Tepat pada hari kamis 25 maret 2021 menahkodai PB HMI dengan latar belakang tidak dapat diragukan lagi. Apalagi dengan jargon Berdaya Bersama tentu sangat cocok dengan dunia pergerakan saat ini. Senada dengan gerakan kolaborasi untuk menciptakan tatanana HMI yang lebih dinamis dan maju tentunya. Tidak hanya di wilayah diskusi tapi kader HMI dituntun agar cenderung pada kebenaran nafas iman Islam.

Seiring berjalan waktu gaya kepemimpinan dan aktivitas PB HMI yang abstrak semakin jelas terlihat dari pondasi konstitusi maupun leadership personalia PB HMI. Ketua Umum PB HMI dengan formasi kepengurusan yang dipilih dan ditetapkan oleh ketua Umum PB HMI nampak tidak menjadi solusi. Bahkan ini menjadi beban HMI untuk menjadi organisasi kader yang berkembang pesat  dalam perkembangan jaman. Konstitusi HMI adalah tolok ukur, jalur yang harus dilalui oleh kader-kader HMI seperti dilalui oleh Ketum Raihan Ariatama.

Namun, proses perkaderan dan setumpuk pengalaman ketum PB selama BerHMI tidak diilhami dengan baik. Dengan kata lain Ketum PB HMI belum memahami manifesto Gerakan HMI. Konsep iman, ilmu, dan amal sulit diformulasikan dalam Gerakan Ketum PB HMI dkk saat ini. Kita semua sebagai kader HMI seluruh Indonesia harus jeli melihat kepengurusan Raihan Ariatama yang sangat banyak diisi oleh Kader-kader Intermediate Training (LK 2) dan bahkan jika ditelisik lebih jauh ada juga kader Lk 1.

Apa logika konstitusi yang harus kita tafsirkan dan punya nilai kebenaran yang sesuai dengan ruh HMI jika pola-pola ini dijadikan sebagai alasan rekomendasi senior dan gerbong afiliasi kemenanan Raihan Ariatama pada bulan maret 2021 di kota Surabaya. Sebagai kader komisariat tentu merasa sedih dan ingin sekali berdebat konstitusi dengan Pengurus pengurus PB HMI yang tidak mengindahkan konstutusi.

Baca Juga  Sikapi Pandemi, Kelompok 26 KKN UIN Walisongo Gelar Webinar Moderasi Beragama

Pikiran-pikiran pragmatis yang mengabaikan proses di HMI ini memang menjadi budaya di HMI yang merusak HMI itu sendiri. Raihan Ariatama adalah sosok ketua Umum PB HMI yang cerdas tapi apakah ia mampu membawa HMI maju di tengah disprupsi, suatu pertanyaan besar yang harus kita pahami Bersama karena apapun kebobrokan dan langkah-langkah inkonstitusional di PB HMI adalah cerminan harkat dan martabat seorang Ketua Umum PB HMI itu sendiri.

 

Oleh: Erlan Ketua Umum Komisariat Buya Hamka Cabang Semarang

Pengabdian kepada Masyarakat, FH USM Berikan Edukasi Hukum kepada Santri Monash Institute

Previous article

Mengapa Perlu Ada Pembuktian Terbalik dalam Tindak Pidana Pencucian Uang?

Next article

You may also like

Comments

Ruang Diskusi

More in News