Ber-HMI tanpa Nilai

Penulis: Big Nvl, wasekum P3A komisariat Al Khairat

Kader HMI perlu menjauhkan diri dari stigma bahwa NDP sebagai sesuatu yang menakutkan. Menjadi aneh saat NDP sebagai dasar yang memberikan konsep pandangan terhadap hal-hal prinsipil dan strategis yang akan secara langsung memberikan dampak dalam cara berfikir dan pandangan hidup bagi kader HMI justru tidak pernah menjadi perbincangan dan topik dalam diskusi-diskusi para kader.

“Saya takut membaca NDP karena terlalu berat untuk dipahami, sehingga takut salah pemahaman atau takut sesat, “njelimet”, berbagai macam alasan yang dikeluarkan sebagai bentuk penghindaran terhadap bahasan NDP itu sendiri. Padahal dengan NDP-lah cita-cita besar HMI ini bisa terus terawat dan menjadikan HMI terus relevan.

NDP bab 1 misalnya, adalah sebagai rumusan untuk mengklarifikasi kebenaran. Cak Nur merumuskan Bab 1 dengan pendekatan Filosofis Teologis mendasar dengan logika yang common dan juga alat bantu wahyu sebagai sumber mencari kebenaran ketiga setelah logika dan panca indra.

Rumusan dalam bab 1 NDP sebenarnya adalah rumusan metodologi yang jika dipahami akan berakibat penyerapan nila nilai yang ada di bab-bab selanjutnya. Nilai-nilai ini kemudian membentuk kualitas kader HMI yang didambakan yaitu 5 kualitas insan cita demi mewujudkan cita cita besar HMI yang tertuang dalam Tujuannya “Terwujudnya Masyarakat Adil Makmur yang di Ridhoi oleh Allah SWT”.

Selama ini dari berbagai Basic Training yang diadakan, NDP disampaikan dengan pendekatan destruktif-konstruktif dengan maksud memurnikan keyakinan para kader kemudian membentuk sebuah nilai-nilai baru yang berdasar dari NDP. Sayangnya karena beberapa sebab seperti perbedaan daya serap para kader juga waktu penyampaian yang kurang berdampak tidak terserapnya nilai nilai tadi secara utuh.
Nilai-nilai yang tidak utuh terserap tadi melahirkan stigma stigma negatif terhadap NDP hingga dijauhi oleh para kader. Saat nilai-nilai tidak terserap akhirnya para kader kembali mengikuti nilai nilai yang sudah terbentuk dalam dirinya sebelum dia kenal dengan perkaderan HMI.

Jangan heran saat kita menjumpai pola perkaderan dalam sebuah Komisariat atau kegiatan-kegiatan yang lahir jauh dari nilai-nilai di HMI. Juga, kita mendapati kader jauh dari ekspektasi perkaderan atau bahkan kontraproduktif, jauh dari nilai dan moral Islam. Semua tidak lain karena ber-HMI tanpa Nilai-nilai yang ada di HMI. Saat tata nilai HMI tidak terwujud dalam bangunan Organisasi menjadi mustahil cita cita besar membentuk sebuah peradaban Adil Makmur bisa terwujud.

NDP merupakan ringkasan praktis interpretasi Islam secara komprehensif sehingga membentuk daya juang serta daya kerja kader HMI. Dari NDP pula lahir mission sebagai amanah besar HMI juga Karakter independensi etis dan organisatoris kader HMI. Harapan besar NDP bukanlah menjadi hal yang tabu untuk terus diperbincangkan sehingga nilai-nilai ini terbentuk mewujudkan tujuan besar dari perjuangan HMI yang sesungguhnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *