Site icon Baladena.ID

Bukan Puisi: Thanks for my self

Terima kasih

Untuk semua tangan yang masih menggenggam sejak ku dilahirkan

Untuk semua keributan yang terjadi di rumah saat aku berusia dua tahun

Untuk semua yang tetap bertahan menenangkanku saat menangis ingin mainan

Untuk semua perabotan yang aku bongkar demi memuaskan hasrat keingintahuanku

 

Terima kasih

Atas sepeda roda empat yang aku dapatkan

Atas luka dan goresan kala jatuh berlarian

Atas layang layang dan benangnya yang putus

Atas perjalanan ke sekolah yang membuat aku kurus

 

Terima kasih

Kau ajarkan aku berenang di tepian sungai

Kau ajarkan aku mencuci menggunakan tangan tanpa disikat

Kau ajarkan aku memasak dan bumbu yang salah taruh

Kau ajarkan aku menghilangkan rasa takut meski beberapa laptop telah ku rusak

 

Terima kasih

Imajinasiku

Tangan yang aku gunakan untuk pertempuran robot robotan

Kaki yang ku gunakan untuk jumping dari satu lantai ke lantai lain

Cermin yang bersedia mendengarkan ocehan dan curhatan diriku

 

Terima kasih jangan ya?

Untuk hati yang pernah singgah

Untuk semua tawa dan duka di tepian laut sana

Dah itu aja

 

Mohon maaf

Ibu, Ayah, Adek dan Kakak ku

Semua yang aku repotkan

Tanpa kalian aku bukanlah apa apa dan bukanlah siapa siapa

Terima kasih telah ada sampai sejauh ini

Melihat langkah demi langkah yang telah aku raih

 

Sekarang aku sudah dewasa, Mah

Meski ku tahu dalam pikirmu aku tetaplah balita itu

Sekarang aku sudah mandiri, Pah

Meski ku tahu kau tetap tak kuasa membiarkanku berjalan sendiri

Aku balita itu

Kakak sudah bisa akur denganmu, Dek

Meski segala rasa sakit akibatku tetap membatin dalam pikirmu

 

Harapanku sederhana

Indonesia bebas dari korupsi

Peradaban Islam  kembali jaya

Umat Islam membahas perbedaan sambil rangkulan tangan dan tertawa

Amerika dan China tidak lagi menguasai perekonomian

Kamu jadi millikku

 

Selamat ulang tahun diriku

Semarang, 15 Mei 2020

Exit mobile version