Setelah sempat tertunda karena penyebaran Covid-19 melonjak beberapa bulan lalu, akhirnya kolaborasi IPB dengan Sekolah Alam Planet NUFO terwujud. Pada Kamis, 28/10/2021, menjelang maghrib, dosen pembimbing yang berjumlah 5 orang dan 8 mahasiswa peserta KKN IPB University tiba di Planet NUFO, Mlagen Pamotan Rembang. Mereka akan tinggal selama sebulan penuh untuk melakukan aktivitas bersama yang saling menguntungkan. Mahasiswa IPB bisa belajar agama di Planet NUFO sembari mereka mengajarkan ilmu pengetahuan di bidang pertanian dan peternakan kepada para santri Planet NUFO. 

Para peserta KKN yang pada umumnya berasal dari jurusan Peternakan dan Pertanian diharapkan bisa memberikan pembinaan kepada para ustadz dan santri di Planet NUFO tentang cara bertani dan beternak yang saintifik. Dengan demikian, hasil yang didapatkan akan jauh lebih baik. Lebih bagus lagi, dengan adanya para akademisi di bidang pertanian dan peternakan ini, akan dihasilkan temuan-temuan baru.

Para ustadz/ah, juga para mentor di Planet NUFO, telah menyiapkan diri belajar bersama dengan siapa pun yang ingin mempelajarai ajaran Islam, baik al-Qur’an, hadits Nabi Muhammad, maupun khazanah intelektual Islam lainnya. “Di Planet NUFO tersedia kajian non-stop mulai pagi sampai malam. Para mentor secara bergiliran mulai dari pukul 07.00 sampai malam hari menyediakan diri untuk mengajari para santri dan siapa pun yang ingin belajar. Dengan cara ini, tidak ada alasan sedikit pun bagi para santri di Planet NUFO, untuk tidak menguasai ilmu-ilmu yang diperlukan untuk memahami ajaran Islam. Jika sampai tidak paham, itu murni terjadi karena kemalasan yang bersangkutan.” Terang Ustadz Suudut Tashdiq yang merupakan penanggung jawab umum pelaksanaan belajar mengajar di lembaga pendidikan yang juga merupakan pesantren plus di sebelah timur Desa Mlagen, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang Jawa Tengah itu.

Baca Juga  Wafatnya Tradisi Musyawarah di HMI Cabang Tasikmalaya

Pesantren yang didirikan oleh Dr. Mohammad Nasih yang merupakan pendiri-pengasuh Rumah Perkaderan dan Tahfidh al-Qur’an Monash Institute Semarang dan juga dosen di FISIP UMJ dan Pascasarjana Ilmu Politik UI ini memang memiliki paradigma yang sangat berbeda. Bukan hanya belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga belajar ketrampilan hidup dengan memelihara berbagai binatang ternak seperti sapi, domba, kambing, kelinci, bebek, entok, dan bahkan maggot. Limbah dari usaha peternakan ini digunakan untuk media tanam sayur-mayur untuk memenuhi kebutuhan warga Planet NUFO. Sisanya dijual untuk biaya operasional. Dengan jalan inilah, Planet NUFO bisa memperkuat keuangan lembaga yang kian hari makin besar. Sebab, tidak semua santri dan murid di Planet NUFO berasal dari keluarga berada. Sebagian mereka ada yang berasal dari keluarga golongan menengah ke bawah yang diberi subsidi dan diberdayakan dengan mengelola berbagai usaha yang memungkinkan sesuai dengan usia dan kemampuan. (AH).

Aset Bangsa yang Tak Ternilai Harganya

Previous article

Menggagas Peran Pemuda di Era Global

Next article

You may also like

Comments

Ruang Diskusi

More in Nasional