Berpenghasilan di Belakang Halaman dengan Hidroponik

Dari halaman rumah yang tidak begitu luas, Muhammad Rif’an (23) pemilik dari Alam Tani Hidrofam meracik pendapatan baru dengan sayuran hidroponik. Teknik berkebun ini menjadi ladang penghasilan yang menjanjikan, bahkan di tengah pandemi Covid-19.

Jika sebelumnya Rif’an hanyalah sarjana ekonomi dari IAIN Kudus, lebih setahun terakhir ia fokus ”bekerja” di rumah. Dari teras, ia memantau jejeran selada yang menghijau di atas rak. Lewat hidroponik, ia meracik penghasilan baru di belakang halaman rumahnya.

Jejeran selada memenuhi rak mengisi setiap lubang. Hijau dan hijau menenteramkan mata dan pikiran. Tanaman hidroponik ini tumbuh subur setinggi lebih dari satu jengkal. Batangnya gemuk dan daunnya lebar.

Dia menjelaskan, memilih usaha tanaman hidroponik ini dimulai dari hobi yang dimilikinya, yaitu bercocok tanam. Saat melihat peluang bisnisnya yang sangat besar, ia lantas mendalami bisnis hidroponik ini.

“Untuk sekala bisnis itu memang peluangnya sangat besar dan usaha hidroponik ini masih tergolong langka. Selain itu alasan saya memilih usaha hidroponik ini sebagai usaha, pertama hobi karena saya suka menanam terus saya berpikir bagaimana hobi saya itu bisa menjadi profit untuk saya,” ujarnya, Selasa (3/8/2021).

Pada wilayah perkotaan biasanya memiliki lahan yang sempit karena digunakan untuk perindustrian maupun perumahan. Keterbatasan lahan tersebut menghambat warga dalam bercocok tanam. Sementara, kebutuhan pangan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Hal tersebut dapat mengancam ketahanan pangan warga terlebih di masa pandemi covid-19. Oleh karena itu, diperlukan solusi tanaman yang dapat dibudidayakan di lahan sempit yaitu tanaman hidroponik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *