Klaten (29/07/2023) – Mahasiswa TIM II Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro periode 2022/2023 memberikan edukasi serta melatih Ibu-ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang berasal dari 9 dukuh Desa Tirtomarto, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Kegiatan yang diketuai oleh Gerry Andrianto Simarmata dari program studi Agribisnis ini dilatarbelakangi oleh potensi Desa Tirtomarto yang sangat kaya akan tumbuh-tumbuhan sehingga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan ecoprint.
“Program ecoprint ini sudah lama ingin dilakukan, namun masih dalam bentuk rencana saja, kami bersyukur Tim KKN Undip bersedia melalukan pelatihan untuk kami,” ucap Ibu Asih selaku Anggota PKK Desa Tirtomarto.
Sesuai namanya ecoprint berasal dari kata eco yang berarti ekosistem (alam) dan print yang berarti mencetak. Pembuatan ecoprint merupakan sebuah proses menciptakan kain bermotif tumbuhan yang motif tersebut berasal dari tanaman asli. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 Juli 2023 ini dihadiri oleh 18 ibu-ibu yang tergabung dalam PKK. Sebelumnya, para peserta sudah dihimbau untuk membawa berbagai jenis daun segar untuk dijadikan bahan pembuatan ecoprint. Sedangkan, alat dan bahan lainnya seperti tawas, palu kayu, plastik, ember dan kain serat alami (totebag) sudah disediakan oleh mahasiswa.
Teknik dalam pembuatan ecoprint terbagi menjadi dua, yaitu teknik kukus (steam) dan teknik pukul (pounding). Dalam kegiatan ini, teknik yang dipakai adalah teknik pukul (pounding) karena teknik ini lebih praktis dan mudah untuk dilakukan. Pembuatan ecoprint dilakukan dengan cara yang tidak terlalu rumit.
Langkah awal adalah dengan membentangkan kain/totebag. Kemudian menyusun daun sesuai kreativitas. Ketiga, memukul daun sampai pigmen daun tercetak dengan jelas. Keempat, merendam totebag tersebut dalam air tawas. Langkah terakhir mengeringkannya selama dua jam dan totebag ecoprint sudah siap dipakai.
“Pembuatan ecoprint ini cukup mudah untuk dilakukan, hanya dengan memukul-mukul saja totebag polos bisa berubah menjadi indah,” ucap Ibu Titik.

Ketua Ibu-Ibu PKK Desa Tirtomarto, Anita Findi, mengapresiasi kegiatan peningkatan keterampilan yang digagas oleh mahasiswa TIM II KKN UNDIP ini. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini baru pertama kali diadakan di Desa Tirtomarto. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti disini saja, namun bisa menumbuhkan jiwa wirausaha Ibu-ibu PKK Desa Tirtomarto dalam pengembangan ecoprint di masa yang akan datang.
“Saya sangat berharap kegiatan ini akan terus berlanjut untuk menumbuhkan semangat, keterampilan, serta jiwa-jiwa wirausaha Ibu-ibu PKK Desa Tirtomarto. Saya yakin mereka bisa mengembangkan kegiatan ini dengan mencoba membuka usaha baru di bidang ecoprint. Pelatihan hari ini diaplikasikan di totebag, semoga kedepannya bisa diaplikasikan untuk industri pakaian, aksesoris, dan lainnya yang bisa dipasarkan secara luas demi meningkatkan perekonomian warga Desa Tirtomarto,” ucap Ibu Anita Ketua Ibu-ibu PKK Desa Tirtomarto.

Penulis: Gerry Andrianto Simarmata, Mahasiswa program studi Agribisnis Universitas Diponegoro
Dosen Pembimbing Lapangan:
1. Dr. Sunarno, S.Si., M.Si.
2. Imam Setyawan, S.Psi., M.A.
3. Ir. Hermin Werdiningsih, M.T.
Klaten (29/07/2023) – Mahasiswa TIM II Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro periode 2022/2023 memberikan edukasi serta melatih Ibu-ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang berasal dari 9 dukuh Desa Tirtomarto, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Kegiatan yang diketuai oleh Gerry Andrianto Simarmata dari program studi Agribisnis ini dilatarbelakangi oleh potensi Desa Tirtomarto yang sangat kaya akan tumbuh-tumbuhan sehingga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan ecoprint.
“Program ecoprint ini sudah lama ingin dilakukan, namun masih dalam bentuk rencana saja, kami bersyukur Tim KKN Undip bersedia melalukan pelatihan untuk kami,” ucap Ibu Asih selaku Anggota PKK Desa Tirtomarto.
Sesuai namanya ecoprint berasal dari kata eco yang berarti ekosistem (alam) dan print yang berarti mencetak. Pembuatan ecoprint merupakan sebuah proses menciptakan kain bermotif tumbuhan yang motif tersebut berasal dari tanaman asli. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 Juli 2023 ini dihadiri oleh 18 ibu-ibu yang tergabung dalam PKK. Sebelumnya, para peserta sudah dihimbau untuk membawa berbagai jenis daun segar untuk dijadikan bahan pembuatan ecoprint. Sedangkan, alat dan bahan lainnya seperti tawas, palu kayu, plastik, ember dan kain serat alami (totebag) sudah disediakan oleh mahasiswa.
Teknik dalam pembuatan ecoprint terbagi menjadi dua, yaitu teknik kukus (steam) dan teknik pukul (pounding). Dalam kegiatan ini, teknik yang dipakai adalah teknik pukul (pounding) karena teknik ini lebih praktis dan mudah untuk dilakukan. Pembuatan ecoprint dilakukan dengan cara yang tidak terlalu rumit.
Langkah awal adalah dengan membentangkan kain/totebag. Kemudian menyusun daun sesuai kreativitas. Ketiga, memukul daun sampai pigmen daun tercetak dengan jelas. Keempat, mere totebag tersebut dalam air tawas. Langkah terakhir mengeringkan selama dua jam dan totebag ecoprint sudah siap dipakai.
“Pembuatan ecoprint ini cukup mudah untuk dilakukan, hanya dengan memukul-mukul saja totebag polos bisa berubah menjadi indah,” ucap Ibu Titik.
Demonstrasi Pembuatan ecoprint oleh mahasiswa TIM II KKN Undip
Ketua Ibu-Ibu PKK Desa Tirtomarto, Anita Findi, mengapresiasi kegiatan peningkatan keterampilan yang digagas oleh mahasiswa TIM II KKN UNDIP ini. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini baru pertama kali diadakan di Desa Tirtomarto. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti disini saja, namun bisa menumbuhkan jiwa wirausaha Ibu-ibu PKK Desa Tirtomarto dalam pengembangan ecoprint di masa yang akan datang.
“Saya sangat berharap kegiatan ini akan terus berlanjut untuk menumbuhkan semangat, keterampilan, serta jiwa-jiwa wirausaha Ibu-ibu PKK Desa Tirtomarto. Saya yakin mereka bisa mengembangkan kegiatan ini dengan mencoba membuka usaha baru di bidang ecoprint. Pelatihan hari ini diaplikasikan di totebag, semoga kedepannya bisa diaplikasikan untuk industri pakaian, aksesoris, dan lainnya yang bisa dipasarkan secara luas demi meningkatkan perekonomian warga Desa Tirtomarto,” ucap Ibu Anita Ketua Ibu-ibu PKK Desa Tirtomarto.
Pembuatan ecoprint oleh mahasiswa Tim II KKN UNDIP bersama Ibu-Ibu PKK Desa Tirtomarto
Penulis: Gerry Andrianto Simarmata, Mahasiswa program studi Agribisnis Universitas Diponegoro
Dosen Pembimbing Lapangan:
1. Dr. Sunarno, S.Si., M.Si.
2. Imam Setyawan, S.Psi., M.A.
3. Ir. Hermin Werdiningsih, M.T.
Kreatif! Mahasiswa TIM II KKN UNDIP Tingkatkan Keterampilan Ibu-Ibu PKK Desa Tirtomarto Melalui Pembuatan Ecoprint Ramah Lingkungan
Klaten (29/07/2023) – Mahasiswa TIM II Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro periode 2022/2023 memberikan edukasi serta melatih Ibu-ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang berasal dari 9 dukuh Desa Tirtomarto, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Kegiatan yang diketuai oleh Gerry Andrianto Simarmata dari program studi Agribisnis dilatarbelakangi oleh potensi Desa Tirtomarto yang sangat kaya akan tumbuh-tumbuhan sehingga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan ecoprint.
“Program ecoprint ini sudah lama ingin dilakukan, namun masih dalam bentuk rencana saja, kami bersyukur Tim KKN Undip bersedia melalukan pelatihan untuk kami,” ucap Ibu Asih Anggota PKK Desa Tirtomarto.
Sesuai namanya ecoprint berasal dari kata eco yang berarti ekosistem (alam) dan print yang berarti mencetak. Pembuatan ecoprint merupakan sebuah proses menciptakan kain bermotif tumbuhan, dimana motif tersebut berasal dari tanaman asli. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 Juli 2023 ini dihadiri oleh 18 ibu-ibu yang tergabung dalam PKK. Sebelumnya, para peserta sudah dihimbau untuk membawa berbagai jenis daun segar untuk dijadikan bahan pembuatan ecoprint. Sedangkan, alat dan bahan lainnya seperti tawas, palu kayu, plastik, ember dan kain serat alami (totebag) sudah disediakan oleh mahasiswa.
Teknik dalam pembuatan ecoprint terbagi menjadi dua, yaitu teknik kukus (steam) dan teknik pukul (pounding). Dalam kegiatan ini, teknik yang dipakai adalah teknik pukul (pounding) karena teknik ini lebih praktis dan mudah untuk dilakukan. Pembuatan ecoprint dilakukan dengan cara yang tidak terlalu rumit. Langkah awal adalah dengan membentangkan kain/totebag, susun daun sesuai kreativitas, pukul daun sampai pigmen daun tercetak dengan jelas, rendam dalam air tawas, keringkan selama dua jam, kemudian totebag tersebut sudah dapat dipakai. “Pembuatan ecoprint ini cukup mudah untuk dilakukan, hanya dengan memukul-mukul saja totebag polos bisa berubah menjadi indah,” ucap Ibu Titik.
Demonstrasi Pembuatan ecoprint oleh mahasiswa TIM II KKN Undip
Ketua Ibu-Ibu PKK Desa Tirtomarto, Anita Findi, mengapresiasi kegiatan peningkatan keterampilan yang digagas oleh mahasiswa TIM II KKN UNDIP ini. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini baru pertama kali diadakan di Desa Tirtomarto. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti disini saja, namun bisa menumbuhkan jiwa wirausaha Ibu-ibu PKK Desa Tirtomarto dalam pengembangan ecoprint di masa yang akan datang.
“Saya sangat berharap kegiatan ini akan terus berlanjut untuk menumbuhkan semangat, keterampilan, serta jiwa-jiwa wirausaha Ibu-ibu PKK Desa Tirtomarto, Saya yakin mereka bisa mengembangkan kegiatan ini dengan mencoba membuka usaha baru di bidang ecoprint, pelatihan hari ini diaplikasikan di totebag, semoga kedepannya bisa diaplikasikan untuk industri pakaian, aksesoris, dan lainnya yang bisa dipasarkan secara luas demi meningkatkan perekonomian warga Desa Tirtomarto,” ucap Ibu Anita selaku Ketua Ibu-ibu PKK Desa Tirtomarto.
Pembuatan ecoprint oleh mahasiswa Tim II KKN UNDIP bersama Ibu-Ibu PKK Desa Tirtomarto
Penulis: Gerry Andrianto Simarmata, Mahasiswa program studi Agribisnis Universitas Diponegoro
Dosen Pembimbing Lapangan:
1. Dr. Sunarno, S.Si., M.Si.
2. Imam Setyawan, S.Psi., M.A.
3. Ir. Hermin Werdiningsih, M.T.







