Site icon Baladena.ID

Cahaya di Bulan Istimewa

Tak terasa perjalanan sang waktu

Membawaku kepada puncaknya rasa rindu

Aku,…

Meski terlihat sendu tapi memberanikan diri tuk merayu

Aku siap menyambut kedatanganmu

Bersedia memecahkan besarnya celengan rindu

Menyambutmu,

Wahai tamu Agung

Tak hanya aku,

Tapi, ribuan umat telah menanti hadirmu

 

Ramadlan,

Ku ingin memberitaukan sebuah persoalan

Ini bukan tentang siapa yang datang, kemudian menghilang

Dan ini bukan tentang siapa yang tidak kuat godaan

Tapi,

Ini tentang siapa yang bertahan menunjukkan kesetiaan

Dan tentang siapa yang tahan rintangan godaan syetan

Tentang menahan rasa lapar

Menahan dahaga di lautan telaga

Menahan diri dari nafsu yang selalu mengganggu

Yang terkadang berani lepas dari belenggu

 

Ramadlan,

Aku ingin berpesan

Tolong sampaikan ini kepada Tuhan

Bahwa aku ingin menguntaikan sebuah ungkapan

Terima kasih, Tuhan

Engkau telah pertemukan aku dengan bulan yang ku dambakan

Bulan yang ku nanti-nantikan dengan kerinduan

Engkau memberitahuku sebuah harapan

Yakni luasnya lautan ampunan

Semoga jalan kebenaran selalu Engkau tunjukkan

 

Terima kasih, Ramadlan

Engkau telah datang dengan membawa kebahagiaan

Membawa keberkahan dan kedamaian

Tak lupa lautan ampunan yang kau berikan

Menyejukkan hati yang kekeringan

Mengharumkan napas yang tertahan

Menangkan rasa kegelisahan

Menerangi hati yang penuh kegelapan

Ku harap kita dipertemukan di tahun depan

Dengan bertambahnya keimanan

Semoga Tuhan kabulkan

 

Oleh: Siti Anisa Nur Fitriani, Sekretaris Umum Organisasi Pondok Pesantren Nurul Furqon, Ketua ORDA (Organisasi Daerah) Rembang Planet Nufo, Pengurus IPPNU Planet Nufo

Exit mobile version