Klaten (11/08/23)-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II UNDIP 2023/2024 memanfaatkan bahan lokal berupa limbah tembakau menjadi pestisida nabati dalam pengendalian terpadu hama wereng coklat pada tanaman padi. Kegiatan dilakukan bersama kelompok tani Desa Ngaren, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten bertempat di Balai Kampung Sonayan Desa Ngaren.
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 25 petani yang terdiri dari petani milenial dan petani tua ini dimulai pukul 19.30 WIB sejalan dengan kesediaan para anggota kelompok tani yang senggang dari kesibukan di lahan masing-masing.
Mendengar keluhan petani Desa Ngaren terkait hama wereng coklat tanaman padi yang mengganggu produktivitas tanaman padi dan bahkan membuat gagal panen, maka diperlukan penanganan hama tersebut dengan tepat.
“Saya sudah mencoba berbagai merk pestisida kimia mas, namun hasilnya masih sama, wereng coklat masih menjadi momok para petani,” ucap Bapak Sukir, salah satu anggota kelompok tani.
Oleh karena itu, mahasiswa KKN Tim II UNDIP tahun 2023/2024 beriniovasi dengan memanfaatkan bahan lokal berupa limbah tembakau menjadi pestisida nabati yang ramah lingkungan dan tetap menjaga kelestarian ekosistem. Pemilihan bahan berupa limbah tembakau ini didasarkan temuan dilapang dimana setelah panen tembakau tiba, limbah dari tembakau berupa daun tembakau yang rusak dan batang tanaman tembsksu terbuang sia-sia karena tidak laku dijual.Selain itu, pengenalan pestisida nabati ini juga menjadi pengenalan baru terhadap petani Desa Ngaren yang selama ini masih bergantung pada pestisida kimia.
“Setelah mendengar keluhan petani, saya mencoba untuk menelisik potensi apa yang sekiranya dapat dimanfaatkan sebagai jalan keluar terhadap permasalahan petani,” ujar Aji, Mahasiswa Tim II KKN UNDIP Desa Ngaren.

Pestisida nabati merupakan senyawa kimia yang bahan aktifnya berasal dari tumbuhan dan bahan organik lainnya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama dan penyakit tanaman. Bahan-bahan untuk membuat pestisida nabati sudah tersedia di alam dan sangat mudah ditemukan di lingkungan sekkitar. Bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati misalnya bawang putih, daun sirsak, danun pepaya, suren, cabai, mimba, tembakau, dll. Manfaat dari penggunaan pestisida nabati ini dapat mencegah hama dan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman), mengendalikan hama tanaman, membunuh hama pengganggu tanaman, ramah lingkungan, serta biaya yang murah.
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu metode ceramah dan demonstrasi. Kegiatan ceramah dilakukan dengan melakukan penjelasan terkait pestisida nabati, manfaatnya, bahan-bahan yang dapat digunakan, cara pembuatan, kandungan setiap bahan, serta cara pengaplikasiannya. Selain itu, dijelaskan juga bagaimana melakukan pengendalian OPT seperti penggunaan varietas benih tahan hama, menjaga keberlangsungan ekosistem karena pada dasarnya hama wereng memiliki musuh alami berupa beberapa predator seperti belalang, capung, serta laba-laba. Demontrasi dilakukan dengan tujuan mempraktekan cara pembuatan pestisida nabati di depan anggota kelompok tani. Pembuatan pestisida nabati dilakukan dengan beberapa langkah.

Langkah-langkah pembuatan pestisida nabati limbah tembakau:
- Masukan 400 ml air ke dalam panci
- Masukam 100 gram tembakau
- Rebus hingga air menjadi panas dan air berubah menjadi kecoklatan
- Diamkan hasil rebusan air dan tembakau sampai dingin
- Masukan hasil hasil rebusan tersebut kedalam wadah dengan disaring terlebih dahulu.
- Pestisida nabati tembakau siap digunakan.
Kegiatan pelatihan dan penyuluhan ini diapresiasi dengan baik oleh kelompok tani Desa Ngaren.
“Pelatihan dan penyuluhan ini sangat bermanfaat bagi kami, Mas,” ucap Bapak Suwatno atau sering disapa Mbah Watno selaku ketua kelompok tani Desa Ngaren.
Cara Pengaplikasian Pestisida Nabati
- 10 cc ekstrak tembakau dicampurkan dengan 1 liter air
- Usahakan pengaplikasian penyemprotan pada tanaman dengan suhu lingkungan diatas 300
Dari pembuatan pestisida nabati limbah tembakau tersebut diharapkan dapat mengurangi populasi hama wereng coklat sehingga usahatani tanaman padi petani Desa Ngaren dapat memperoleh penghasilan yang maksimal. Selain itu, pembuatan pestisida nabati ini juga dapat memperluas pengetahuan petani Desa Ngaren terhadap pestisida nabati dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem hayati.
Dosen Pembimbing Lapangan:
- Dr.rer.nat. Ir. Thomas Triadi Putranto., ST., M.Eng., IPU.
- Dinalestari Purbawati., SE., M.Si., Akt.
- Fajrin Pramana Putra, S.P., M.Sc.
Penulis: Aji Rusanto (Agribisnis/2020)







