Pada Idul Qurban 1442H ini, Pesantren dan Sekolah Alam Planet NUFO Mlagen, Rembang, mendapatkan kepercayaan makin besar untuk menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban dan pembagian dagingnya kepada masyarakat yang berhak.
Tercatat ada 11 ekor sapi dan 15 ekor domba yang diserahkan kepada Planet NUFO. Yang menyerahkan juga beragam kalangan. Ada masyarakat sekitar Planet NUFO, wali santri Planet NUFO, dan kolega pengasuh Planet NUFO yang berasal dari berbagai daerah.
Sepuluh ekor sapi diserahkan oleh: 1. Pengasuh Planet NUFO Dr. Mohammad Nasih (500kg), 2. Mustika Awwaluddin (500kg), 3. Surihadi (Desa Mlagen, 320kg), 4. IIDI (Ikatan Istri Dokter Indonesia) Kota Semarang (400kg), 5. Yayasan Pendidikan Islam al-Furqon Rembang (3 ekor masing-masing seberat 450, 450, dan 330 kg), 8. Abdullah (Desa Sumberejo, 370kg), 9. Syaiful Anwar (Blora, 370kg), 10. Gabungan santri dan wali santri Planet NUFO: Gatot Shalahuddin, Fahri Adam, Suci Muria, Uswatun Hasanah, Tarjo Ragil, Yayat S Hidayat, dan Aisya Sasmaya (420kg), dan 11. Yayat Biaro (Tangerang, 500kg).
Sedangkan 13 ekor domba dititipkan oleh H. Yahya Amin (4 ekor), Muhammad Amirul Ilman Bin Yahya Amin, Anna Marisa Salsabila Binti Yahya Amin, Tyas Vika, Betty Epsillon Idroos, Namora Fadli Nasution, Putri Aisyah, Reksa, Siswandaru Kurniawan, Ainuna Dina, Diana Ulum, dan Pungkas Katama.
Penyelenggaraan korban, mulai dari penyembelihan sampai pembagian ke masyarakat, sepenuhnya dilakukan oleh para ustadz dan santri Planet NUFO dengan menggunakan prokes sangat ketat. Semuanya wajib menggunakan masker standar.
Yang lebih menarik adalah, walaupun mereka bukan ahli jagal, tetapi mampu menyelesaikan pekerjaan dengan super cepat. Kunci kecepatan kerja di Planet NUFO adalah pembagian tim mulai dari menyembelih, menguliti, menyincang, menimbang, lalu diakhir dengan mendistribusikan.
Hampir 200 santri dibagi menjadi kelompok-kelompok sesuai dengan kemampuan. Santri pria dewasa dijadikan sebagai tim menyembelih sapi karena ada proses merobohkannya yang membutuhkan kemampuan khusus.
Santri pria usia mahasiswa dan SMU masuk ke dalam tim menguliti dan mengangkat bagian yang sudah dikuliti. Sebelum selesai dikuliti, bagian yang sudah dipisahkan itu langsung dicincang oleh tim cincang yang terdiri atas santriwati mulai dewasa sampai remaja.

Setelah itu langsung ditimbang, dan langsung dibagikan kepada warga yang posisi rumahnya paling dekat dengan Planet NUFO. Dengan cara demikian, walaupun penyembelihan dimulai pada pukul 08.00, tetapi pukul 09.30 sudah bisa mulai membagikan dan kira-kira waktu dhuhur, distribusi daging di hari pertama bisa diselesaikan ke 500-an keluarga di Desa Mlagen. Masing-masing rumah mendapatkan paket berisi 0,5 kg daging dan 0,2 tetelan tulang.
Hari kedua, sapi milik IIDI Kota Semarang dieksekusi setelah shalat shubuh, karena pukul 11.00 daging harus sudah sampai di Semarang. Dengan kerja tim yang sangat solid dan pengalaman di hari pertama, pukul 08.00 mobil Planet NUFO sudah bergerak dengan muatan paket daging penuh dan sampai di Semarang sesuai dengan jadual. Ditambah dengan tiga ekor sapi pesanan Yayasan Pendidikan al-Furqon Kota Rembang.
Hari ketiga, sapi pesanan kelompok dari Desa Sumberejo, Rembang dan Syaiful Anwar asal Blora. Daging sapi ini dibagikan kepada warga desa shahibul qurban. ***







