Mahasiswa KKN 63 Kelompok 33 UIN Gus Dur Melaksanakan Kegiatan Anjangsana di Dukuh Sontel Desa Legokkalong

Pekalongan — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 63 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) melaksanakan kegiatan anjangsana ke enam RT di Dukuh Sontel, yang meliputi RT 1, 2, dan 3 RW 8 serta RT 1, 2, dan 3 RW 9, Desa Legokkalong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, pada Jumat, 31 Oktober 2025.

Kegiatan ini menjadi langkah awal mahasiswa dalam menggali informasi lapangan dan memahami kondisi sosial, ekonomi, serta lingkungan masyarakat Dukuh Sontel sebagai dasar penyusunan program kerja KKN yang tepat sasaran. Kegiatan anjangsana dilakukan dengan mengunjungi para Ketua RT di masing-masing wilayah, disertai dialog dan wawancara ringan untuk mengetahui dinamika kegiatan warga serta permasalahan yang dihadapi sehari-hari.

Setiap Ketua RT memberikan penjelasan mengenai kondisi warganya, kegiatan rutin, serta potensi dan kendala yang masih dihadapi dalam pengelolaan lingkungan dan pembangunan sosial.

Secara umum, hasil anjangsana menunjukkan bahwa warga di seluruh RT memiliki tingkat partisipasi sosial yang baik. Mereka aktif dalam kegiatan Jumat Bersih dan siskamling malam hari sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan keamanan lingkungan. Selain itu, di beberapa RT juga terdapat kegiatan ibu-ibu dan bapak-bapak yang dilaksanakan secara terpisah, seperti arisan, pengajian, dan gotong royong, yang berfungsi memperkuat kebersamaan antarwarga.

Meski demikian, dari hasil wawancara diperoleh temuan bahwa belum terdapat perputaran ekonomi lokal yang signifikan di dalam Dukuh Sontel. Sebagian besar warga bekerja di luar wilayah sebagai pedagang serta butuh serabutan, sehingga kegiatan ekonomi di tingkat dukuh masih minim.

Hal ini menjadi salah satu perhatian mahasiswa KKN untuk mendorong terbentuknya kegiatan ekonomi produktif berbasis rumah tangga atau usaha kecil yang memanfaatkan potensi lokal.

Dari aspek lingkungan, ditemukan bahwa pengelolaan sampah masih menjadi permasalahan umum di semua RT. Sebagian warga masih membuang sampah sembarangan, sementara yang memiliki lahan kosong lebih memilih membakar sampah sendiri.

Kebiasaan ini berdampak pada kebersihan lingkungan dan potensi pencemaran udara. Karena itu, para Ketua RT sepakat bahwa perlu dilakukan sosialisasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah organik dan anorganik, agar masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut dari masalah tersebut, muncul inisiatif dari kepala desa untuk membudidayakan maggot sebagai alternatif pengelolaan sampah organik. Rencana ini dinilai sangat potensial karena tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi warga, khususnya dalam pengolahan pakan ternak atau pupuk organik.

Mahasiswa KKN merespons positif gagasan tersebut dan berencana untuk melakukan pendampingan dalam bentuk edukasi dan pelatihan sederhana mengenai budidaya maggot serta Pengelolaan sampah di tahap kegiatan berikutnya.

Hasil observasi menunjukkan bahwa kegiatan sosial masyarakat di Dukuh Sontel berjalan sebagaimana mestinya dengan tingkat partisipasi warga yang cukup tinggi.

Keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan, kebersihan, dan keharmonisan lingkungan menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan melalui program kolaboratif antara mahasiswa KKN dan warga setempat. Kegiatan anjangsana ini berlangsung dengan suasana hangat, terbuka, dan penuh antusiasme.

Mahasiswa KKN mendapatkan banyak informasi berharga yang akan menjadi landasan perencanaan program kerja KKN berbasis kebutuhan riil masyarakat, terutama dalam bidang lingkungan hidup, edukasi sosial, dan pemberdayaan ekonomi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 63 UIN Gus Dur berharap dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan para Ketua RT dan warga Dukuh Sontel, sekaligus berkontribusi dalam memberikan solusi konkret terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Anjangsana ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun desa yang mandiri, bersih, dan berdaya.

 

Penulis: Mahasiswa KKN 63 Kelompok 33

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *