Dukung Tata Kelola Desa, KKN MIT UIN Walisongo Adakan Pembuatan Plang Pembatas Desa

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) ke-20 posko 10 UIN Walisongo Semarang adakan pembuatan plang pembatas desa Mlilir, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang pada Senin, 18 Agustus 2025. Program ini bertujuan untuk memperjelas batas antara desa Mlilir dan Desa Duren, mempermudah masyarakat luar mengidentifikasi letak Desa, sekaligus memperindah tata ruang desa secara visual.

Program pembuatan plang pembatas desa menjadi program unggulan KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 10. Melalui observasi kondisi Desa mahasiswa menemukan keresahan masyarakat setempat maupun luar dalam mengidentifikasi batas antara desa Mlilir dan Desa Duren karena padatnya rumah penduduk membuat perbatasan antara Desa Mlilir dan Desa Duren tidak begitu jelas.

Sehingga mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 10 memberikan kontribusibusi nyata untuk pembangunan wilayah yang terstruktur dan menciptakan desa Mlilir menjadi tertata serta bangga terhadap identitasnya.

Penanggung Jawab kegiatan, Berlian Dwi Puji Mulya mengatakan bahwa keberadaan plang pembatas desa ini sangat penting untuk keperluan administrasi desa juga sebagai wujud kontribusi nyata mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang terhadap pembangunan Desa.

“Program ini akan membantu masyarakat dalam mengetahui batas desa Mlilir dan Desa Duren sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap Desa,” Ujar Berlian Dwi Puji Mulya.

Program tentu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Adapun respon yang diberikan bapak Jamhari selaku Kepala desa begitu antusias karena sangat membantu masyarakat sebagai penunjuk arah bagi orang yang kan ke Desa Mlilir.

“Saya sangat senang mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang inisiatif membuat plang pembatas desa ini, program ini sangat membantu masyarakat yang ingin berkunjung ke Desa Mlilir,” Ujar Bapak Jamhari selaku Kepala Desa Mlilir.

Begitupun dengan warga juga antusias karena mereka jadi memiliki batas yang jelas antara desa Mlilir dan desa Duren.

Diharapkan program ini dapat menjadi inspirasi untuk pembangunan desa yang berkelanjutan.

*Pewarta: Farida Putri Ramadhani/Koor Devisi Pendidikan dan Keagamaan/ Mahasiswa UIN Walisongo Semarang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *