-Qur’an. Menghafal tanpa makna, secara umum memerlukan usaha lebih dari 7 kali lipat dibanding dengan maknanya. Mengetahui makna literal ini sesungguhnya mudah, karena al-Qur’an terdiri atas 77.439 kata dan sesungguhnya berasal dari hanya kira-kira 2728 kata dasar. Dengan mengetahui makna dasar tersebut, maka makna literal seluruh ayat al-Qur’an relatif bisa dikuasai. Peserta program akan diberi kesempatan selama maksimal 1,5 bulan untuk belajar intensif menguasai bahasa al-Qur’an. Jika bisa, akan direkomendasikan untuk langsung menghafal. Jika tidak, akan direkomendasikan untuk jangan menghafal dulu.
- Kajian i’rab al-Qur’an bersama mentor dan pengasuh untuk mengetahui dengan lebih baik makna al-Qur’an.
- Melakukan simaan sesama santri minimal satu juz untuk persiapan setoran hafalan kepada pengasuh dengan kesalahan yang ditoleransi sebanyak maksimal 20 kali dengan asumsi setiap halaman boleh salah sekali. Apabila jumlah kesalahan melebihi jumlah halaman yang dibaca, maka harus mengulang. Cara ini dipilih untuk menghindarkan santri dari sikap hanya menambah hafalan, tetapi tidak menjaganya, sehingga yang telah dihafal hilang.
- Paling ideal, santri telah melakukan setoran 1 juz kepada pengasuh setiap paling lama 10 hari.
- Membaca ayat-ayat yang telah dihafalkan dalam shalat fardlu, qabliyah/ba’diyah, tahajjud, dan dluha minimal 1 halaman pada setiap raka’at.
- Simaan al-Qur’an 30 juz secara langsung dalam waktu sehari penuh dengan menggunakan pengeras suara. Istirahat hanya untuk shalat dan makan, disimak oleh minimal dua orang penyimak pada jarak min 1,5 meter.
Hanya jika 6 hal di atas telah dilakukan, maka penghafal akan mendapatkan ijazah sebagai penghafal al-Qur’an.
Anda ingin menjalankan metode Planet NUFO-Monash Institute? Kontak di +62813-9031-4446.







